Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Pohon Kenangan

Share


Batang pohon masa lalu tersapa juga masa senja, kering kerontang ketuaan
Biji silamnya kini terbang tersebar angin
Melayang menjelajah ragam pelosok kehidupan
Jatuh pada batu, tanah, danau dan lautan sejarah peradaban
Tersungkur, mengambang, ada pula yang terbang mengembara angkasa rasa

Angin pun mengarak awan pekat hitam
Halilintar bertubi bergelegar memecut kebekuan, mengurai mencairkan hujan
Angkasa memutih bersih, penuh kesegaran
Cahaya kehidupan tampak bergeliat mendapat semangat

Basah, air itu begitu basah menggenang di setiap permukaan
Merangsang tunas biji silam membangun kehidupan

Kini biji itu berwujud tangkai
Ruasan akarnya menghujam pusara bumi, mencengkram tanah hitam
Berdiri kokoh menahan hilir mudiknya warna gelap terang siang demi malam
Tak kenal lelah mengikuti, generasi demi generasi, biji dan tunasnya terus mendekap kehidupan.

Ku bersandar kini pada kokohnya pohon silam.
Beristirahat sejenak dalam lambaian mendayu irama kenangan.
Jalanan masa depan masih panjang terbentang, tak tersapa ujung tatapan mata.
Gersangnya padang pasir, segarnya padang ilalang, bekunya kutub salju, kerontangnya musim gugur, adalah pagar pembatas jalan penjelajah hidup.
Cucuran keringat dan air mata, senyum simpul dan gelak tawa, hanyalah aroma-aroma terhirup hidup.
Di bawah kokohnya pohon silam, diteduh rimbun dedaunannya, kini ku sandarkan peluh
Ngantuk menyengat menembus sulbi, haruskah kubenam saja pertengahan jalan ini dalam lelap mimpi yang tak jua kutemui?

Pohon kenangan sungguh tenang buatku bersandar

Kiranya bukanlah hidup dikala ceritanya hanya diam
Maka kini bangkitku pun bangkit meneruskan jalan
Seperempat abad hidupku kini kuukir buat setangkai silam segar di masa kemudian
Menjelma kembali pohon kenangan yang membanggakan buat rehat ku bersandar
Salam tinggal pohon silam…!

0 comments:

Poskan Komentar

Renungan
Ada Konsekuensi logis yang berlaku di setiap permasalahan yang kita ambil. Orang yang sadar akan makna konsekuensi, tindakannya tidak akan lepas dari kontrol pertimbangan yang matang. Setidaknya, tindakannya tidak berakhir dengan penyesalan.
Komentar saudara yang sarat dengan nilai, akan menjadi sumbangan berharga bagi penulis dan pembaca lainnya.