Berlaku Sayang Bukan Berarti Tidak Hitungan
Seringkali tatkala kita melakukan sikap tegas (bukan keras) terhadap seseorang yang kita bantu, mereka malah memiliki anggapan bahwa kita telah berlaku kejam, keras dan tidak berlaku kasih sayang terhadap mereka. Kebanyakan orang beranggapan bahwa wujud dari sifat kasih dan sayang adalah memberikan apapun yang mereka mau atau butuhkan. Benarkah begitu?
Sikap kasih dan sayang yang hakiki adalah memberikan sesuatu yang terbaik terhadap mereka yang kita kasihi dan sayangi. Memberikan sesuatu yang terbaik bukan berarti memenuhi segala yang diminta atau yang dibutuhkan atau bahkan yang disenanginya. Karena yang diminta, yang disenangi atau yang dibutuhkan oleh seseorang yang kita sayangi belum tentu merupakan yang terbaik buat mereka. Dengan demikian, pada hakikatnya seseorang yang memiliki sikap dan sifat kasih sayang terhadap seseorang haruslah memperhitungkan hal-hal terkait dampak baik atau buruk yang timbul dari sesuatu yang akan diberikan kepada yang disayanginya atau dicintainya itu.
Sikap seperti ini jangankan oleh manusia yang tidak bisa sepenuhnya memberi kasih sayang yang utuh, Alloh yang maha Pengasih dan Penyayang saja selalu mengingatkan bahwa apa yang Dia berikan kepada kita berupa anugerah dan kenikmatan yang banyak dan mudah itu, pemberian Alloh selaku wujud kasih sayangNya itu, semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya, semuanya akan diperhitungkan masalah penggunaan dan pemanfaatannya. Hal itu bisa dimengerti karena memang apabila tidak diberlakukan demikian, manusia akan seenaknya menggunakan pasilitas yang penuh kenikmatan ini tanpa memperhitungkan kebaikan dan keburukan baik bagi dirinya, orang lain, maupun alam sekitar, dan jika sampai itu terjadi jelas kekacauan kehidupan akan menimpa seluruh alam ini. Perhitungan Alloh terhadap semua pemberian-Nya adalah bentuk kasih sayang dan cinta-Nya yang Besar kepada hamba-hamba-Nya.
Jelaslah sudah bahwa kasih sayang yang hakiki pada dasarnya adalah sikap dan perilaku yang didalamnya mengusahakan seseorang yang kita kasihi dan sayangi mendapatkan yang terbaik, terbaik yang bukan semu melainkan terbaik yang sebenar-benarnya terbaik, dengan wujud kita selalu memperhitungkan apakah pemberian kita itu terbaik buat mereka atau malah merusaknya, dengan cara melihat aspek-aspek yang melingkupi pemberian kita. Semoga pandangan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, agar kita tidak keliru bertindak hanya karena salah dalam memahami.
0 comments:
Posting Komentar
Renungan
Ada Konsekuensi logis yang berlaku di setiap permasalahan yang kita ambil. Orang yang sadar akan makna konsekuensi, tindakannya tidak akan lepas dari kontrol pertimbangan yang matang. Setidaknya, tindakannya tidak berakhir dengan penyesalan.
Komentar saudara yang sarat dengan nilai, akan menjadi sumbangan berharga bagi penulis dan pembaca lainnya.