<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702</id><updated>2012-02-12T22:09:30.251+07:00</updated><category term='Info Kerja'/><category term='Puisi'/><category term='egaliter'/><category term='Do&apos;a'/><category term='i&apos;m Halal'/><category term='Kasih Sayang'/><category term='Orangtua dan Anak'/><category term='S1'/><category term='Etika Blogging'/><category term='hukum zakat'/><category term='Cinta'/><category term='pengertian zakat'/><category term='Perkuat Iman'/><category term='filsafat Hidup'/><category term='Politik'/><category term='sejarah zakat'/><category term='filosafat Hidup'/><category term='etika islam'/><category term='Phenomena Sekitar'/><category term='Software'/><category term='Hakikat Cinta'/><category term='Amil Zakat'/><category term='PNS'/><category term='filsafat Ilmu'/><category term='Dzalim'/><category term='Masa Depan Islam'/><category term='Selamatkan Generasi'/><category term='Syukur'/><category term='Hak Pegawai'/><category term='Dunia Dakwah'/><category term='Entertainment'/><category term='Resensi Film'/><category term='Pengalaman'/><category term='Pesan Hadicopersada Bandung'/><category term='tasawuf'/><category term='Tips'/><category term='zakat'/><category term='Belajar Autodidak'/><category term='Dunia Pendidikan'/><category term='D3'/><category term='Tauhid'/><category term='Syirik'/><category term='Kewajiban Pegawai'/><category term='main logika'/><category term='sejarah Indonesia'/><category term='Antara Cinta dan Kehidupan'/><category term='Teknologi informasi'/><category term='Free Download'/><category term='Info Lain-lain'/><category term='akhlak'/><category term='Sosial'/><category term='Cerpen'/><category term='Sakit'/><category term='kolom tasawuf dan akhlak'/><category term='Lowongan Kerja'/><category term='Search Engine Islami'/><title type='text'>Sineger Tengah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>60</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8819301474241060143</id><published>2012-01-20T09:42:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T09:42:29.554+07:00</updated><title type='text'>Membimbing Belajar Anak yang Kurang Konsentrasi</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Setelah kurang lebih tiga tahun diamanahi untuk menjadi tenaga pengajar di sebuah lembaga pendidikan anak, banyak sekali suka duka yang saya alami terlebih lagi tantangan yang memang besar untuk dihadapi oleh saya yang memiliki latar belakang pendidikan bukan untuk jadi seorang pengajar. Namun saya selalu bersyukur lantaran dengan sepenuhnya mengandalkan pada ayat-ayat yang Allah SWT wahyukan lewat al-Qur'an dan disertai potensi besar yang Allah karuniakan pada diri manusia umumnya, berbagai kendala dan tantangan itu sedikit demi sedikit bisa kami hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saja, jika diukur dengan kualifikasi kapasitas keilmuan yang dimiliki, beragam kendala dan tantangan itu akan terlihat sangat tidak mungkin untuk bisa saya selesaikan. Untuk itu modal utama yang harus ada dalam diri saya satu-satunya adalah keuletan dan kerjakeras untuk memahami berbagai phenomena yang ada. Oleh karenanya, jangan heran apabila beragam cara yang ditempuh pada akhirnya berawal dari usaha yang sifatnya &lt;i&gt;trial and error&lt;/i&gt;, hanya coba-coba, hingga menemukan sebuah langkah yang pas untuk dijalankan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun yang lalu saya dikunjungi oleh seorang orang tua yang berkehendak menitipkan anaknya untuk saya didik dalam soal keilmuan agamanya. Ayah anak itu bercerita dahulu akan kondisi anaknya yang memang dalam hal konsentrasinya agak kurang. Mungkin hal itu patut diceritakan agar saya tidak heran apabila saat mengajar nanti menemukan sikap anaknya yang suka main sendiri dan mudah untuk dibuyarkan konsentrasinya, meski dengan hal-hal kecil. Saya sendiri siap saja asalkan dari pihak orang tuanya sendiri memberikan kepercayaan yang penuh kepada saya sehingga, saat saya mencoba beragam cara untuk mendidik anaknya ke arah yang lebih baik, orang tua mendukungnya. Akhir kata, perbincangan itu diakhiri dengan kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun, Yang paling saya rasakan perkembangan dari beragam methode yang dicoba untuk memperbaiki sisi kepribadian anak yang kurang konsentrasinya (khususnya bagi anak yang saya bimbing itu)adalah lewat macam-macam metode tapi semuanya bermuara pada penekanan pentingnya konsentrasi saat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, biasa saya menceritakan satu cerita, baik dari buku ataupun dari hasil pengalaman hidup pribadi, yang mengisahkan manfaat dari upaya konsentrasi saat belajar. Hal ini bagi saya tidak sulit sebab memang pengalaman yang dialami saat sekolah hampir semuanya saya jalani dengan upaya konsentrasi ini. Waktu SD saya tidak banyak waktu untuk membaca buku catatan di sekolah, karena sudah disibukan untuk mencari uang jajan sediri, oleh karenanya hanya berusaha berkonsentrasi pada saat guru sedang menerangkan saja yang menjadi tumpuan saya untuk menyerap ilmu dan memahaminya. Dikuatkan dengan latarbelakang prestasi yang diraih, kelihatannya anak-anak tertarik untuk mengikutinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, penekanan Allah dalam surah an-Nakhl(16):78 dan surah al-A'raf (7):179 pun sangat ampuh untuk menanamkan pada benak anak bahwa kunci penting dalam mengubah nilai hidup dari kebodohan dan menghindarkan diri dari ujung kegagalan dan merugi adalah dengan menggunakan potensi pendengaran, penglihatan, dan perasaan seoptimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah an-Nakhl (16): 78 secara jelas memberi gambaran bahwa manusia terlahir ke bumi pada waktu pertama kalinya adalah ada dalam kondisi tidak tahu suatu apapun, tidak memiliki ilmu pengethuan sedikitpun, namun manusia bisa keluar dari kondisi ketidak tahuan itu dengan menggunakan potensi pendengaran, penglihatan, dan hati nuraninya yang mengantarkan mereka mampu sadar (syukur) terhadap semua keadaan disekitarnya, terutama terhadap Sang Khaliq selaku Peniptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Surah al-A'raf (7):179 Allah SWT. menjelaskan bagaimana akibat yang akan dihadapi manusia yang tidak menggunakan potensi pendengaran, penglihatan dan hati nuraninya. Dalam ayat tersebut Allah memastikan kepada kita bahwa manusia-manusia yang tidak menggunakan potensi pendengaran, penglihatan dan hati nuraninya, akan tidak bedanya dengan binatang ternak, bahkan lebih hina dari binatang ternak. Sementara balasannya sendiri terhadap orang-orang yang tidak menggunakan semua potensi pokok kemanusiaan itu atau lalai dalam memanfaatkannya adalah menjadi penghuni neraka jahannam di hari pembalasan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyikapi kedua ayat ini, saya memiliki keyakinan bahwa hanya dengan mengoptimalkan potensi-[potensi itu seorang manusia bisa berubah ke arah yang lebih baik. Beragam kekurangan yang manusia alami akan bisa dihadapi dengan cara mengoptimalkan penggunaan potensi-potensi itu. Oleh karena itu, langkah-langkah yang digunakan saat mengajar anak yang terpokus kepada pengoptimalan potensi-potensi itu terus saya jalankan lewat beragam metode yang bisa diterima dengan cocok oleh kondisi anak. Dan &lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt; kini saya dapat melihat banyak kemajuan ke arah positif yang dialami oleh anak yang mengalami kurang konsentrasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8819301474241060143?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8819301474241060143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8819301474241060143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2012/01/membimbing-belajar-anak-yang-kurang.html' title='Membimbing Belajar Anak yang Kurang Konsentrasi'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8705463327469306276</id><published>2011-11-19T18:06:00.009+07:00</published><updated>2011-11-20T13:00:19.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Free Download'/><title type='text'>Kumpulan Rekaman Ceramah Islam dalam file download MP3, WAV, dll</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Majlis pengkajian Islam dewasa ini semakin banyak digelar di banyak tempat dan media. Namun entah itu diakibatkan oleh kondisi pematerinya (Ustadz, Kiyai, Ulama, dsb)yang takut ditinggalkan oleh mustami atau takut tidak laku dipasaran, maupun adanya ketakutan &lt;i&gt;majlis ta'lim&lt;/i&gt; (Tempat mencari ilmu) ditinggalkan akibat kondisi masyarakat yang lebih tertarik pada acara entertainment sehingga ada sebagian pengisi materi di majlis ta'lim tersebut lebih memilih pengkemasan acara Pengkajian Islam tak lebih sebagai entertainment juga. Kondisi-kondisi ini memungkinkan terjadinya penggeseran wajah majlis pengkajian Islam kepada lesehan yang sedikit sekali ilmu islamnya yang di dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang sedang kita hadapi ini mengantarkan sebagian besar masyarakat, yang berfikir dan mempertimbangkan antara yang diterima selama meluangkan waktu menghadiri majlis pengkajian Islam, merasa semakin sulit mencari sosok ulama atau ustadz yang bisa memberi pencerahan yang pasti dengan landasan &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt; (dalil) yang kuat. Setidaknya usaha saya menyebarluaskan rekaman ceramah K.H. Ikin Shadiqin (almarhum) ini sebagai usaha yang bisa sedikitnya memenuhi harapan para masyarakat yang haus akan ilmu yang berbobot dan syarat dengan landasan hukum yang &lt;i&gt;qat'i&lt;/i&gt; (kuat)tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah kumpulan sinopsi isi materi fail beserta link-link file yang bisa saudara-saudara &lt;b&gt;Download&lt;/b&gt; secara Gratiss. Jika saudara berminat mendownloadnya, silahkan klik tombol gambar bertuliskan "Download" yang tersedia di setiap tema filenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;b&gt;Khutbah KH. Ikin Shadikin (Allahu yarham)&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9t-UETgwwAY/TseRQf7BZPI/AAAAAAAAASI/iFPUze1kS6w/s1600/Ikin%2BShadiqin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9t-UETgwwAY/TseRQf7BZPI/AAAAAAAAASI/iFPUze1kS6w/s400/Ikin%2BShadiqin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676665567956788466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kumpulan khutbah KH. Ikin Shadikin besarta ulasan sedikit mengenai tema yang dibahasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;FILE CERAMAH I = Tema: Do'a, Alam Barzah, Qubur, Sihir dan rukyah (Ceramah Memakai bahasa Sunda)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal rekaman khutbah ini al-Ustadz membahas secara panjang lebar mengenai persoalan kalimat &lt;i&gt;do'a&lt;/i&gt; berikut akar kata yang sama namun makna penggunaannya berbeda sehingga persoalan pengertian istilah da'wah pun dibahas di sini berikut alasan-alasan dari alqur'an dan haditsnya. Dari persoalan do'a kemudian dilanjutkan pada persoalan alam qubur, alam barzah, sihir dan rukyah ditinjau dari hadits-hadits dan al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mendengarkan rekaman ini, Insya Allah saudara akan faham penuh kejelasan semua posisi persoalan terkait Do'a, Sihir, Rukyah, persoalan alam ghaib, dan persoalan-persoalan terkait hal itu semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya dan tutur bahasa yang lemah lembut namun tegas dan berani, disertai penggunaan contoh-contoh yang sangat sederhana, membuat materi-materi yang disampaikan beliau akan dengan sangat mudah sampai ke hati dan logika orang-orang yang menyimaknya dengan penuh perhatian dan penghayatan. Namun, Dalam kesempatan khutbah ini al-Ustadz memakai bahasa Sunda sehingga mohon maaf jika tidak begitu difahami oleh saudara-saudara yang kurang menguasai bahasa Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://upload.ugm.ac.id/774KH Ikin Shadiqin - Qubur, Rukyah, Sihir (Bahasa Sunda).WAV" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: lime;"&gt;&lt;img align="left" alt="Download di SINI" border="0" height="39" src="http://www.radiosmj.com/site/images/stories/download.gif?w=153&amp;amp;h=39" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.496094) 1px 1px 5px; background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(220, 217, 217); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 0pt; border-left-color: rgb(220, 217, 217); border-left-style: solid; border-left-width: 0pt; border-right-color: rgb(220, 217, 217); border-right-style: solid; border-right-width: 0pt; border-top-color: rgb(220, 217, 217); border-top-style: solid; border-top-width: 0pt; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.496094) 1px 1px 5px; display: inline; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0pt; margin-right: 20px; margin-top: 0pt; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;" title="Download Ceramah KH IKIN SHADIKIN - Qubur, Rukyah, Sihir (Bahasa Sunda).WAV" width="153"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;FILE CERAMAH II = Tema: Doa Bercermin yang Mengandung Filosofi Masalah Keajaiban Nama bagi manusia Terkait Jiwa dan Raga (Ceramah Memakai Bahasa Indonesia)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman ini berisikan pembahasan pokoknya adalah kajian masalah do'a bercermin. Dari Persoalan do'a bercermin ini al-ustadz mengkomparasinya dengan masalah-masalah terkait makna dan kedudukan "nama" dan kaitannya dengan persoalan jiwa dan raga seorang manusia. Insya Allah rekaman ini akan memberikan ilmu yang mencerahkan bagi kehidupan orang yang mendengarkannya. Semoga rekaman ini menjadi amal jariah yang tercatat tiada henti sebagai ibadah yang terus mengalir meski beliau kini telah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://upload.ugm.ac.id/103KH Ikin Shadiqin - Jiwa dan Raga.WAV" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: lime;"&gt;&lt;img align="left" alt="Download di SINI" border="0" height="39" src="http://www.radiosmj.com/site/images/stories/download.gif?w=153&amp;amp;h=39" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.496094) 1px 1px 5px; background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-color: rgb(220, 217, 217); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 0pt; border-left-color: rgb(220, 217, 217); border-left-style: solid; border-left-width: 0pt; border-right-color: rgb(220, 217, 217); border-right-style: solid; border-right-width: 0pt; border-top-color: rgb(220, 217, 217); border-top-style: solid; border-top-width: 0pt; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.496094) 1px 1px 5px; display: inline; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0pt; margin-right: 20px; margin-top: 0pt; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-bottom: 6px; padding-left: 6px; padding-right: 6px; padding-top: 6px;" title="Download Ceramah KH IKIN SHADIKIN - Jiwa dan Raga.WAV" width="153" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8705463327469306276?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8705463327469306276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/kumpulan-rekaman-ceramah-islam-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8705463327469306276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8705463327469306276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/kumpulan-rekaman-ceramah-islam-dalam.html' title='Kumpulan Rekaman Ceramah Islam dalam file download MP3, WAV, dll'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9t-UETgwwAY/TseRQf7BZPI/AAAAAAAAASI/iFPUze1kS6w/s72-c/Ikin%2BShadiqin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-132672237945166284</id><published>2011-11-14T11:34:00.003+07:00</published><updated>2011-11-14T11:56:07.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phenomena Sekitar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkuat Iman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Serunya hidup ini, Indahnya Pertemanan Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-r1vpjEQeWrw/TsCd9fsl8UI/AAAAAAAAAR4/bAhzlkGU9x8/s1600/DSC01862.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-r1vpjEQeWrw/TsCd9fsl8UI/AAAAAAAAAR4/bAhzlkGU9x8/s400/DSC01862.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674709210292941122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi saya mengambil keputusan untuk menyelesaikan kuliah tanpa mendapat izajah, banyak teman dekat, kerabat dan orang-orang yang kenal sama saya memberikan respons saran dan masukan yang di dalamnya termuat inti kepedulian bahwa mereka sangat menghawatirkan keputusan saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain saya juga punya keyakinan kuat bahwa jika saya bersungguh-sungguh melakukan usaha yang maksimal, meski pun tanpa izajah atau gelar, semua itu bisa saya lalui dengan sukses. Tengok saja sejarah silam yang sudah berkata dengan bukti kebenaran yang tidak mungkin untuk disangkal. Bukankah rasulullah tidak pernah masuk SD, SMP atau SMA, apalagi Kuliah? Sejarah membuktikan bahwa belum ada satupun manusia selain beliau memiliki kesuksesan melebihi hasil yang diraih beliau dalam usahanya. Di zaman sekarang kita mengenal ilmuan Indonesia yang bernama Ali Audah yang telah menorehkan banyak karya meski beliau tidak pernah masuk satu pun institusi pendidikan formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih beruntung dari Rasulullah dan Ali Audah karena saya pernah duduk di bangku kuliah meskipun gelar dari kuliah pada akhirnya tidak pernah saya raih.  Seharusnya dengan kelebih-beruntungan saya itu saya harus lebih banyak bersyukur dan lebih banyak berkarya. Andaipun usaha saya dalam berkarya tidak mungkin untuk melebihi mereka, seharusnya tentu saja nilai minimal  yang harus saya upayakan bisa mendekati mereka. Apalagi seorang sarjana yang memiliki gelar sarjana atau yang selebihnya. Dengan kata lain, alangkah indahnya apabila kita berkarya penuh amanah dalam mengemban apa yang telah kita punya, kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam niatan tertinggi saya, sebetulnya dari keputusan ini semua adalah salahsatu ikhtiar pribadi dalam menguatkan keimanan saya, meluruskan keyakinan yang terlihat semakin menyimpang dari yang semestinya. Kedudukan ijazah dan sekolah sudah melebihi kedudukan Tuhan di mata keyakinan masyarakat luas. Meski tentu saja masuk dunia sekolah adalah usaha terpuji, namun dengan melihat gejala yang begitu menghawatirkan itu saya harus mengambil tindakan tepat untuk menyelamatkan keimanan yang seharusnya saya pribadi selamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apa yang menjadi pemikiran saya itu, saya juga sungguh mesti bersyukur dengan memberi nilai timbal balik yang positif terhadap mereka-mereka yang telah mencurahkan kasih sayang dan kecintaannya terhadap saya. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang mereka lakukan terhadap saya adalah buah kasih sayang yang mereka miliki terhadap saya. Meski mungkin tidak untuk saya terima sekarang, kasih sayang itu tetap saya butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas ini hanya sementara sebab setelah keimanan saya kembali pulih dan pesan utama yang saya niatkan yaitu untuk merubah pola pikir dan pola pandang orang-orang terdekat saya itu sudah sampai, semoga saya juga bisa melangkah lebih leluasa dengan kinerja dan kedudukan yang lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Inilah keseruan dan keindahan hidup apabila dilandasi oleh iman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-132672237945166284?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/132672237945166284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/serunya-hidup-ini-indahnya-pertemanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/132672237945166284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/132672237945166284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/serunya-hidup-ini-indahnya-pertemanan.html' title='Serunya hidup ini, Indahnya Pertemanan Ini'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-r1vpjEQeWrw/TsCd9fsl8UI/AAAAAAAAAR4/bAhzlkGU9x8/s72-c/DSC01862.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-6779550660610061</id><published>2011-11-09T06:18:00.008+07:00</published><updated>2011-11-09T10:10:03.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phenomena Sekitar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlak'/><title type='text'>Tanpa Sengaja Berbuat Durhaka pada Orang Tua, Akankah Merasa Berdosa??</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Melakukan sebuah khilaf yang kita sendiri sadar dan tahu bahwa itu adalah kesalahan yang harus diperbaiki dan tidak boleh dilakukan, bisa dipastikan, cepat ataupun lambat, suatu waktu orang itu akan berubah dan memperbaikinya. Namun bagaimana jadinya jika perbuatan yang pada hakikat nilainya adalah kesalahan, sementara orang yang melakukannya tidak merasa dan tidak tahu bahwa perbuatan itu adalah kesalahan? Tentu sepanjang kesadaran dan pandangannya terhadap perbuatan itu belum tersadarkan, maka sepanjang itu pula ia akan terus mengerjakannya tanpa ada rasa bersalah dan tidak akan merasa butuh untuk mengerjakan perbaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat Rasulullah bersabda di depan para shahabatnya, "&lt;i&gt;minal kabaairi syatmu al-rajuli waalidihi&lt;/i&gt; = Termasuk dosa besar seseorang yang memaki ibu bapaknya!". Para shahabat waktu itu seakan bingung sebab sepertinya dengan tidak dibicarakanpun, memaki kedua orang tua sendiri itu memang secara pandangan umumpun adalah durhaka, dosa besar. Tapi para shahabat lebih jeli lagi. mungkin dalam benak mereka kemudian terpikir, Apakah mungkin akan ada seorang anak yang tega mencaci maki orang tuanya sendiri, padahal biasanya seorang anak selalu akan membela orang tuanya meskipun orang tuanya dalam posisi salah?. Para shahabat pun mempertanyakan persoalan itu; "&lt;i&gt; wa hal yasubbu ar-rajulu waalidihi?&lt;/i&gt; = apakah ada orang yang berani memaki ibu bapanya sendiri?" Rasulullah menjawab: "&lt;i&gt;Ada!&lt;/i&gt;" "&lt;i&gt;yasubbu aba ar-rajuli fayasubbu ar-rajulu abahu, wa yasubbu ummahu fayasubbu ummahu&lt;/i&gt; = ia itu adalah seseorang yang memaki ayah seseorang kemudian seseorang itu balik memaki ayahnya, kemudian seseorang itu memaki pula ibu seseorang yang seseorang itu balik memaki pula ibunya". Kisah dialog Rasulullah dengan para shahabatnya ini bisa saudara baca dalam kitab "Bulughul Maram" hadits no 1488. Derajat hadits ini dijamin secara mufakat keshahihannya oleh Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas adalah salah satu dari sebagian penomena yang banyak kita jumpai, dan bahkan bisa jadi sering kita lakukan, dalam perilaku sehari-hari. Perilaku yang seringkali tidak disadari kalau itu adalah perbuatan salah dan dosa. Seringkali tidak terpikirkan kalau hakikatnya perbuatan itu adalah perbuatan yang mengundang orang lain untuk melecehkan orang tuanya sendiri. Secara selintas kasus tersebut selalu kita pandang sepele dan tidak berdampak terlalu buruk, tapi setelah kita renungkan semuanya akan nyatalah kebenaran sabda Rasulullah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi hal-hal serupa semacam contoh kasus dalam hadits tersebut amat banyak kita lakukan. Di sini lah sebenarnya kita butuh untuk selalu berpandangan jeli dalam memutuskan sikap dan perbuatan. Tanpa berpikir panjang ke depan, akan dampak-dampak yang akan muncul menyusul setelahnya, dosa-dosa besar itu bisa jadi akan terus kita kerjakan dengan tanpa disadari sebagai dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu hadits ini Rasulullah telah membangunkan kesadaran terhadap sesuatu yang jarang disadari hingga banyak orang yang merasa biasa melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari pesan utama hadits ini setidaknya menyuruh kita bahwa jangan pernah sekalipun berani menghina, melecehkan, mencaci, mengolok-olokkan orang tua seseorang, meski dalam ruang lingkup candaan, sebab perlakuan semisal itu pada hakikatnya sedang menghina, melecehkan, mencaci dan mengolok-olokkan orang tua kita sendiri. Sementara pelajaran umumnya, kita harus selalu hati-hati dalam bertindak, penuh pertimbangan matang dengan memikirkan konsekuensi-konsekuensi ke depannya, agar kita tidak terjebak dalam dosa besar yang tidak terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hadits ini menjadi pelajaran bermanfaat buat kita hingga kita sekarang bisa sadar kemudian berhenti dari perbuatan yang dipaparkan, dan secepatnya meminta maaf pada kedua orang tua kita yang selama ini mereka telah kita caci maki tanpa sengaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ayah... Ibu... maafkan kami yang telah khilaf berbuat salah kepada kalian..!!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-6779550660610061?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/6779550660610061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/tanpa-sengaja-berbuat-durhaka-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6779550660610061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6779550660610061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/tanpa-sengaja-berbuat-durhaka-pada.html' title='Tanpa Sengaja Berbuat Durhaka pada Orang Tua, Akankah Merasa Berdosa??'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8820572520390069718</id><published>2011-11-07T21:05:00.006+07:00</published><updated>2011-11-07T23:51:18.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phenomena Sekitar'/><title type='text'>Ada Apa dengan 'Iedul Qurban kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FmaGDnoSLas/TrgKVp3noAI/AAAAAAAAARc/4ewa4FqrWNA/s1600/avatar%2Baang%2BAmin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FmaGDnoSLas/TrgKVp3noAI/AAAAAAAAARc/4ewa4FqrWNA/s400/avatar%2Baang%2BAmin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672295097805807618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah perjalanan hidup Rasulullah, setidaknya kita dapat melihat perkembangan kesejahteraan masyarakat Muslim waktu itu dari tahun ke tahunnya melalui tahapan syari'at distribusi daging hewan qurban di waktu hari raya 'Iedil Adha. Pada periode awal disyariatkannya penyembelihan hewan qurban, Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; melarang setiap ummat islam untuk menyimpan daging qurban dan memerintahkan untuk membagi habis seluruh daging tersebut kepada masyarakat luas. Pada tahun berikutnya Rasulullah kemudian membolehkan untuk menyimpan dan mengawetkannya. Dengan digantikannya larangan dengan pembolehan dalam jangka waktu berturutan satu tahun berikutnya itu, bisa dipastikan bahwa kondisi kesejahteraan masyarakat dalam jangka satu tahun dari periode qurban pertama mengalami peningkat secara signifikan, hingga larangan untuk mengawetkan daging qurbanpun diganti dengan pembolehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban di masa Rasulullah mampu mensejahterakan masyarakat hingga syari'at pendistribusian hewan Qurban pun berkembang cepat dalam menyikapinya. Apakah meningkatnya kesejahteraan masyarakat waktu itu tumbuh akibat dari dampak bantuan distribusi daging hewan qurbannya, atau semangat qurban itu sendiri yang mendorong kaum muslimin untuk menjadi para qurbani? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika phenomena itu muncul akibat persoalan yang pertama, maka pertanyaan berikutnya adalah; seberapa besarkah bagian yang diterima oleh masyarakat hingga syari'at mampu menstimulus perekonomian mereka, seberapa lama kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan bagian yang diterimanya dalam memenuhi kebutuhan pokoknya hingga mereka mampu menabung dan mampu merubah statusnya dari seorang penerima ke seorang penyembelih di tahun berikutnya? Dengan adanya larangan untuk menyimpan dan mengawetkan daging hasil penyembelihan qurban, setidaknya pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah dapat terjawab, bahwa hewan yang disebelih sangat sedikit, otomatis pula bagian yang bisa diterima oleh masyarakat pun sangatlah sedikit, mereka tidak bisa menyimpan daging Qurban untuk konsumsi esok hari, qurban di tahun pertama secara besaran materi sangatlah tidak memungkinkan membantu secara penuh kebutuhan pokok masyarakat atau situasi kemiskinan mereka berhari-hari bahkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas setidaknya penulis memahami adanya perkembangan kesejahteraan dalam phenomena kehidupan masyarakat di masa Rasulullah itu lebih kepada adanya dorongan semangat yang didapat oleh para individu dari memahami syari'at qurban untuk menjadi individu-individu yang tumbuh meningkat dari yang mulanya sebagai mustahik (konsumen), menjadi para qurbani (yang mengikhlashkan sebagian kekayaannya untuk diserahkan ke pada Allah SWT., lewat hewan Qurban) di tahun berikutnya. Mereka terangsang untuk menjadi orang-orang yang mampu menjalankan syari'at qurban, bukan menjadi orang yang patut ditolong oleh hewan qurban lagi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-oL2X2YDqTik/TrgBw6tyS6I/AAAAAAAAARE/BHLYEamzKMQ/s1600/DSC_0139.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oL2X2YDqTik/TrgBw6tyS6I/AAAAAAAAARE/BHLYEamzKMQ/s400/DSC_0139.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672285670579784610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jika kita membandingkan masa Rasulullah di atas, dengan kondisi masyarakat, terutama di perkotaan-perkotaan besar, di Indonesia akhir-akhir ini, dari tahun ke tahun jumlah para peminta bagian daging qurban malah terlihat semakin banyak jumlahnya. Dan ironisnya lagi, orang-orang yang meminta bagian hewan qurban seakan bukan diakibatkan dari kebutuhan mereka untuk mencicipi daging hewan yang mereka tidak mampu rasakan di hari-hari luar iedul qurban. Mereka berbondong-bondong memburu tiap lokasi penyembelihan dan menggondol pulang kiloan daging yang terlihat mereka tenteng dengan berat ditangan. Mereka rela berdesakan di bawah panas mentari demi mendapatkan bagian, dan kemudian lari-lari ke lokasi lain untuk melakukan hal yang serupa. Kondisi ini selalu sama, dengan orang-orang yang relati sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya apabila kita kembali menghayati dan merenungkan inti dari syari'at qurban ini, hingga apa yang disyari'atkan mampu kita wujudkan sesuai cita-cita dan ruh yang dikandung di dalam syari'atnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah dengan phenomena masyarakat seperti demikian menjadi gambaran bahwa semakin kronisnya psikis hedonis, pragmatis, dan konsumerisme yang diidap di masyarakat kita? Apa yang kurang dari metode dakwah kita hingga tumbuh gaya hidup seperti ini? dan bagaimana langkah-langkah untuk mengantisipasinya hingga penyakit masyarakat seperti ini bisa diperbaiki? apa yang harus dilakukan berikutnya agar kondisi di masa Rasulullah bisa kita wujudkan pada kondisi masyarakat kita? ini pun selayaknya menjadi persoalan-persoalan yang menjadi PR kita, para penggerak dakwah, dalam berjuang mengisi masa tenggang  'Idul Qurban berikutnya hingga dapat terwujud semangat qurban yang sesungguhnya di masyarakat sekitar kita. &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8820572520390069718?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8820572520390069718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/ada-apa-dengan-iedul-qurban-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8820572520390069718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8820572520390069718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/11/ada-apa-dengan-iedul-qurban-kita.html' title='Ada Apa dengan &apos;Iedul Qurban kita'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FmaGDnoSLas/TrgKVp3noAI/AAAAAAAAARc/4ewa4FqrWNA/s72-c/avatar%2Baang%2BAmin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-2856784841807398188</id><published>2011-10-19T13:08:00.002+07:00</published><updated>2011-10-19T13:19:30.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pohon Kenangan</title><content type='html'>&lt;div align='center'&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Batang pohon masa lalu tersapa juga masa senja, kering kerontang ketuaan&lt;br /&gt;Biji silamnya kini terbang tersebar angin&lt;br /&gt;Melayang menjelajah ragam pelosok kehidupan&lt;br /&gt;Jatuh pada batu, tanah, danau dan lautan sejarah peradaban&lt;br /&gt;Tersungkur, mengambang, ada pula yang terbang mengembara angkasa rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin pun mengarak awan pekat hitam&lt;br /&gt;Halilintar bertubi bergelegar memecut kebekuan, mengurai mencairkan hujan&lt;br /&gt;Angkasa memutih bersih, penuh kesegaran&lt;br /&gt;Cahaya kehidupan tampak bergeliat mendapat semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basah, air itu begitu basah menggenang di setiap permukaan&lt;br /&gt;Merangsang tunas biji silam membangun kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini biji itu berwujud tangkai&lt;br /&gt;Ruasan akarnya menghujam pusara bumi, mencengkram tanah hitam&lt;br /&gt;Berdiri kokoh menahan hilir mudiknya warna gelap terang siang demi malam&lt;br /&gt;Tak kenal lelah mengikuti, generasi demi generasi, biji dan tunasnya terus mendekap kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku bersandar kini pada kokohnya pohon silam.&lt;br /&gt;Beristirahat sejenak dalam lambaian mendayu irama kenangan.&lt;br /&gt;Jalanan masa depan masih panjang terbentang, tak tersapa ujung tatapan mata.&lt;br /&gt;Gersangnya padang pasir, segarnya padang ilalang, bekunya kutub salju, kerontangnya musim gugur, adalah pagar pembatas jalan penjelajah hidup.&lt;br /&gt;Cucuran keringat dan air mata, senyum simpul dan gelak tawa, hanyalah aroma-aroma terhirup hidup.&lt;br /&gt;Di bawah kokohnya pohon silam, diteduh rimbun dedaunannya, kini ku sandarkan peluh&lt;br /&gt;Ngantuk menyengat menembus sulbi, haruskah kubenam saja pertengahan jalan ini dalam lelap mimpi yang tak jua kutemui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kenangan sungguh tenang buatku bersandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kiranya bukanlah hidup dikala ceritanya hanya diam&lt;br /&gt;Maka kini bangkitku pun bangkit meneruskan jalan&lt;br /&gt;Seperempat abad hidupku kini kuukir buat setangkai silam segar di masa kemudian&lt;br /&gt;Menjelma kembali pohon kenangan yang membanggakan buat rehat ku bersandar&lt;br /&gt;Salam tinggal pohon silam…!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-2856784841807398188?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/2856784841807398188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/10/pohon-kenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2856784841807398188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2856784841807398188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/10/pohon-kenangan.html' title='Pohon Kenangan'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5745251180403793709</id><published>2011-10-19T10:37:00.004+07:00</published><updated>2011-10-19T11:30:58.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orangtua dan Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selamatkan Generasi'/><title type='text'>Tips Hindarkan Anak dari Bahaya NARKOBA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--mL5BkaF51g/Tp5P1vlwYRI/AAAAAAAAAQo/eqSdpCL1AHs/s1600/poster_narkoba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--mL5BkaF51g/Tp5P1vlwYRI/AAAAAAAAAQo/eqSdpCL1AHs/s400/poster_narkoba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665053166005149970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Berita terkait persoalan NARKOBA, dari hari ke hari kian menghawatirkan. Media ibu kota Jakarta, semisal Pos Kota --tertanggal 7 Juni 2010, mengabarkan bahwa "&lt;i&gt;data kepolisian mencatat pada 2010 penggunan narkoba di Jakarta mencapai 800 ribu orang. Dengan rata-rata usia konsumen 17 hingga 40 tahun."&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) anak mulai menginjak masa remaja. Masa di mana luapan rasa penasaran untuk mencoba segala hal sedang ada dalam puncak-puncaknya, juga masa di mana keinginan untuk mendapatkan pengakuan eksistensi dan penemuan jati dirinya sangatlah besar. Pada masa usia seperti itu, saya dihadapkan pada situasi teman-teman yang memiliki beragam kepribadian. Sebagian dari teman-teman yang dekat dengan saya adalah mereka yang sudah terjerumus dalam pergaulan bebas. Sebagian dari mereka yang saya sebutkan itu adalah mereka-mereka yang sudah terlanjur mengalami kecanduan NARKOBA. Kondisi mereka, di sekolah, seringkali dikucilkan akibat para guru sering kali menyuruh teman-teman lainnya menjauhi mereka. Ayah saya juga hampir sama dengan para guru di sekolah, lebih banyak melarang saya bergaul dengan anak-anak yang akhlaknya jelek. Meskipun begitu, waktu itu saya memiliki pandangan berbeda dengan mereka. Saya lebih memahami pesan pokok dari ayah saya adalah tidak boleh terbawa oleh kebiasaan buruk merekanya,  bukan masalah bergaulnya. Alasan utama kenapa saya tetap dekat dengan mereka, dilantarankan waktu itu saya memikirkan andaikan tidak ada satu pun orang baik yang mau mendekati mereka, tentu saja mereka yang jadi korban dari pergaulan buruk itu akan selamanya bergaul dengan orang-orang buruk (karena orang baik tidak mau mendekati mereka) dan akan terus menjadi korban sehingga akhlaknyapun kemungkinan besar tidak bakalan kunjung membaik. Berangkat dari pemikiran itu pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap bergaul dengan mereka dengan satu misi, ingin menyelamatkan mereka dari bahaya NARKOBA. Dan &lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;, meskipun lingkungan pergaulan saya lebih banyak dilalui bersama anak-anak pengkonsumsi NARKOBA, saya selamat dari benda haram penuh kutukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari pengalaman saya yang sekian tahun bergaul dengan para pemakai dan pecandu, dengan banyak hujatan, celaan, buruk sangka dan alienasi yang harus saya hadapi meski saya menjalani pergaulan itu dengan niat baik dan tidak punya salah apa-apa dalam persoalan yang dialamatkan, keterselamatan saya dari pengaruh buruk pergaulan bagi saya pribadi adalah pengalaman berharga penuh hikmah. Saya ingin juga berbagi pengalaman di sini terkait langkah-langkah yang pernah saya lakukan hingga saya bisa tidak terpengaruh oleh bahaya pergaulan. Merujuk pada semua pengalaman pribadi saya sendiri, Ada beberapa langkah yang pernah saya lakukan. langkah langkah itu diantaranya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;li&gt;  Jika saudara tidak ingin mengekang pergaulan anak namun tidak mau juga anaknya jadi korban pergaulan, maka langkah pertama yang harus dilakukan oleh para orang tua adalah menyadarkan anaknya mengenai peran yang harus dijalani oleh mereka. Tekankan pada si anak bahwa dalam bergaul mereka jangan menjadi objek pergaulan, melainkan harus jadi subjek yang berusaha mewarnai lingkungan pergaulannya menjadi baik, mengajak para temannya untuk melakukan hal-hal baik bukan menjadi korban ajakan jelek teman-temannya. Jika para orang tua melihat ketidak mampuan anaknya bisa menjadi subjek dalam pergaulan maka lebih baik tekankan kepada si anak untuk tidak coba-coba bergaul dengan mereka yang jelek.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;    Beri anak peringatan untuk tidak mencoba atau mencicipi NARKOBA barang sekali atau sedikit pun. Kebanyakan para korban NARKOBA adalah mereka yang memberanikan diri mencobanya. Bahaya yang pernah mencoba, meskipun ada juga yang tidak mau mencobanya kembali, biasanya merasa lebih mudah untuk mengkonsumsinya kembali apabila mendapat suatu masalah. Kesulitan saya memberhentikan teman-teman yang suka mengkonsumsi NARKOBA secara 100% adalah diakibatkan dari adanya perasaan tidak keberatan dalam diri mereka untuk kembali mengkonsumsinya apabila mereka tengah menghadapi permasalahan hidup.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;    Jelaskan pada si anak mengenai dampak dan konsekuensi yang akan dihadapi olehnya apabila mengkonsumsi NARKOBA, baik berupa ajaran dari Agama, kesehatan, hukum pemerintah, maupun dampak penilaian buruk dari masyarakat yang tidak hanya  akan mencoreng nama baik dirinya tapi juga nama baik keluarga.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;    Latar belakang lain selain akibat dari dorongan keinginan pribadi, korban NARKOBA juga kebanyakan diakibatkan dari kondisi anak yang broken home. Mayoritas yang jadi latar belakang terjadinya broken home dari beberapa curhatan teman-teman saya yang pernah mengalaminya adalah karena banyaknya konplik dalam keluarga yang berkepanjangan juga tidak adanya kemesraan komunikasi antara orang tua dengan anaknya. Jika orang tua sudah mengidentifikasi bahwa mereka tidak mampu membina komunikasi dengan anaknya hingga tidak tahu persoalan-persoalan pokok yang mendorongnya untuk mengkonsumsi NARKOBA, carilah orang yang bisa menjadi jembatan komunikasi, antara kita dan anak, apakah itu teman dekatnya ataupun orang yang bisa didengar pembicaraannya oleh si anak, sehingga miskomunikasi bisa segera diselesaikan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;    Jika saudara menghadapi anak atau teman sudah dalam kondisi pecandu berat dan dia mau melakukan berhenti dari kelakuannya, biasanya usaha untuk berhentinya suka terganjal oleh kondisi sakaw (maaf kalau salah tulis istilah ini) yang sangat ditakuti oleh para pecandu. Langkah pertolongan berarti dari kita, jika tidak dibawa ke rumah sakit, adalah dengan cara terus memberi motifasi bahwa mereka mampu untuk berhenti dan pastikan bahwa mereka bisa selamat dari sakaw. Berikan saran pada si penderita bahwa niat mereka untuk berhenti harus kuat, karena dengan memperkuat niat sesuatu bisa dilalui dengan mudah. Contoh kongkrit dari persoalan niat ini adalah kondisi shaum di bulan ramadhan. Pada hakikatnya para pecandu rokok yang sudah mengatakan beratus-ratus kali bahwa dirinya tidak bisa berhenti merokok itu kenyataannya mereka bisa saja berhenti merokok diwaktu puasa. Bisanya mereka berhenti pada saat puasa adalah adalah buah  dari ketebalan dan kekuatan niat yang mereka miliki untuk berpuasa.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah di atas adalah langkah yang pernah saya lakukan dan alhamdulillah telah terasa keberhasilannya, semoga para pembaca pun dapat merasakan hasil yang sama. Dan perlu ditekankan pula di sini bahwa isi dari semua tulisan saya di sini adalah berdasarkan pada pengalaman, oleh sebab itu mohon maaf apabila banyak kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SEMOGA BERMANFAAT…!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5745251180403793709?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5745251180403793709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/10/di-usia-sekolah-menengah-pertama-smp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5745251180403793709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5745251180403793709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/10/di-usia-sekolah-menengah-pertama-smp.html' title='Tips Hindarkan Anak dari Bahaya NARKOBA'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--mL5BkaF51g/Tp5P1vlwYRI/AAAAAAAAAQo/eqSdpCL1AHs/s72-c/poster_narkoba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-7121078022383198335</id><published>2011-09-23T14:26:00.004+07:00</published><updated>2011-10-04T13:55:15.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tasawuf'/><title type='text'>Meluruskan Tasawuf</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Kawan, jalan untuk mempertebal keyakinan terhadap semua hal yang kita imani itu banyak jalannya, termasuk cara bagaimana mempertebal keyakinan bahwa Allah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subhaanahu wa ta'ala&lt;/span&gt; adalah satu-satunya zat yang maha kuasa dalam menghidupkan dan mematikan makhluknya. Di zaman yang sedang dirundung oleh hegemoni paradigma &lt;span style="font-style:italic;"&gt;materialisme&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hedonisme&lt;/span&gt;, sudah selayaknya kita melakukan ikhtiar (baik berupa pemikiran, pencarian ilmu, maupun menghadapi beragam problema hidup dengan penuh keberanian) untuk mengkaji kembali sejauh mana ketebalan ideologi yang kita anut dan akui itu ada dalam keyakinan kita, agar bagaimanapun macamnya gempuran dari ideologi-ideologi luar itu tidak mampu mempengaruhi dan merusak apa yang kita akui, hingga tidak lagi terjadi kasus yang mengisahkan sebuah ideologi tinggal sebatas akuan dan label yang tidak ada isinya atau dengan kata lain, sebuah ideologi yang bukan ideologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan cara mempertebal keimanan ini dalam lingkup kajian keilmuan Islam kita kenal dengan Istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tasawuf&lt;/span&gt;. Sampai saat ini, keilmuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tasawuf&lt;/span&gt; ini terjebak dalam kemandegan. Persoalan utamanya, dalam hemat penulis, adalah dilantarankan oleh pihak-pihak yang mengatas-namakan pengkaji &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tasawuf&lt;/span&gt; tapi tidak memahami secara utuh makna dasar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tasawuf&lt;/span&gt; itu sendiri. Dunia sejarah bahkan telah memotret bagaimana perilaku-perilaku dari para pengaku dirinya menempuh jalan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sufisme&lt;/span&gt; ini terjebak dalam gelombang kesalah-pahaman hingga berbenturan dengan beragam ketentuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;syari'ah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tauhid&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memperhatikan kontek hadits yang dijadikan insfirasi awal lahirnya tasawuf, maka kategori tasawuf adalah wilayah keilmuan yang membahas beragam metode dan cara agar iman kita semakin tebal, agar keyakinan kita menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan kata lain, tasawuf adalah kajian yang mengetengahkan metode agar kondisi iman di atas segala-galanya bisa dicapai oleh ummah Islam. Itulah yang penulis fahami dari kontek hadits "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;beribadahlah kamu seolah-olah engkau melihat-Nya, andaipun engkau kondisinya tidak bisa melihat Dia, maka sadarlah bahwa Dia tengah melihatmu&lt;/span&gt;". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berwujudnya Tasawuf menjadi aliran-aliran (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;thariqah&lt;/span&gt;)yang lebih banyak bertentangan dengan syari'ah, lebih banyak diakibatkan dari adanya interfensi dari para guru mereka yang menetapkan cara-cara yang pernah ditempuhnya menjadi sebuah keharusan yang seakan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan kondisi itu menjelmalah tasawuf menjadi sempalan-sempalan islam yang menetapkan syari'ah baru yang menyerupai praktek-praktek ibadah mahdhah yang tidak dikenal dalam ketetapan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha untuk membenahi kondisi tasawuf yang sudah melenceng ini sudah pernah dilakukan oleh para pelaku tasawuf itu sendiri di abad-bad sebelum kita. Sejarah terkait usaha ini salah-satunya bisa saudara baca dalam buku sejarah sosial ummah Islam karya Ira M Lapidus terbitan Rajawali Press. Meski usaha mereka belum sepenuhnya bisa membersihkan tasawuf dari persoalan-persoalan bid'ah, setidaknya usaha itu patut kita apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi perkembangan zaman yang persoalan teknologi dan produk ekonomi semakin memberikan kemudahan bagi pemuasan kebutuhan secara mudah, usaha tasawuf (mempertebal keimanan terhadap persoalan yang harus diimani)semakin dibutuhkan adanya. Hanya dengan cara-cara demikianlah ummah islam sekarang bisa menyelamatkan eksistensi akidah atau ideologinya. Persoalan yang mamaksa kita selaku ummat islam untuk melenceng dari akidah pokok mungkin kita cukup mudah untuk mengidentifikasi dan mengkanternya, namun persoalan yang bias dan samar, terkadang telah menggerus keimanan kita hingga tidak mampu lagi mewujudkan sosok diri yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai contoh pendekatan tasawuf yang bersih dari perbid'ahan itu sendiri, semoga bisa penulis sumbangkan gambaran konkritnya pada tulis berikutnya. Insya Allah..! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-7121078022383198335?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/7121078022383198335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/meluruskan-tasawuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/7121078022383198335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/7121078022383198335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/meluruskan-tasawuf.html' title='Meluruskan Tasawuf'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-4223788424699810542</id><published>2011-09-17T08:00:00.012+07:00</published><updated>2011-11-09T02:48:42.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antara Cinta dan Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phenomena Sekitar'/><title type='text'>Ketika Benda Mati Diperlakukan Hidup, Ketika Hewan Diperlakukan Manusiawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-H1ncqZo7Mew/TnP-qeNB9HI/AAAAAAAAAPs/WoUNN2uzuOc/s1600/DSCI0891.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-H1ncqZo7Mew/TnP-qeNB9HI/AAAAAAAAAPs/WoUNN2uzuOc/s320/DSCI0891.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653141962895783026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Kawan, izinkan sejenak saya berkisah sedikit mengenai dunia dan kehidupan yang mewarnai laju perjalannya. Tidak akan banyak warna kehidupan yang akan saya kisahkan kali ini. Cukup satu warna dimensi dari dimensi-dimensi kehidupan dunia yang ada dan beragam itu. Satu kebiasaan unik yang jarang saya temukan ditempat lain. Satu kelebihan manusia yang sudah jarang dikerjakan. Mungkin dia bukan satu-satunya orang yang mengerjakan kebiasaan unik yang saya maksudkan, namun saya pribadi sangat jarang menemukannya kebiasaan serupa ini orang lain kerjakan --terutama oleh orang-orang di sekitarku yang umurnya sebaya dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kebiasaan dari antara kebiasaan-kebiasaan lainnya yang paling saya senangi dari teman yang satu ini adalah ketika dia sedang memperlakukan motornya. Setiap kali habis dipakai, motornya selalu ia ajak berbincang. &lt;i&gt;Apakah temanku yang satu ini gila?&lt;/i&gt; Saya pastikan, TIDAK! &lt;i&gt;Tapi kan motor itu benda mati, kok diajak berbincang sih?&lt;/i&gt; Itulah uniknya perlakuan temanku yang satu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku yang satu ini, bukan hanya mengajak ngobrol motornya apabila ia sedang menemukan masalah pada kondisi mesinnya, tapi juga ia seringkali meminta maaf apabila dalam memperlakukannya semasa dipakai di jalanan tadi motor tersebut tidak diberlakukan terlalu arif dan hati-hati. Mungkin motornya sudah capek dan kelelahan. Tapi lantaran terburu-buru oleh desakan ketepatan waktu kerja atau jadwal janji pada temannya hingga ia tidak menghiraukan kondisi itu. Sambil mengusapkan lap basah untuk menyeka setiap kotoran debu yang menempel di tubuh motor tersebut, Temanku berulang kali meminta maaf layaknya minta maaf seorang manusia pada manusia lainnya. Dibelainya seluruh tubuh motor tersebut penuh kasih sayang. Diperiksanya seluruh bagian motor itu dengan penuh hati-hati dan telaten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, selain perlakuannya yang penuh perhatian itu ia juga memberi nama terhadap motor-motornya. Meski hanya sebuah nama, apalagi nama terhadap benda mati, namun bisa jadi dengan nama itu pula cerminan kasih sayang yang tergambar dalam segala perlakuannya, semuanya itu bermuara. Anda akan merasakan kenyamanan yang dalam tatkala melihat dia menungganginya, bahkan bisa jadi anda menjadi ikut menjadi orang yang tertarik untuk menyukai motornya. Motor tua yang kebanyakn rewel dan memusingkan kebanyakan para pemiliknya itu, dengan perlakuannya yang penuh kasih sayang, semuanya seakan tidak ada masalah dan orang yang melihatnya pun ikut menikmati kenyamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rlfra-ECv5g/TrmEaagewyI/AAAAAAAAARs/POEzZXvCB_c/s1600/kang_ibing.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rlfra-ECv5g/TrmEaagewyI/AAAAAAAAARs/POEzZXvCB_c/s400/kang_ibing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672710794976871202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan yang begitu spesial terhadap benda kesayangan, bila saya coba bandingkan antara yang suka memberi nama dengan yang hanya sebatas perlakuan spesial biasa (tanpa memberi nama), sungguh hasilnya amat jauh beda, setidaknya dari sisi kedalaman penghayatan mereka tatkala memperlakukannya. Sosok lainnya yang memiliki kebiasaan sama dalam memberikan nama terhadap benda miliknya, kalau dari tokoh populer di Indonesia adalah &lt;i&gt;almarhum&lt;/i&gt; Kang Ibing (Aktor pemeran utama di film Si Kabayan). Kang Ibing bagi masyarakat Jawa Barat khususnya amat dikenal sebagai sosok figur yang gemar mengurus hewan domba. Domba-dombanya itu, menurut kabar yang saya terima, hampir semuanya beliau kasih nama. Dan bagaimana beliau dalam memperlakukan domba-domba ternakannya itu, sungguh tidak patut untuk diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah dimensi warna yang menghiasi ketakjuban ragam corak kehidupan manusia yang tidak bisa digantikan oleh makhluk-makhluk lainnya itu, Sekian lama saya terhanyut menikmati ketakjuban perilaku temanku dan orang-orang yang se-ragam dengannya. Kebiasaan yang mengingatkan saya pada kebiasaan-kebiasaan lama para orang tua di perkampungan kelahiran saya, yang sekarang amat jarang saya temukan baik di kehidupan para orang tua perkotaan, apalagi kaum mudanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait hal serupa itu, saya dulu sempat membaca bahwa kebiasaan Rasulullah pun demikian. Rasulullah suka memberi nama yang bagus-bagus terhadap benda kepunyaannya, salah satunya seperti pada untanya dengan nama &lt;i&gt;al-Qashwah&lt;/i&gt;. Meski demikian, wawasan saya terhadap cerita sejarah kebiasaan Rasulullah itu, dulu pemahamannya tidaklah sedalam seperti yang dipahami sekarang, setelah dibenturkan dengan kebiasaan serupa yang terwujud dalam perilaku yang dikerjakan oleh seseorang secara persis di depan mata sendiri. Pengetahuan saya tentang sejarah itu tidak sampai pada usaha memikirkan betapa penyayangnya rasulullah terhadap benda dan hewan sekitarnya, betapa bagusnya perlakuan beliau terhadap semuanya. Bahkan kini saya cukup memahami bagaimana kondisi kebersihan dan kerapihan rumah beliau dengan mengetahui sifat-sifat beliau yang suka memberi nama terhadap benda-benda miliknya itu. Ketakjuban saya terhadap teman yang dipandang unik itu kini telah menghantarkan saya pada kedalaman takzim terhadap Rasulullah yang telah menjalankan pola hidup demikian jauh ratusan tahun lalu, tanpa batas hobi ataupun milik pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya kehidupan di dunia ini jika para manusia, selaku penghuni dan sekaligus pengurusnya itu, memberlakukan semuanya dengan perlakuan penuh penghayatan dan kasih sayang. Bisa dipastikan sejarah di masa depan tidak akan mengisahkan kerusakan dan kekacauan, andai kata seluruh manusia semasa hidupnya senantiasa berlaku penuh penghayatan dan kasih sayang terhadap benda, hewan dan tumbuhan di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-4223788424699810542?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/4223788424699810542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/ketika-benda-mati-diperlakukan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4223788424699810542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4223788424699810542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/ketika-benda-mati-diperlakukan-hidup.html' title='Ketika Benda Mati Diperlakukan Hidup, Ketika Hewan Diperlakukan Manusiawi'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-H1ncqZo7Mew/TnP-qeNB9HI/AAAAAAAAAPs/WoUNN2uzuOc/s72-c/DSCI0891.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8225625356899098206</id><published>2011-09-13T19:56:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T20:02:39.372+07:00</updated><title type='text'>Dampak Buruk Kemajuan Teknologi</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Apabila seekor harimau dibesarkan dalam sangkar, meskipun ciri-ciri esensial dari harimau itu masih bisa kita lihat, setidaknya potensi dan kekuatan harimau tersebut akan jauh menurun ketimbang harimau yang dibesarkan di hutan bersama habitatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kondisi di atas tidak berarti Saya setuju apabila dikatakan bahwa sesuatu yang paling besar mempengaruhi sesuatu adalah waktu dan lingkungannya, terutama jika persoalan ini dikaitkan dengan perkembangan “manusia”. Manusia memiliki naluri untuk mengatur dan mempertimbangkan sesuatu hal terkait kehidupannya. Meski anda melakukan nikah diatas namakan pada kata “Perjodohan orang tua” pada dasarnya hal itu bukan berarti anda melakukan pernikahan itu karena perjodohan, sebab sejatinya yang memiliki kekuasaan untuk memutuskan dan mengambil jalan itu adalah anda sendiri, bukan orang tua. Anda dikatakan menjadi seorang pemabuk lantaran pergaulan anda dengan para pemabuk, sebetulnya yang berperan penting akan hal itu bukan karena lingkungan, tapi karena anda sendiri yang memutuskan sebuah keputusan yakni untuk jadi pemabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi pada dasarnya mengusahakan agar manusia bisa menjalani hidup lebih mudah, lebih ringan, lebih instan. Segala persoalan yang dulunya dipandang sukar dan membutuhkan kerja berat, dengan teknologi hal itu bisa kita jalani dengan ringan. Perjalanan yang pada masa sebelum ada teknologi yang mendukungnya harus dilalui berhari-hari, setelah ada teknologi transfortasi bisa dijalani dalam hitungan jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau pun tidak, jika kita membandingkan dengan naluri hewani seperti yang penulis kisahkan di muka tadi, jika kondisi manusia terus dimanjakan oleh kemajuan teknologi yang mengusahakan sebisa mungkin bisa memberikan pasilitas yang memudahkannya, potensi dan kekuatan yang dimiliki manusia akan semakin meluntur. Daya pikirnya, daya tahan tubuhnya, daya tahan ruhiyahnya, daya instingnya, terutama ketika menghadapi phenomena kehidupan di alam bebas, akan terlihat semakin terbata-bata, kaku. Setiap daya yang dimilikinya dari hari kehari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, jika terus tidak dipergunakan dan tidak diolahnya, lambat laun memudar dan bisa jadi hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang semakin mudah prustasi meski persoalan yang dihadapinya adalah bukan persoalan pokok yang besar. Bukankah banyak dari saudara kita yang biasa hidupnya senang kemudian suatu hari merasa bimbang takut tidak bisa hidup hanya dikarenakan tidak memiliki uang? Padahal jika kita pikirkan, persoalan hidup tidak selamanya berhubungan dengan uang, tapi karena kita selalu dan selalu berada dalam kondisi di mana uang menjadi benda yang paling banyak kita pergunakan, dikala uang itu tidak ada kita pun merasa kehilangan, kita merasa resah duluan, sementara logika kita sudah lupa tidak digunakan untuk mencerna dan menyikapi semuanya. Dari sini kita bisa menangkap bahwa satu pontensi dari satu contoh kasus barusan sudah tumpul dipergunakan, karena memang sudah jarang dipergunakan. Begitu juga kasus lain seperti kita merasa bingung untuk berangkat sekolah karena tidak punya uang, padahal pada hakikatnya kasus semacam itu sudah bisa kita selesaikan dengan melakukan jalan kaki, kita seakan tidak bisa membantu orang lain hanya karena tidak punya uang, padahal persoalan membantu bisa juga dengan tenaga atau pikiran. Kemudahan-kemudahan yang kita terus dapatkan lambat laun akan menggerus potensi penting yang oleh jiwa dan raga kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun manusia memiliki sensor yang mempu memilah dan memenej dirinya. Manusia memiliki potensi untuk tidak takluk pada ruang dan waktu, kondisi dan lingkungan. Manusia memiliki potensi kendali. Bukankah Rasulullah pernah bersabada bahwa kita semua ini adalah pemimpin? Pemimpin adalah posisi dimana seseorang memiliki wewenang dan kekuatan untuk memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dalam kehidupan kita pada hakikatnya adalah buah dari putusan kita. Kita lemah karena kita memutuskan diri kita untuk jadi lemah. Kita kuat karena kita memilih diri untuk menjadi kuat. Namun semua itu terkadang ada di bawah ambang ketidak sadaran kita. Kita tidak sadar telah memutuskan untuk menjadi apa yang kita jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rangkaian pemikiran ini pada akhirnya kita akan sampai pada sebuah titik balik yang semoga bisa membuka gerbang cakrawala penyelesaian. Bahwa kemajuan teknologi yang menyuguhkan serba kemudahan itu akan menggerus potensi-potensi kemanusiaan kita, jika selama menghadapi kemajuan teknologi itu kita menghadapinya dengan posisi ketidak sadaran sehingga kita tidak lagi menjadi subjek pelaku tapi hanya seongok objek penderita yang dinina-bobokan.  Dalam sebuah kisah hikmah, kondisi ini mirip dengan seekor singa yang sedang diburu bukan dengan jebakan jerat pukat, tapi cukup dengan satu piring darah yang di tengahnya disimpan pisau yang sangat tajam. Singa tersebut terus menjilati piring dan pisau tajam itu dengan tenang sebab yang dirasanya adalah sedang meminum darah, padahal darah itu adalah darah tubuhnya sendiri yang terus mengalir ke piring akibat goresan pisau pada lidahnya. Singa itu mati kehabisan darah dan menjadi korban pemburu tanpa sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wal hasil, jika kita ingin selamat menajadi manusia yang senantiasa ada dalam kemanusiaannya dikala menghadapi kondisi yang ada di sekitar kehidupannya, maka jalan terbaik untuk menuju hal itu  adalah dengan senantiasa berusaha bertindak dan mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan dan kesadaran. Kita mengerjakan sesuatu karena kita sudah mempertimbangkan konsekuensi logis dari apa yang akan dan sedang kita kerjakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tulisan ini diposting ulang dari tulisan saya di &lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2011/09/13/dampak-buruk-kemajuan-teknologi/"&gt;Kompasiana.com/Purnawarman&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8225625356899098206?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8225625356899098206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/dampak-buruk-kemajuan-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8225625356899098206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8225625356899098206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/dampak-buruk-kemajuan-teknologi.html' title='Dampak Buruk Kemajuan Teknologi'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-6810827822151988160</id><published>2011-09-13T19:50:00.003+07:00</published><updated>2011-09-13T19:55:47.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat Hidup'/><title type='text'>Kreativitas Manusia</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam keadaan memiliki kelebihan dari makhluk-makhluk lainnya. Salah-satu kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lainnya, manusia memiliki potensi (kekuatan) untuk berkarya. Meski manusia tidak bisa membuat zat baru secara mutlak, manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan atau berinovasi mengenai semua zat-zat dasar yang ada. Dalam filsafat puitis Iqbal, dalam persoalan potensi berkreasi ini, manusia digambarkan sebagai makhluk yang mendekati sifat Tuhan itu sendiri. Jika Allah membuat batu, maka manusia bisa membuat batu tersebut menjadi kaca. Jika Allah telah membuat racun, maka manusia bisa memodifikasi racun tersebut sampai menjadi obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan-kelebihan yang dimiliki manusia tersebut terkadang mengantarkan manusia untuk bersifat angkuh, sombong dan tidak tahu diri. Hanya karena dirinya telah menemukan sebuah pemikiran atau penemuan baru, seringkali dirinya lupa daratan, dalam pepatah dikatakan seperti kacang lupa kulitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika kita mau mengamati kondisi sebetulnya, beragam penomena yang terjadi disekitar kehidupan manusia jauh menggambarkan beragam kelemahan manusia itu sendiri. Andai kata manusia tidak memiliki kelemahan dalam hal potensi kreasinya, tentu mereka tidak akan pusing-pusing mengurusi Hak Cipta yang dicolong orang. Manusia yang tidak punya keterbatasan dalam hal potensi kreasinya akan merasa aman-aman saja jika terjadi hal semacam itu, sebab dia dengan mudahnya bisa berkreasi lagi dalam bentuk kreasi-kreasi yang lebih bagus. Namun itulah manusia. Meskipun dirinya menyimpan potensi yang unggl dari makhluk lainnya, pembendaharaan istilah “keterbatasan” akan senantiasa melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung yang dipahat dan diukirnya, lukisan yang digoresinya, seni sastra yang dirangkainya, rumusan-rumusan ilmu pengetahuan yang ditemukannya, teknologi yang dibuatnya, semuanya selalu ada dalam ranah serba keterbatasan. Daya cipta yang dimiliki manusia pada suatu waktu terkadang melesat kencang dan tidak tertahankan, namun pada waktu yang lain ia juga akan menemukan stagnansi yang dirinya merasakan ketumpulan, mentok, mandeg, dalam berkarya. Dalam priodesasi kondisi kemandegan ini lahirlah manusia-manusia yang lebih mencintai hasil karya para leluhurnya ketimbang berkaya dan berinovasi sendiri. Ramah budaya pada periode ini bukan menjunjung tinggi nilai-nilai yang sifatnya berkarya, bercipata atau berkarsa, tapi adalah mempertahankan budaya yang sudah lapuk dieranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jika kita mengamati bagaimana kreasi Allah dalam mencipta makhluk-makhluk-Nya, nilai kreasinya tidak terkena istilah mandeg atau mentok. Entah sudah berapa biliun manusia yang pernah hidup di dunia ini, meskipun mungkin ada beberapa segi kemiripan antara beberapa manusia itu, kita bisa memastikan bahwa Biliunan manusia itu tidaklah sama. Daya kreasinya tetap terjaga dan terus ada. Apalagi jika kita melihatnya pada jumlah populasi binatang seperti semut, ayam, tumbuh-tumbuhan ataupun yang sejenisnya, tentu tidak bisa kita bayangkan seberapa cepat Allah mendesain dan menciptakan makhluk-makhluk itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, masihkah ada titik celah yang melayakkan kita untuk berlaku sombong kepada makhluk-makhluk lain disekitar kita, apalagi sombong kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, sehingga kita tidak mau lagi menjalankan janji setianya untuk berlaku di muka bumi sebagai khalifah (pemimpin) bagi makhluk-makhluk lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tulisan ini adalah posting ulang dari tulisan saya di: &lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/09/13/kreativitas-manusia/"&gt;Kompasiana.com/Purnawarman&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-6810827822151988160?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/6810827822151988160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/kreativitas-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6810827822151988160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6810827822151988160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/kreativitas-manusia.html' title='Kreativitas Manusia'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-3047520273400159218</id><published>2011-09-13T00:05:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T00:17:55.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkuat Iman'/><title type='text'>Juli Bertualang Melawan Setan</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang paling saya tidak suka dari perjalanan pulang ke kampung halaman adalah kemalaman di jalan, apalagi kemalamannya sudah melebihi waktu isya. Selain karena kondisi itu seringkali membuat saya harus kebagian mobil angkutan umum (angkot) yang berjubel dan berdesakan, kemungkinan besar lainnya aku juga tidak bakalan dapat angkot karena mobil trayek ke kampungku sudah pada pulang kandang apabila telah tiba waktu isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun ke belakang saya hampir melakukan jalan kaki karena saat sampai terminal waktu sudah pukul delapan malam. Namun waktu itu nasib baik masih menaungi saya, sebab di tengah perjalanan saya bertemu dengan tukang ojek yang mau mengantarkan saya sampai rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan raya yang gelap dan berliku di tengah himpitan gunung-gunung yang berjejer di pinggir-pinggirnya, rumah-rumah penduduk yang masih jarang dan antara satu kampung dengan kampung lainnya saling berjauhan, belum lagi beragam mitos mystis yang beredar di masyarakat, disertai dengan banyaknya kasus pembunuhan yang dilakukan para perampok, mungkin menjadi segudang alasan bagi para pekerja sopir angkot untuk tidak berani melakukan jalan di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di bulan juli kemari, meskipun sudah aku katakan aku sangat tidak suka melakukan perjalanan malam apabila pulang kampung, mau tidak mau saya harus pulang juga diwaktu itu. Ada keperluan keluarga yang sangat mengharapkan aku untuk pulang. Anak perempuan paman saya besoknya akan menikah, saya diminta ayah dan ibu untuk pulang. Kebetulan siangnya saya ada keperluan lain sehingga baru pukul 5 sore saya bisa melakukan perjalanan. Jarak antara tempat tinggal sekarang dengan terminal angkot trayek ke kampung halamanku lumayan jauh. Belum lagi kemacetan di jalur Buah Batu yang selalu panjang merayap di sore hari. Otomatis saya kemalaman juga di jalan, dan baru sampai terminal Ciparay pukul 9 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari terminal Ciparay saya naik dulu angkot jurusan Kebon Awi, dan berhenti di pertigaan Garduh. Jarak antara pertigaan Garduh dengan kampungku hampir 15 KM. Jarak itulah yang harus kutempuh malam itu dengan jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terasa sangat sepi. Angin malam berhembus kencang. Di pinggir-pinggir jalan raya sudah tidak tampak lagi ada orang berkeliaran. Sepanjang jalan yang harus kutempuh itu seakan semua orang sudah menyusupkan badannya ke selimut tebal dan hanyut dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan amat jarang ada lampu yang memberi sinar buat menerangi tanah yang harus kuinjaki. Namun aku harus tetap melanjutkan perjalanan pulang, meski harus menembus kegelapan dengan berjalan kaki seorang diri, tanpa ada teman atau orang yang menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kampung Tonjong, meski kesepian dan kegelapan malam menjadi suasanan yang mewarnai perjalananku, aku tidak begitu gentar atau merasa ketakutan. Namun untuk melanjutkan perjalanan dari kampung Tonjong ke kampungku, ada dua pilihan jalan, dan kedua-duanya memiliki kisah mistis yang memang cukup untuk mendirikan bulu kudukku. Mitos yang sering aku dengar dari masyarakat di antara kedua jalan tersebut sangat beragam, dan meskipun cerita-cerita itu sudah lama tak terdengar karena aku menerimanya saat seumuran anak SD, nyatanya cerita itu masih saja memberi pengaruh besar dalam melemahkan nyaliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena apabila mempertimbangkan pilihan antara kedua jalan itu melalui cerita takhayul keduanya sama dalam hal  memiliki cerita yang menyeramkan, lain halnya dengan pertimbangan jarak tempuh. Apabila saya mengambil jalan arah Bahuan ketimbang arah Babakan, setidaknya saya bisa lebih cepat dan lebih menghemat energi hampir dua kali lipatnya. Untuk itu aku putuskan perjalanan malam itu melalui arah Bahuan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari prasangka awal, kawan. Meski melewati makam dan tempat-tempat gelap nan sepi, perjalanan di kampung sebelumnya tidaklah begitu mencekam. Mungkin karena pengaruh cerita yang beredar dan yang aku dengar, meskipun tidak ada makam yang harus kulewati, jalan arah Bahuan sangat menggigilkan tubuhku. Berkali-kali aku harus mengatur napas dan menseting berulang kali kefokusan pikiran dan perasaan. Hal itu terutama harus aku lakukan apabila tengah melalui tempat-tempat yang pernah menjadi tempat pembunuhan manusia oleh para perampok maupun tempat yang terkenal mistisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dua hal yang bisa menenangkanku dikala melewati tempat-tempat itu, yakni diam sejenak kemudian menjerit dalam hati. Menjerit mempertanyakan kepada Allah SWT. mengenai di mana letak kekuatan imanku. Dengan usaha itu, kesadaranku mengenai posisi aku selaku manusia yang diciptakan sebagai pemimpin bagi semua makhluk yang ada di bumi dan langit, kembali bangkit lagi. Keberanianku tumbuh segar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keimananku kembali goyah tatkala menghadapi tempat lainnya yang masih gelap gulita dan penuh hiasan kisah-kisah hantu menyeramkan. Kala itu juga aku harus mengubah strategi, sebab strategi sebelumnya sudah tidak mempan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalananku kali ini aku belokkan ke tempat dimana dalam cerita itu dikisahkan jadi tempat hantu itu bersemayam. Aku diam sejenak di tempat tersebut dan melihat-lihat tempat sekitarnya. Aku lakukan hal itu hanya untuk memastikan kebenaran atau hanya mitos yang tidak ada faktanya. Setelah beberapa saat berdiam diri seorang diri tidak menemukan apapun terkait sesuatu yang dikisahkan, keberanianku malah semakin bangkit dan tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lanjutkan perjalanan dengan keringat dan lelah yang banyak. Sampai di tempat yang jadi kampung halamanku, alhamdulillah aku tidak menemukan kejadian ganjil ataupun pandangan mata yang menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berpetualang melawan ketakutan ini saya alami bertepatan dengan tanggal 27 juli 2011 kemarin. Dan setidaknya, dari perjalanan ini aku mendapat beberapa pelajaran yang amat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, suatu tempat akan terasa menyeramkan atau menakutkan apabila kita sudah mendengar cerita sebelumnya bahwa tempat itu seram dengan kisah-kisah hantu dan sebagainya. Dan saudara akan merasa tempat itu biasa saja jika saudara tidak pernah mendengar kisah apapun terkait adanya keseraman tempat tersebut. Dengan kata lain, dari hasil pengalaman saya ini, ketakutan lebih dominan ditimbulkan oleh kisah orang terkait tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Apa yang jadi mitos seram belum tentu benar keseramannya, sementara Saudara akan terus dibayangi rasa ketakutan dan seram oleh mitos yang belum terjamin kebenarannya itu. Cara Menghilangkan rasa takut itu salah satunya adalah dengan memberanikan diri untuk mengeceknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mencoba memahami surah An-Naas, maka kita akan menemukan dua bentuk setan. Pertama, setan dalam bentuk bisikan manusia (salah satunya mungkin kisah-kisah mitos yang melemahkan iman seperti yang sering kita dengar) dan kedua, setan dalam bentuk jin yang mereka sendiri ada dibawah derajat kita, sehingga tentunya kita lebih berkuasa ketimbang mereka, dan bukan kita yang harus tunduk takut kepada mereka melainkan merekalah yang harus tunduk kepada kita, karena kita adalah pemimpin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-3047520273400159218?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/3047520273400159218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/satu-hal-yang-paling-saya-tidak-suka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3047520273400159218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3047520273400159218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/satu-hal-yang-paling-saya-tidak-suka.html' title='Juli Bertualang Melawan Setan'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8515597429614426597</id><published>2011-09-10T16:09:00.006+07:00</published><updated>2011-09-10T16:55:45.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Jalan Braga, Kini Bidadari Duniaku itu Telah Tiada</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 271px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RwHBF7UBo48/Tmsx9B_wjoI/AAAAAAAAAPM/z9V4SaoGKkk/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650665082044059266" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Pukul 08:30 pagi, menelusuri jalan Braga sungguh menyegarkan. Jalanan di pusat kota Bandung yang terkenal ramai dipenuhi orang-orang berjalankaki dan kendaraan bermotor di kala sore hari itu, di waktu-waktu pagi seperti ini terasa sebaliknya. Sepanjang jalannya yang bersih dari sampah berserakan, udara paginya yang segar dihangati sorot mentari yang baru mengitari bumi, sungguh membuat aku betah berjalan pelan dipinggir jalan yang penuh dengan bangunan tua yang bersejarah itu. Terlebih betahnya lagi tatkala ayunan kakiku ini ku iringi dengan membuka memori lama. Masa di mana aku dan dia menghabiskan waktu selama sebulan lamanya menyusuri jalan ini menuju tempat aku dan wanita yang ku sayangi itu menyelesaikan tugas praktik lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiap sudut jalan Braga yang sempat kami lewati dan singgahi, seakan memori lama itu memutar kembali secara cepat dan apik. Suara tawa kecilnya, keluh manjanya, gaya jalannya, raut muka senyumnya, kesal, lelah, senang, Semuanya terganbar kembali dalam ingatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang untuk mengenang kembali memori ini. Makanya aku lebih baik duduk saja sejenak untuk menikmati kembali keindahan masa itu. Di bawah gedung yang atapnya jadi trotoar persimpangan jalan Braga menuju jembatan kereta api viaduk, aku duduk termenung seorang diri memandangi jalan yang tidak begitu ramai dilalui kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru semester empat aku bisa melihatnya. Padahal dia satu jurusan denganku. Dia juga satu kelas denganku. Mungkin bagi kebanyakan orang, kondisi ini aneh. Aneh, sebab di setiap hari dengan aktifitas yang sama, di ruang yang sama, dan dalam waktu yang sama, tidak masuk akal jika dikatakan tidak pernah bertemu dan pertemuan baru bisa terjadi setelah kebersamaan dua tahun berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah… itulah aku. Dengan perempuan aku selalu susah untuk berkenalan ataupun berbincang. Dari semenjak SD sampai kuliah, aku memang mengidap kesulitan untuk berkomunikasi dengan lawan jenis.  Dan itu bukan faktor ketidak-sengajaan. Semua itu aku jalani agar setidaknya apa yang diperintah Islam terkait hubungan antar lawan jenis, seperti kontak pandangan mata dan bersentuhan kulit dengan yang bukan mahram, bisa ku jaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di semester empat itu, aku pertama kali melihatnya ketika dia mendapat bagian presentasi makalah di depan kami. Aku baru sadar kalau ternyata ada perempuan cantik dan shalehah di kelasku itu. Tutur katanya yang lembut, pakaian muslimahnya yang sempurna dalam menutup aurat, dan tatacara pergaulannya yang rapi dan terjaga selama diskusi berlangsung, setidaknya menjadi kesan terkuat bagiku untuk membuat aku bertanya-tanya tentangnya. Aku terpesona oleh semua pemandangan pertamakalinya hingga ingin mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memperlihatkan diri menaruh perhatian kepadanya, di sela-sela obrolan dengan teman-teman pria lainnya, aku berusaha serapi mungkin membawa obrolan itu menjadi pancingan bagi teman-temanku untuk menceritakan sosok wanita anggun nan shalehah yang menjadi pemateri diskusi itu. Dengan cara itu aku kini sudah mengantongi beragam informasi terkait dia selama dua tahun di kampus. Mantan kekasihnya adalah teman akrabku. Teman yang pas di semester kedua perkuliahan dulu tidak mau munduru mempertahankan pendapatnya bahwa hukum pacaran itu haram. Aku sempat terheran-heran juga ketika mendapat informasi yang bertolak belakang dengan pendiriannya itu. Namun itulah kenyataannya kawan… dan aku sadar kala itu, mungkin perdebatan kami yang panjang itu terjadi bukan karena tujuan yang beda, tapi miskomunikasi dalam memahami makna dan istilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa satu tahun telah berlalu dari masa pertama kali ku melihatnya. Kini dia sudah mulai akrab denganku, meski keakraban itu masih dalam tanda kutip, sebab yang aku bilang akrab hanyalah dalam batas senyum simpul dikala bertemu atau menyapaku dikala aku berpapasan dengannya. Itu bagiku adalah keakraban. Keakraban yang selama tiga tahun tidak pernah ku jumpai pada sosok wanita lain di kampusku. Cerita teman-teman terkaitku memang katanya, hal itu terjadi karena aku jutek sama perempuan. Mungkin ada benarnya juga cerita itu, namun entahlah. Yang jelas aku kini semakin terpedaya oleh daya magnetnya. Senyumnya bagaikan musim mawar yang mekar. Tutur sapanya bagaikan cuaca segar di pagi pedesaan. Suasana yang selalu kurindu untuk kutemukan kembali setiap harinya di kampusku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja skejul datangnya bidadari itu ke kampus telah kuketahui, mungkin lima menit sebelum kedatangannya aku sudah stemby di sana. AGAR Senyumnya yang menawan itu bisa aku yang pertana kali menikmatinya. Agar suara merdu dari sapaan sopannya itu bisa menyegarkan kembali tubuhku yang lelah sehabis perjalanan kaki berangkat kuliah.  Namun sayang, aku tidak bisa memenuhi harapan itu. Aku yang disibukan oleh jadwal kerja, selalu saja terlambat datang, dan terkadang selalu paling cepat untuk pulang. Senyum dan sapanya hanya menjadi sebuah harapan dan harapan yang setiap harinya sangat jarang terwujudkan. Apalagi jika di waktu-waktu selanjutnya pekerjaanku membuka kios kelontongan semakin sibuk saja. Waktuku hampir 80% jadi terfokus dipekerjaan. Kuliah terbengkalai. Dua semester aku harus ambil cuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di semester tujuh aku baru mendapatkan kesempatan emas kembali. Tiba waktunya bagi mata kuliyah Sistem Informasi Management membagi kelompok diskusi, dan betapa bahagianya tatkala aku tahu kalau tim diskusiku satu kelompok dengan Bidadari itu. Dalam jangka waktu tiga setengah tahun, Baru pertama kalinya aku kebagian satu kelompok diskusi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memang sungguh baik hati, kawan. Meski aku adalah mahasiswa yang sudah jarang kuliah, dia masih mempercayakan bahan-bahan dan pengeditan isi makalah untuk diskusi itu kepadaku. Dalam waktu itu aku dan dia semakin intens bertemu dan bertukar fikiran. Komunikasiku dengannya semakin lancar.  Bahkan dalam waktu penyusunan makalah untuk diskusi itu, percakapan kami tidak hanya melulu membahas materi. Kami berbincang mengenai kehidupan, pengalaman, masa-masa di sekolah dulu, sampai membicarakan problem hidup yang kami alami masing-masing. Kami waktu itu seakan dua manusia yang sedang mencari tempat berbagi dan baru menemukannya. Berjam-jam lamanya tidak terasa lama kami habiskan untuk berbincang. Dan semuanya tidak terasa terganggu meski kami melakukan perbincangan selalu ditemani satu atau dua orang teman, dengan pandangan dan jarak duduk standar syari’at. Di sinilah aku menemukan indahnya berpadukasih mencari ridha Allah ta’ala kawan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt; hasil presentasi pun tidak terlalu mengecewakan. Bahkan berulang kali dosen pembimbing memberikan pujian pada hasil kerja tim kami. Di kala waktu-waktu pujian itu terlontar, sebisa mungkin kulirikkan pandanganku ke arahnya dan aduhai eloknya kawan, di sudut ruangan tempat titik sorot mataku tertuju ke sana, kulihat keindahan senyum bangga dan rona bahagia begitu jelas terlukis di wajahnya. Detik-detik itu juga aku tak kuasa menahan rasa percaya diriku tumbuh kuat mengembang di dada. (Ketika sifat jelekku berkibar) Perasaanku berkata, senyuman bahagia itu hasil karyaku..! Hasil kerja-kerasku-lah yang membuatnya bangga. Suasana hatiku pun bertambah girang gembira tatkala akhir jam mata kuliah itu tiba, dia datang menghampiriku. Dengan kalimat pendek yang tak ubahnya pupuk kompos menyuburkan tanaman cinta itu, dia berujar &lt;i&gt;“Pupung… !”&lt;/i&gt; sapanya memanggilku. &lt;i&gt;“Jazakumullah Khairan Katsira atas semua kerjasamanya ya…!!”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh lidahku saat itu menjadi kaku. Sangat sulit rasanya aku berkata meski satu kata. Dengan sedikit kemayu, sang bidadari berdiri hampir setengah menit menunggu responku. Sementara itu, Berusaha menenangkan jantung yang berdetak kencang dan melenturkan bibir untuk berucap dalam setengah menit, itulah yang aku lakukan. akhirnya, dengan kerja keras menahan debaran jantung yang kencang, aku pun bisa membalas ucapan terimakasihnya.  Dia kemudian pamit pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia dan gerogi bercampur tak merata. Keringat dingin terus membasahi bajuku. Satu minggu lamanya aku tak bisa lagi berkomunikasi dengannya. Panggilan telephonnya, permintaan untuk ngobrol di kelas, bahkan SMSnya sekalipun, tak sanggup untuk aku layani. Waktu seminggu itu aku sibuk dengan usahaku mengontrol rasa gerogi diriku. Rasa yang sebetulnya tidak aku alami semasa mengerjakan tugas kelompok yang lalu. Hanya satu tanya yang aku punya, mungkinkah ini gejala rasa cinta yang banyak teman-temanku ceritakan itu? Mungkin wajar juga bagiku bertanya seperti itu, sebab aku belum pernah mengalami rasa yang serupa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di minggu berikutnya aku beranikan diri mengajaknya berbincang sambil duduk-duduk di atas batu besar yang menghujam kuat di bawah rindangnya pohon beringin yang tumbuh di samping bangunan kelas. Dia duduk di atas batu, sementara aku berdiri di samping kanannya. Kuberanikan diri menyuruhnya menunggu di sana sehabis beres kuliah. Kusampaikan permohonan maafku apabila terjadi sikap yang berbeda. Tak lupa juga aku sampaikan secara jujur  apa yang sedang aku alami di masa-masa belakangan ini. Ku utarakan perasaanku. Dan seandainya dia percaya kalau semua yang aku utarakan adalah bibit rasa sayang dan cinta, waktu itu aku minta izin secara langsung untuk menjawab tekatku yang ingin menjalin pernikahan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aga terlihat kaget juga dia mendengar semua yang ku utarakan. Namun, Mungkin karena dia menghadapi hal semacam ini bukan yang pertamakalinya, dengan kata lain berbeda dengan kondisiku saat itu, atau karena dia sudah terlatih dengan aktifitasnya sebagai aktifis dakwah kampus, sehingga dengan cepat aku lihat dia bisa mengatasi rasa kagetnya itu. Cukup sedikit kata yang jadi jawabannya kala itu. &lt;i&gt;“Pung, diwaktu sekarang ini, Aku tidak bisa menjawab penuh pasti, siap atau tidaknya aku dengan tawaranmu, hanya laki-laki yang lebih dulu meminta restu orangtuaku yang berhak mendapat kepastian itu..!!”&lt;/i&gt; Suasana kemudian terasa hening. Tak terdengar suara apapun setelah jawaban dia terucap. Aku dan dia terdiam cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada yang ingin dibicarakan lagi kan?”&lt;/i&gt; Aku hanya menjawab pertanyaanya dengan tersenyum dan menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kalau Pupung serius dengan pernyataan itu, datangilah orangtuaku secepatnya..”&lt;/i&gt; begitu pinta terakhirnya. Dengan pun berangkat duluan. Pada waktu itu, dia pergi seakan meninggalkanku dalam rasa penuh bahagia campur aduk dengan bingung. Bahagia karena yang kupahami, dari pintanya diakhir perbincangan singkat itu, setidaknya ada makna tersirat bahwa dia juga punya rasa dan harapan yang sama denganku. Aku sangat bahagia mendengar kalimat pintanya yang terakhir itu. Namun jika untuk mewujudkannya adalah dengan tindakan bermakna &lt;i&gt;“secepatnya”&lt;/i&gt; jelaslah itu masih berat bagiku, dan mungkin saja tidak bisa, untuk aku penuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakakku paling besar adalah seorang laki-laki. Waktu itu dia belum menikah bahkan belum punya calon sama sekali. Mungkin saja jika aku meminta restu kepadanya untuk menikah lebih dulu darinya, izinnya insyaAllah akan ia berikan dengan penuh tulus ikhlas. Namun aku punya ketakutan besar jika aku dahului dia dalam soal nikah. Aku takut mental keberaniannya jatuh. Dalam kultur Sunda, amat jarang adik laki-laki mendahului nikah kakak laki-lakinya, apalagi kakak perempuan. Aku masih belum berani memaksakan kehendak sendiri melawan kultur yang bersinggungan dengan sikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kejadian obrolan serius itu, aku lalui hari-hariku bersama &lt;i&gt;bidadari duniaku&lt;/i&gt; dengan komunikasi berniali biasa saja. Aku berbincang dengannya tanpa pernah membahas kembali apa yang pernah dibahas sebelumnya, sedikitpun tidak. Obrolan kita kalau bukan materi kuliah, paling banter ya membahas aktifitas dia selaku aktifis di salah satu organisasi dakwah kampus. Melihat sorot mata dan tingkah lakunya, mungkin saja dia memiliki keinginan untuk membahas dan mempertanyakan kembali kehendakku. Namun sampai akhirnya dia wisuda dan pulang kampung, dia dan aku tak pernah membahasnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, di masa-masa tak tau arah karena aku tidak melakukan usaha yang dimintanya, kami tidak kehilangan memori indah dan berkesan. Perjalanan semasa PPL dari Cibiru sampai jalan Braga yang menghabiskan banyak waktu dan tenaga, bagiku adalah perjalanan yang penuh makna dan indah untuk dikenang. Dan sepanjang jalan Braga ini, kini semuanya hanya jadi kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, &lt;i&gt;Januari 2010&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Peringatan:&lt;/h4&gt; &lt;blockquote&gt;Tulisan ini hanya ikhtiarku untuk belajar mempbuat &lt;i&gt;cerpen&lt;/i&gt;. Mungkin di dalamnya terdapat kisah nyata dari pengalamanku, namun tidak semuanya benar. Saya sudah menambahkan beberapa cerita piktif didalamnya, sehingga ini tidak lagi menjadi tulisan murni sejarah, atau pengalaman yang sesungguhnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8515597429614426597?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8515597429614426597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/jalan-braga-kini-bidadari-duniaku-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8515597429614426597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8515597429614426597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/jalan-braga-kini-bidadari-duniaku-itu.html' title='Jalan Braga, Kini Bidadari Duniaku itu Telah Tiada'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RwHBF7UBo48/Tmsx9B_wjoI/AAAAAAAAAPM/z9V4SaoGKkk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8388101807133225320</id><published>2011-09-01T13:04:00.010+07:00</published><updated>2011-09-10T17:50:47.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Free Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi informasi'/><title type='text'>Langkah mudah mengabadikan (mendownload) data pribadi di facebook</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Tiga tahun lamanya saya malang melintang di situs jejaring sosial &lt;a href="http://www.facebook.com/"&gt;facebook&lt;/a&gt;. Banyak teman lama yang sudah &lt;i&gt;lost contact&lt;/i&gt; bisa dijumpai kembali di sana. Banyak juga kenalan baru yang menjadi teman akrab di sana, banyak aktifitas dialog dan diskusi yang membuat kita, yang masih muda, menjadi banyak belajar untuk bertindak dewasa dalam mengutarakan pendapat, mengomentari orang, maupun cara-cara lain dalam tehnik berkomukasi yang luas dengan jangkauan orang tak terbatas. Begitu juga dengan kemudahan akses jaringannya, kita juga bisa mempostingkan berbagai ide dan pengalaman di sana secara cepat. Kita bisa menguji kekuatan ide dan hikmah yang diambil dari berbagai pengalaman kita di sana, sebab teman-teman kita bisa dengan leluasa mengkritisi dan menguji ide dan hikmah pengalaman kita tersebut. Bahkan jika boleh jujur, saya terilhami untuk masuk ke dunia blog pun secara langsung karena menemukan ilmu-ilmu dasar html di situs jejaring tersebut, sehingga dunia blog menjadi sesuatu yang menarik untuk saya coba selami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sisi lain saya juga menemukan beragam efek negatif dari situs jejaring sosial tersebut. Kebiasaan saya dalam membaca buku menjadi sangat tersita karena waktu luang saya malah banyak digunakan untuk mengobrol dengan teman-teman. Aktifitas tulis-menulis pun menjadi sulit karena ide lebih banyak dituangkan dalam kalimat-kalimat pendek, bukan dalam bentuk tulisan yang panjang seperti artikel di blog. Yang paling menyedihkan lagi, banyak pengalaman saya yang pada awalnya memiliki hubungan yang baik malah menjadi buruk karena banyak &lt;i&gt;miscomunication&lt;/i&gt;, sehingga kejadian tersebut malah banyak menyita waktu saya untuk mengklarifikasinya. Terutama adanya kekentalan pemicu untuk tumbuh suburnya sifat riya, yang dilarang agama itu, yang hampir sulit untuk dihindari jika kita tidak pandai-pandai menyikapi dan memenejnya secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya efek-efek negarif tersebut pada akhirnya menumbuhkan keputusan pada diri saya untuk menutup akun di sana. Hampir satu tahun saya memiliki niat untuk menutup akun facebook. Namun niat itu tak kunjung bisa diwujudkan. Alasan utamanya waktu itu, banyak file bagus yang saya simpan di sana yang belum bisa saya arsipkan, sehingga rasa sayang dan waswas apabila saya tutup akun tersebuta akan membuat file-file itu hangus menjadi pertimbangan mendasar bagi saya tidak mewujudkan niat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, setelah beberapa hari saya obrak abrik pasilitas yang ada di facebook, ternyata akhirnya saya menemukan juga cara mudah men-&lt;i&gt;save&lt;/i&gt; data-data di facebook. Data-data seperti tulisan artikel, photo pribadi, photo kiriman dari teman, tulisan di kolom status, pesan, video, dan lain sebagainya, sebetulnya bisa kita save di harddist kita dengan cara sangat mudah, karena facebook sendiri sudah menyediakan layanan untuk melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saudara belum tahu langkah-langkahnya, berikut cara melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Langkah Pertama&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, masuklah ke akun facebook sobat dengan menggunakan email dan password yang sobat sudah miliki.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Langkah Kedua&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, &lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 320px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-82P_myYGRNA/Tl8-js0KyCI/AAAAAAAAAOo/-RRMmFL6NgU/s320/fb%2B1a.png"\&gt;Setelah sobat berhasil masuk ( tentunya ke fb milik sobat, langkah selanjutnya adalah meng-&lt;i&gt;klik&lt;/i&gt; Kolom "Account" atau "Akun" yang ada di pojok kanan atas halam facebook. Kemudian pilih tab "Account Setting" atau "Pengaturan Akun".&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Langkah Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, &lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 290px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8g5M3RJzsdg/Tl8-j3C22jI/AAAAAAAAAOw/ukSEhyajQlw/s320/fb%2B2a.png"\&gt;setelah muncul halaman "Pengaturan Akun", hal yang harus sobat lakukan selanjutnya adalah mencari kata "Download a copy of your Facebook data" atau "Unduh salinan data facebook Anda" yang letaknya persis di bawah deretan kolom pengaturan akun. Klik tulisan "Download a copy" atau "Unduh salinan" pada kalimat tersebut sehingga sobat akan diantarkan ke halaman yang menyediakan link downloadnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Langkah Keempat&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, &lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 320px; height: 222px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-N8DwIeEw8hE/Tl8-j14Y3YI/AAAAAAAAAO4/5dJ6s3CeGoU/s320/fb%2B3a.png"\&gt; Isilah kolom "Enter password" dengan kata sandi yang sobat gunakan apabila mau masuk ke facebook sobat, kemudian klik tombol "Continue". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sobat melakukan download archive ini adalah baru pertama kali, maka facebook akan meminta sobat untuk menunggu beberapa saat sampai pihak facebook mengirim email ke email sobat. Waktu saya melakukan cara ini, saya hanya butuh menunggu sampai 2 jam saja. Nanti di email tersebut sobat akan diberi tautan alamat (hipperlink)yang bisa mengarahkan sobat ke tempat di mana sobat bisa mendownload data-data fb sobat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 320px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Is53gdyersk/Tl8-kCUCvtI/AAAAAAAAAPA/pY2BtkhhcVE/s320/fb%2B4a.png"\&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sudah cara-cara download semua data pribadi facebook. &lt;br /&gt;Alhamdulillah, dengan mengetahui cara tersebut, bertepatan dengan tanggal dipostingkannya artikel ini, saya kini sudah merasa leluasa dan lega untuk mewujudkan niat saya yang dulu itu (untuk menutup akun facebook), sebab data-datanya sudah bisa diamankan di komputer pribadi. Dan kini saya menjadi tahu kalau menonaktifkan akun fb secara sementara, data-data kita masih tetap utuh juga.. hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berbagi pengalaman ini dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi sobat-sobat sekalian yang memiliki keinginan yang sama dengan saya dalam mengarsifkan seluruh data pribadi yang ada di facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga....!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8388101807133225320?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8388101807133225320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/langkah-mudah-mengabadikan-mendownload.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8388101807133225320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8388101807133225320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/09/langkah-mudah-mengabadikan-mendownload.html' title='Langkah mudah mengabadikan (mendownload) data pribadi di facebook'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-82P_myYGRNA/Tl8-js0KyCI/AAAAAAAAAOo/-RRMmFL6NgU/s72-c/fb%2B1a.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-6254115113698596224</id><published>2011-08-22T23:29:00.007+07:00</published><updated>2011-08-23T01:56:45.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amil Zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zakat'/><title type='text'>Fungsi Dan Kedudukan Lembaga Amil Zakat Dalam Syari’at Islam</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;A.	Kedudukan Lembaga Amil Zakat&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Al-Ahnaf dan Sufyan as-Saury berpendapat bahwa si pemilik harta lebih berhak memilih ashnaf mana yang akan diberikan zakat. Sementara Imam Syafi’i berpendapat bahwa kedelapan asnaf itu berserikat dalam harta, karena itu masing-masing mempunyai hak yang sama, tidak boleh ada yang tertinggal. (Mahmud Aziz Siregar [1999], hlm. 83) Jika  kita mengambil pemahaman dari kedua pendapat itu,  jelas bahwa dalam hal kedudukan lembaga amil zakat dalam Islam, para ulama memiliki pandangan-pandangan yang berbeda. Al-Ahnaf dan Sufyan as-Saury menerangkan bahwa zakat lebih baik disalurkan oleh muzaki sehingga pemilihan ashnaf menjadi hak bagi si muzaki. Sementar pendapat Syafi’i, semua &lt;i&gt;ashnaf&lt;/i&gt; tidak boleh satu pun tertinggal. Dengan kata lain, dikarenakan dalam &lt;i&gt;ashnaf&lt;/i&gt; terdapat amilin, zakat mesti dihimpun dan diurus oleh amilin sehingga bagian amilin menjadi tersalurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terjadinya permasalahan seperti ini lantaran  secara &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt; sendiri tidak ada ayat atau hadits yang secara eksplisit menyatakan harus, tidak boleh atau sunatnya hukum mengadakan amil dalam zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Rasulallah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt;, zakat merupakan harta yang dianjurkan untuk diambil oleh para shahabat yang diutusnya. Rasulallah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; mengutus para wakilnya untuk mengumpulkan zakat dari orang kaya dan membagikannya kepada para mustahiq. Pada zaman abu Bakar dan Umar Bin Khattab pun demikian, harta zakat, baik itu yang sifatnya &lt;i&gt;dzahir&lt;/i&gt; (tanaman, buah-buahan, dan ternak) maupun harta &lt;i&gt;bathin&lt;/i&gt; (harta emas, perak, perniagaan dan harta galian), semuanya mesti dihimpun dan dibagikan oleh amilin. Baru pada zaman khalifah Utsman, meskipun awalnya mengikuti jejak orang-orang sebelumnya, dikarenakan melimpahnya harta bathin ketimbang harta dzahir disamping banyaknya kaum muslimin yang gelisah dikala diadakan pemeriksaan serta pengawasan terhadap hartanya, keputusan untuk menyerahkan wewenang pelaksanaan zakat dari harta bathin kepada para muzaki pun diberlakukan.(&lt;i&gt;Ibid&lt;/i&gt;) Dari semenjak ini tumbuhlah berbagai pemahaman dan pandangan mengenai keharusan zakat dikelola oleh amilin atau individu atau sebagian harta oleh individu dan sebagiannya harus oleh amilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas dari permasalahan ini, kita dapat menilai kalau dalam penetapan masalah amilin terdapat lahan bagi para fuqaha juga cendikiawan Islam untuk berijtihad seperti yang telah dilakukan oleh shahabat dan Khulafa ar-Rasyidin, Utsman Bin Affan. Jika ibadah yang kita lakukan merasa lebih baik untuk disalurkan langsung oleh kita kepada mustahiqnya, dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan atau terancamnya keamanan ibadah zakat, maka hal itu diperbolehkan. Namun jika terdapat umara (pemimpin atau ulama) yang dapat dipercaya dan mentaati &lt;i&gt;umara&lt;/i&gt; itu lebih utama, di samping terdapatnya kelebihan-kelebihan nilai yang dimiliki zakat jika disalurkan lewat amilin, maka tentu zakat lebih baik disalurkan lewat amilin. Sementara dalam teknis penghitungan jumlah harta serta zakatnya sendiri, banyak kebijakan dari para lembaga amilin yang memperbolehkan oleh muzaki sendiri atau dikerjakan oleh amilin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;B.	Fungsi Lembaga Amil Zakat&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, Lembaga Amil Zakat (LAZ) berbeda dengan Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh negara. LAZ merupakan organisasi yang tumbuh atas dasar inspirasi masyarakat sehingga pergerakannya lebih cenderung pada usaha swasta atau swadaya. Yang menjadi pekerjaan amil zakat paling besar di antara usaha-usaha lainnya adalah penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Pendayagunaan merupakan usaha &lt;i&gt;amil zakat&lt;/i&gt; dalam mengelola dan mendistribusikan zakat sehingga selain mencari cara agar tersalurkannya dana zakat kepada orang-orang yang menjadi haknya, zakat juga mendapat nilai dan kekuatan lebih tinggi dalam kehidupan umat. Sementara pengumpulan zakat (marketing) merupakan usaha amil dalam menghimpun zakat dari para muzaki (yang menunaikan zakat), hal ini menjadi usaha penting bagi LAZ, selain agar terhimpunnya dana zakat yang besar, juga sebagai tolak ukur besar kecilnya penghasilan (rotibah) juga pemasukan yang diterima amilin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar-kecilnya dana zakat yang bisa dihimpun tentu bergantung dari kepercayaan para muzaki dalam menitipkan ibadah zakatnya pada lembaga tersebut. Dan tumbuh-tidaknya kepercayaan muzaki terhadap lembaga tersebut tentu bergantung pada bagus tidaknya kinerja, serta sesuai tidaknya penyaluran zakat terhadap para mustahiq-nya itu, dengan yang disyari’atkan Islam. Maka dari itu permasalahan marketing juga pendayagunaan zakat dalam Lembaga Amil Zakat, kedua-duanya tidak bisa dipisahkan. Keduanya memiliki keterikatan sehingga di dalamnya dibutuhkan penanganan secara serius oleh para amil zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Penghimpunan Zakat&lt;/h4&gt;Usaha pengumpulan atau penghimpunan zakat, para amilin biasa menyebutnya dengan istilah marketing zakat. Tidak ada kepastian alasan apa yang melatar belakangi digunakannya istilah ini untuk peghimpunan zakat. Yang jelas, jika melihat kedudukan amil zakat di atas, yang menjadi pemasukan bagi organisasi amil zakat adalah dari penghimpunan zakat sementara nilai jual amil zakat yang disuguhkan kepada masarakat adalah kinerja juga ketaatan amilin dalam mendistribusikan dan mendayagunakannya. Dengan kata lain hal yang dijual sehingga mendapatkan penghasilan, bagi amil zakat, bukanlah produk materil melainkan kinerja atau jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan menghimpun zakat, jika kita membaca sejarah Islam, merupakan kegiatan atau usaha amilin dalam menghimpun zakat dengan menjemput atau mengambil dari tempat amilin. Selain mengambil zakat, para amilin yang bertugas mengambil zakat juga mesti mendoakan orang-orang yang mengeluarkan zakat. Dalam hadits riwayat Mutafaq ‘Alaih, ‘Abdullah Bin Abi ‘Aufa berkata, Rasulallah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, ketika datang kepadanya salah satu kaum yang membayar zakat, beliau mendoakannya: &lt;i&gt;“allahumma shalli ‘alaihim”&lt;/i&gt; ya Allah berikanlah shalawat (kesejahteraan) kepada mereka!(Ibn Hajar al-Atsqalany, &lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;, hlm. 124)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Selain itu, para pemungut zakat juga berkewajiban untuk berusaha mengingatkan umat untuk membayar zakat. Hal ini terjadi seperti yang dilakukan Rasulallah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; kepada Mu’adz tatkala mengutusnya ke suatu negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Mekanisme dan Pos-pos Pendistribusian Zakat&lt;/h4&gt;Bagi lembaga amil zakat, yang menjadi tujuan awal usahanya adalah  pengelolaan dan pendistribusian zakat. Pengelolaan zakat dalam artian mengusahakan agar dana zakat yang berhasil dihimpunnya bisa disalurkan kepada post-post (&lt;i&gt;ashnaf&lt;/i&gt;) yang sesuai dengan yang dianjurkan dan ditetapkan oleh syari’at Islam. Dalam Lembaga Amil Zakat, usaha pendistribusian zakat ini terdapat dalam program pendayagunaan zakat. Pendayagunaan sendiri secara konseptual terdiri dari dua kata yaitu: kata “daya” dan “guna”. Kata “daya” berarti &lt;i&gt;power, energy,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;capacity&lt;/i&gt;. Kata "daya" mengisyaratkan kekuatan atau tenaga untuk menggerakkan. Sementara daya guna berarti daya kerja yang mendatangkan hasil yang sebanyak-banyaknya dengan penuh manfaat (&lt;i&gt;using, efficiency, usefulness&lt;/i&gt;). Dengan demikian program pendayagunaan berarti program yang di dalam pendistribusiannya itu tidak hanya memastikan dana zakat sampai kepada mustahik, melainkan juga bernilai produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  (Ahmad Hasan Ridwan [2008], hlm: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ibadah perzakatan yang belum banyak disadari oleh para Muslimin Indonesia, di samping lebih banyaknya jumlah kemiskinan dibanding yang kaya, mengakibatkan dana zakat yang terhimpun tidak sebanding dengan kebutuhan atau jumlah mustahik yang membutuhkan pertologan zakat. Dalam kondisi seperti ini tentu hal yang mesti diusahakan oleh para amilin adalah mengelola agar sumberdaya yang penuh keterbatasan itu dapat menghasilkan output yang optimal. Kesadaran dan usaha seperti ini akan terwujud hanya dengan apabila zakat disalurkan lewat lembaga sehingga dalam permasalahan inilah penyaluran zakat lewat lembaga akan mendapat nilai lebih ketimbang menyalurkannya secara langsung oleh muzakki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengusahakan penyaluran zakat, para amilin harus mencocokkan objek yang hendak dijadikan tempat penyaluran dengan ketentuan-ketentuan mustahik yang telah ditetapkan oleh syari’at. Mungkin saja ketetapan yang diambil tidak berbentuk kongkrit seperti yang diterangkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, namun hal itu diperbolehkan asalkan sejalan dan tidak keluar dari ketetapan mustahik yang telah ditetapkan Islam. Dalam Al-Qur'an ada delapan &lt;i&gt;ashnaf&lt;/i&gt; yang berhak menerima, atau menjadi tempat disalurkannya, dana zakat. Dalam Al-Qur'an surah at-Taubah: 60 dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya: &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, miskin, amil zakat, para muallaf yang sedang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, orang-orang fi sabilillah, dan yang sedang dalam perjalanan. Sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui dan Maha bijaksana”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;a.	Faqir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, merupakan orang yang memiliki harta namun kurang dari nishab (ukuran untuk harta yang wajib dizakati) atau lebih, tetapi tidak cukup untuk kebutuhan pokoknya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;b.	Miskin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yaitu seseorang yang tidak memiliki apapun atau tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya sehari-hari. Dalam hadits riwayat bukhari dan muslim diterangkan bahwa Rasulallah saw. pernah bersabda: &lt;i&gt;“Tidaklah miskin orang yang berkeliling meminta-minta segenggam atau dua genggam, sebiji atau dua biji tamar.”  Kemudian para shahabat bertanya, kalau demikian lalu apa miskin itu? Rasulallah saw. menjawab: “Miskin adalah orang yang tidak dapat mencukupi dirinya, dan tidak diketahui keadaannya, maka orang bersedekah kepadanya dan dia tidak meminta-minta kepada orang lain.”&lt;/i&gt;(Ibn Katsir [1997), hlm: 385)  Dalam membedakan istilah &lt;i&gt;faqir&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;miskin&lt;/i&gt; para ulama ada yang mendefinisikan &lt;i&gt;faqir&lt;/i&gt; sebagai orang yang memiliki pekerjaan dan mendapat penghasilan namun belum bisa mencukupi seluruh kebutuhannya. Sementara &lt;i&gt;miskin&lt;/i&gt; adalah orang yang lemah dan benar-benar tidak memiliki penghasilan. Adapun orang yang masih kuat namun tidak mau bekerja, meskipun tidak memiliki penghasilan, para ulama sepakat hal itu tidak boleh dimasukan pada kedua kelompok ini dan tidak layak mendapat zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;c.	Amil zakat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yaitu orang yang mengusahakan pengelolaan dan penghimpunan zakat dari orang-orang kaya. Amil zakat harus berasal dari orang Muslim (selain keluarga dan keturunan Rasulallah). Ibn Hazm mengatakan bahwa amil zakat adalah para pekerja zakat yang diutus oleh imam yang wajib untuk mentaatinya, yaitu mereka yang bisa dibenarkan (dipercaya) dan mereka yang menjadi pengumpul zakat.(Mahmud Aziz Siregar [&lt;i&gt;Op. Cit.&lt;/i&gt;], hlm: 77)  Meskipun amil dalam taraf hidupnya termasuk kaya, sebagai bentuk imbalan atas kerjanya, dia tetap berhak mendapatkan zakat. Rasulallah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak halal harta zakat bagi orang kaya, kecuali karena lima hal: ikut berperang fi sabilillah, sebagai amil, tenggelam dalam utang, mu’allaf dan yang jatuh miskin”&lt;/i&gt; (H.R. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;d.	Al-Mu’allafatu qulubuhum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (orang yang dibujuk hatinya) yang termasuk ke dalam kelompok ini, dalam catatan Ibn Katsir, terbagi kepada beberapa macam di antaranya; jika dia diberi (harta zakat) ia bakalan masuk Islam, jika diberi ia bakalan lebih bagus keislamannya dan lebih kuat hatinya dalam keimanan,  dan jika dengan diberikannya (harta zakat itu) akan tampak kepadanya kebaikan Islam, dan dari sebagian mereka, yang jika diberikannya zakat itu, akan menarik perhatian orang yang berkewajiban zakat. (Ibn Katsir [&lt;i&gt;Op. Cit.&lt;/i&gt;], hlm: 385-386)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;e.	Riqab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, adalah membebaskan hamba sahaya (budak) dalam artian, harta zakat diberikan untuk membebaskan seseorang dari status budak dari tuannya. Dalam hal ini terlihat bagaimana usaha Islam menghilangkan adanya perbudakan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;f.	Al-Gharimun&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yaitu orang yang berutang dan tidak sanggup untuk melunasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;g.	Fi sabilillah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yaitu orang yang pergi ke medan perang untuk menegakkan agama Allah SWT. Meskipun termasuk kaya, mereka tetap berhak menadapatkan harta zakat. Bagi sebagian ulama ada yang mepertimbangkan para mujahid ini mesti mendapat harta zakat karena mereka telah rela meninggalkan pekerjaan mencari nafkah keluarga demi membela kalimah Allah SWT., sehingga mereka tidak sempat lagi bekerja dan menafkahi keluarganya. Dengan pertimbangan ini sehingga para ulama ada yang mengambil kesimpulan kalau para aktivis Islam yang tidak sempat mencari nafkah, seperti Da’i, pelajar dan sebagainya, juga termasuk ke dalam kelompok mujahid dan berhak mendapat bagian zakat. Dan memasukan aktifitas-aktifitas perjuangan seperti pendidikan dan dakwah, kemudian sarana penunjang ibadah, kepada kelompok &lt;i&gt;fie sabilillah&lt;/i&gt; ini bukan hanya atas dasar pertimbangan logika semisal di atas saja. Melainkan benar-benar atas dasar nash Rasulullah yang kuat menjelaskan persoalan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Ya Ummu Ma'qil! Apa yang menghalangimu keluar (Pergi mengerjakan Haji)? Ia menjawab: Kami telah bersedia, tetapi tiba-tiba Abu Ma'qil meninggal dunia, sementara onta kami yang kami kendarai untuk naik haji itu telah diwakafkan oleh Abu Ma'qil untuk Fi sabilillah. Maka sabda Rasul: "Sayang! Mengapa engkau tidak berangkat dengan menunggangnya, padahal &lt;b&gt;hajji itu sebahagian dari sabilillah&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;div align="right"&gt;HR. Abu Dawud. (lihat, A. Hassan [1996], hlm. 338)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;h.	Ibn sabil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (orang yang sedang dalam perjalanan), para ulama &lt;i&gt;Safi’iyah&lt;/i&gt; berpendapat bahwa ibn sabil ini meliputi, orang yang mengadakan perjalanan dari tempat mukimnya dan orang asing yang sedang dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;	Meskipun tidak secara detail, setidaknya terhadap kelompok-kelompok inilah harta zakat mesti disalurkan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Sumber Bacaan (Referensi)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;1. Ibn Hajar al-Atsqalany, &lt;i&gt;Bulughu Al-Maram&lt;/i&gt;, al-Hidayah, Surabaya, tt,&lt;br /&gt;2. Mahmud Aziz Siregar, &lt;i&gt;Islam Untuk Berbagai Aspek Kehidupan&lt;/i&gt;, Tiara Wacana Yogya, Jogjakarta, 1999&lt;br /&gt;3. Ahmad Hasan Ridwan, &lt;i&gt;Pemberdayaan Zakat&lt;/i&gt;, Majalah Tazkiah, Edisi Januari-Maret 2008&lt;br /&gt;4. Ibn Katsir, &lt;i&gt;Tafsir al-Qur'an al-‘Adzim&lt;/i&gt;, Dar al-Fikr, Bayrut, Lebanon, 1997&lt;br /&gt;5. A. Hassan, &lt;i&gt;Soal Jawab Masalah Agama, jilid 1-2&lt;/i&gt;, Diponegoro, Bandung, 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-6254115113698596224?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/6254115113698596224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/08/fungsi-dan-kedudukan-lembaga-amil-zakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6254115113698596224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6254115113698596224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/08/fungsi-dan-kedudukan-lembaga-amil-zakat.html' title='Fungsi Dan Kedudukan Lembaga Amil Zakat Dalam Syari’at Islam'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5373074778805815588</id><published>2011-08-02T15:14:00.006+07:00</published><updated>2011-08-02T17:51:54.392+07:00</updated><title type='text'>Harapan, Pesan dan Renungan</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Dikala kita mencintai seorang pasangan. Dikala kita yakin bahwa dia adalah dambaan hati yang layak untuk didambakan. Namun ending yang kita hadapi tiada sesuai dengan apa yang kita harapkan, dengan apa yang kita cita-citakan, Pasangan itu hanyalah ibarat permata yang indah dipelupuk mata atau intan yang selalu bersinar dalam ingatan, namun tiada daya untuk kita bawa atau merengkuhnya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;blockquote&gt;Permata intanku, disaat kau ada di alam bebas, betapa dalam lautan yang kau diami, hingga aku taksanggup untuk menyelami.&lt;br /&gt;Disaat kotak perhiasan tlah membalutmu, engkaupun terlalu mahal untuk kubeli,&lt;br /&gt;engkau terlalu tinggi buat kudaki.&lt;br /&gt;Bukan aku tak menginginkan.&lt;br /&gt;Engkau hanya hayalan&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkelana masa muda memang mengasyikkan. Apalagi berkelana dengan seni penyelesaian yang kita selalu bisa menghaapinya. Kala itu tantangan aadlah makanan lejat yang selalu ingin disantap. Hingga tibanya suatu masa dimana kita mesti kembali menatap diri sendiri. Menatap usia, menatap posisi hidup, masa depan, dan teman dalam mengarungi perjalanan kehidupan. Tantangan lawan otot dan fisik sudahlah itu masa muda yang kita punya segalanya. Tantangan tua bukan lagi otot dan fisik, tapi siasat agar dikala kekuatan otot dan fisik sudah tiada itu kita msaih bisa bertahan dan menjaga apapun yang mesti kita lindungi. Di sini kita harus mulai berfikir dan mempertimbangkan, ke mana sebetulnya arah hidup yang harus kita kayuh ini bermuara.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Di semenanjung harapan.&lt;br /&gt;beberapa pekan lamanya Asa dan citaku berlabuh tak berjalan.&lt;br /&gt;Panji bahtera kehidupan hanya berkibar di kala desiran angin menerpa,&lt;br /&gt;di saat ombak-ombaknya menyapa.&lt;br /&gt;Kini bahtera itu kian menua, tersipu teriknya siang dan basah dinginnya embun malam.&lt;br /&gt;Sementara tenaga kayuhanku semakin berkurang.&lt;br /&gt;Kuharap kini ku punya teman.&lt;br /&gt;Teman bersama kembaliku beredar&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Andai saja mata ini, hati ini, pemikiran ini, kita gunakan untuk membaca apa yang Allah terapkan dalam hukum kehidupan, tentu saja apa yang terjadi adalah kebulatan hukumnya yang terus berputar dan beredar tanpa ada pincang dan berbenturan antara satu dan lainnya. Di kala kita membutuhkan oksigen dan membuang zat karbon, maka hukum Allah menciptakan makhluk yang mampu memproduksi oksigen dan memakan karbon. Dan dikala makhluk itu butuh membuang sisa kebutuhannya, hukum kehidupan tuhan menyediakan makhluk-makhluk yang mampu memakan barang sisanya itu dan memproduksi kebutuhannya. Semua saling membutuhkan dan saling memberi timbal balik, membalas jasa sebesar apa kebutuhan kita yang telah dibantu mereka. Indah benar apa yang berlaku dalam ketetapan Hukum kehidupan yang Tuhan ciptakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manusia selaku khalifah semestinya bisa membaca kembali apa yang Tuhan ajarkan dan praktekkan dalam pola hukum kehidupan itu terkemudian memperaktekannya dalam pola kekhilafahan mereka. Namun terkadang pola pikirnya malah terbang ke luar alam dimana mereka menginjakkan kehidupan. Hingga buah pikirnya malah tidak sejalan dengan kehidupan. Semua yang ada dipandang adil jika sama, dipandang benar jika sesuai dengan keinginan. hingga meluncurlah derajatnya pada posisi yang menghinakan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Calon Istriku, aku tidak akan melarang kau jadi aktifis gender, aktifis emansipasi, atau apalah namanya. Silahkan jika memang itu harus kau perjuangkan.&lt;br /&gt;Namun calon Istriku, jangan sekali-kali kau gerogoti hak dan kewajiban laki-laki, sebab itu adalah hak dan kewajiban laki-laki, bukan hak atau kewajibanmu. Jangan kau ambil hak dan kewajiban laki-laki, sementara hak dan kewajibanmu sendiri kau tinggalkan.&lt;br /&gt;Calon istriku, hidup ini sudah dibuat seimbang maka jangan kau buat pincang...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Calon Istriku, tak usahlah kau ingin berjuang seperti laki-laki sebab perjuanganmu sendiri banyak yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Tak usah kau tergiur dengan keperkasaan laki-laki hingga kau ingin menyamainya, sebab dalam dirimu juga masih terdapat keperkasaan-keperkasaan lainnya.&lt;br /&gt;Jadilah dirimu sendiri calon istriku...&lt;br /&gt;Hiduplah dalam jalur kewanitaanmu, sebab kau adalah wanita..&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kekasih...&lt;br /&gt;meski raga kita kan menua, tapi jiwa kan tetap muda.&lt;br /&gt;meski raga kita terpatok usia, jiwa kita kan terus berkelana.&lt;br /&gt;jiwa kita kan selalu abadi meski raga kita tertelan mati.&lt;br /&gt;vitamin dan nutrisi jiwa itulah yg utama&lt;br /&gt;karena ia hidup tuk selamanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih, perhiasan tidak selamanya untuk dipajang dan dijajakan.&lt;br /&gt;Adakalanya perhiasan yang amat berharga haruslah kita jaga, kita kemas serapi mungkin, dan kita simpan ditempat yang aman.&lt;br /&gt;Jagalah perhiasanmu.. bingkailah auratmu dengan jilbab.&lt;br /&gt;Pembuatmu bilang di surah al-Ahzab, hiasanmu terjaga bila dikemas dgn jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Calon pendamping juangku, kehidupan ini tak ubahnya seni. Seni yang seringkali dimaknai berbeda oleh para penikmatnya.&lt;br /&gt;Tersungkurlah kau dalam bimbang tatkala hidup tak punya pijak dan arahan.&lt;br /&gt;Hidupkan jiwamu untuk maknai hidup ini karena itu penerang kemanusiaanmu.&lt;br /&gt;Bukankah kita punya ideologi??&lt;br /&gt;Bersabar dan teruslah tawakal.&lt;br /&gt;Sebab janji Tuhan itu pasti.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Calon Istriku, Jika kau mencari sosok malaikat dalam diriku, maka lebih baik buang saja proposal cinta itu dariku.&lt;br /&gt;Kemuliaan kita bukan menjadi malaikat. Kemuliaan kita adalah manusia yang taat dengan kemanusiaannya. Tak usah kau terus membujang bak biara atau biksu, sebab kau punya hawa nafsu untuk disalurkan.&lt;br /&gt;Cintailah aku seperti yang Allah perintahkan&lt;br /&gt;ku tunggu kau dengan kemanusiaanku...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Teruntuk Calon ISTRIKU yang terpahat dalam buku besar Tuhan.&lt;br /&gt;Hidup kita bukan untuk mencari kehidupan.&lt;br /&gt;Hidup kita adalah perjuangan membuka gerbang masa keabadiaan.&lt;br /&gt;detik demi detik kehidupan dunia semoga menjadi pilar-pilar buat istana di sana...&lt;br /&gt;bersabarlah...&lt;br /&gt;istiqamahlah..&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk calon Istriku&gt;&gt;&lt;br /&gt;Kita hendak menyulam asa dan cita.&lt;br /&gt;Kita hendak merajut serpihan2 kehidupan tuk menyongsong masa depan.&lt;br /&gt;Bahtera hanya media.&lt;br /&gt;Perbekalan tidaklah cukup hanya sekedar kesenangan.&lt;br /&gt;Kita butuh kebahagiaan ditengah ombak dan badai.&lt;br /&gt;bersabarlah...&lt;br /&gt;bertawakallah...&lt;br /&gt;moga kita sampai dikeabadian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5373074778805815588?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5373074778805815588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/08/harapan-pesan-dan-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5373074778805815588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5373074778805815588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/08/harapan-pesan-dan-renungan.html' title='Harapan, Pesan dan Renungan'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-3558195792682645312</id><published>2011-07-26T06:36:00.015+07:00</published><updated>2011-08-02T13:51:33.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengertian zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zakat'/><title type='text'>Sejarah, Pengertian, Hukum dan Perkembangan Zakat Fitrah (Lengkap dengan Tabel Cara Penghitungannya)</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tulisan ini adalah hasil karya penelitian dari Kiyai Muda, al-ustadz AMIN SAEFULLAH MUCHTAR &lt;i&gt;Pengurus Institut of hadits Ibn Hajar, Bandung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sumber tulisan: Halaman Facebook &lt;a href="http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=144547018910018"&gt;AMIN SAEFULLAH MUCHTAR&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Isi penulisan di blog ini sudah diedit ulang oleh Admin &lt;i&gt;Purnawarman's Media&lt;/i&gt;, dengan tanpa merubah isi materinya&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Selama13 tahun hidup di Mekah sebelum hijrah, Nabi Muhamad telah 13 kali mengalami Ramadhan, yaitu dimulai dari Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran Nabi yang bertepatan dengan bulan Agustus 610 M, hingga Ramadhan tahun ke-53 dari kelahirannya yang bertepatan dengan bulan April tahun 622 M. Namun selama waktu itu belum disyariatkan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah bagi kaum muslimin, dan Iedul fitrinya juga belum ada/belum disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi hijrah ke Madinah, dan menetap selama 17 bulan di sana, pada bulan Sya'ban tahun ke-2 H., turunlah ayat 183-184 surah al-Baqarah sebagai dasar disyariatkannya shaum bulan Ramadhan. Tidak lama setelah turunnya ayat itu, masih di bulan Ramadhan tahun itu pula, mulai diwajibkan zakat kepada kaum muslimin, sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Umar&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;عَنْابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَزَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًامِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْالْمُسْلِمِينَ – رواه مسلم -&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan atas orang-orang sebesar 1 sha' kurma, atau 1 sha' gandum, wajib atas orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, dari kaum muslimin"&lt;/i&gt; H.r. Muslim&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Zakat ini kemudian populer dengan sebutan zakat fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Pengertian Zakat&lt;/h3&gt;Zakat berasal dari akar kata &lt;i&gt;zaka&lt;/i&gt; yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, atau berkembang. Menurut terminologi syari'at (istilah), zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya (&lt;i&gt;mustahiq&lt;/i&gt;) dengan persyaratan tertentu pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْصَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَسَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan bendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu(menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;/i&gt; Q.s. At-Taubah:103&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Maksud zakat membersihkan itu adalah membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda.  Sedangkan maksud zakat menyucikan itu adalah menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan mengembangkan harta benda mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Pengertian Fitrah&lt;/h3&gt;Dalam AlQur'an kata &lt;i&gt;fitrah&lt;/i&gt; dalam berbagai bentuknya disebut sebanyak 28 kali, 14  di antaranya berhubungan dengan bumi dan langit. Sisanya berhubungan dengan penciptaan manusia, baik dari sisi pengakuan bahwa penciptanya adalah Allah, maupun dari segi uraian tentang fitrah manusia. Sehubungan dengan itu Allah berfirman pada surah Ar-Rum ayat 30:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَايَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maka hadapkanlah dirimu dengan lurus kepada Agama itu, yakni &lt;b&gt;fitrah&lt;/b&gt; Allah yang telah menciptakan manusia atas &lt;b&gt;fitrah&lt;/b&gt; itu. Tidak ada perubahan pada &lt;u&gt;fitrah&lt;/u&gt; Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat lain diterangkan kronologis peristiwanya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْأَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىأَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَالْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"&lt;/i&gt; Q.s. Al-A'raf:172&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini memberikan gambaran bahwa sejak diciptakan, manusia itu telah membawa potensi beragama yang lurus, yaitu bertauhid (mengesakan Allah). Keadaan inilah yang disebut &lt;i&gt;al-fitrah&lt;/i&gt;. Sehubungan dengan itu Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ - رواه البخاري -&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Setiap manusia dilahirkan atas &lt;i&gt;fitrah&lt;/i&gt;nya, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikan dia Yahudi, Nashrani, atau Majusi&lt;/i&gt;. H.R. Al-Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Selain menyebut istilah, Nabi pun menetapkan beberapa aturan zakat yang amat penting diperhatikan oleh kaum muslimin, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;muzakki Zakat Fitrah/yang terkena kewajiban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap orang muslim. Bagi mereka yang berada di bawah tanggungan orang lain, maka zakatnya menjadi kewajiban penanggungnya, baik ia seorang pembantu rumah tangga, seorang dewasa, ataupun seorang kanak-kanak, bahkan bayi yang telah bernyawa, yang masih di dalam rahim, semuanya wajib mengeluarkan zakat fitrahnya, baik dari hartanya sendiri, ataupun oleh penanggung yang bertanggung jawab atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari diterangkan;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;قَالَ ابْنُ عُمَرَ : فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ اَوْصَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى اْلعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَىْ وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاَمَرَ اَنْ تُؤَدَّي قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ اِلَى الصَّلاَةِ- رواه البخاري -&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar mengatakan,"&lt;i&gt;Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah satu sha' dari kurma, atau satu sha dari syair (gandum) atas hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan dewasa dari kalangan muslimin. Dan beliau memerintahkan untuk ditunaikan sebelum orang-orang keluar melaksanakan shalat ied."&lt;/i&gt; H.R. Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata-kata &lt;i&gt;shagir&lt;/i&gt; (anakkecil) itu maka sudah tercakup di dalamnya pengertian bayi yang masih berada di dalam kandungan ibunya apabila usia kandungan itu telah mencapai umur 120 hari atau empat bulan. Sehubungan dengan itu Utsman bin Afan membayar zakat fitrah bagi anak kecil, orang dewasa dan bayi dalam kandungan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abu Syaibah&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ عُثْمَانَ كَانَ  يُعْطِيْ صَدَقَةَ  الْفِطْرِ عَنِ الْحَبْلِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Utsman bin Affan memberikan zakat fitrah dari bayi yang dikandung.&lt;/i&gt; Mushannaf Ibnu Abu Syaibah, II:432&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula diterangkan oleh Abu Qilabah&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;عَنْأَبِيْ قِلاَبَةَ قَالَ كَانَ يُعْجِبُهُمْ أَنْ يُعْطُوْا زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِ الصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ حَتَّى عَلَى الْحَبْلِ فِي بَطْنِ أُمِّهِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Qilabah, ia berkata, &lt;i&gt;"Adalah menjadi perhatian mereka (para sahabat) untuk mengeluarkan/memberikan zakat fitrah dari anak kecil, dewasa, bahkan yang masih dalam kandungan".&lt;/i&gt; H.r.Abdurrazaq, al-Mushannaf, III:319&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;Mustahiq/Masharif(Sasaran) Zakat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alquran, sasaran zakat atau yang lebih populer dengan sebutan mustahik (yang berhak menerima zakat) ada 8 ashnaf (golongan). Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِقُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنْ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk(memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;/i&gt; Q.s. At-Taubah:60&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bila ayat di atas kita perhatikan secara seksama, setidaknya ada dua permasalahan yang perlu digaris bawahi untuk kita kaji lebih jauh; &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;kriteria ashnaf&lt;/i&gt; itu sendiri. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;ushlub&lt;/i&gt; (gaya bahasa) AlQur'an dalam mengungkap sasaran zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;A. Kriteria Ashnaf&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;1. Fuqara(Fakir)&lt;br /&gt;Orang yang tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupannya (primer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masakin (Miskin)&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai harta dan tenaga, tapi tidak mencukupi keperluan hidupnya (primer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Amilin&lt;br /&gt;Orang yang bertugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mu'allaf&lt;br /&gt;a.Orang kafir yang ada harapan masuk Islam&lt;br /&gt;b.Orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Riqab&lt;br /&gt;Orang yang memerdekakan hamba sahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gharimin&lt;br /&gt;Orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan kema'siatan dan tidak sanggup membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sabilillah&lt;br /&gt;Orang yang bersungguh-sungguh dalam menegakkan ajaran Islam (memelihara berlakunya kebenaran, kebaikan, dan keutamaan akhlak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ibnu Sabil&lt;br /&gt;Orang yang kehabisan bekal di tengah perjalanan, walaupun ia orang kaya di negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;b&gt;B. Ushlub (Gaya Bahasa)AlQuran&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengungkap sasaran zakat di atas Alquran menggunakan ushlub (gaya bahasa) sastra yang tinggi nilainya, yaitu pada ayat di atas terdapat dua huruf yang masing-masing mengiringi empat ashnaf pertama dan empat ashnaf kedua, yakni laam/li  dan fie.Huruf laam mengiringi kata&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;لِلْفُقَرَاءِوَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;al-fuqara, al-masakin, al-'amilin, dan al-muallaf qulubuhum (empat ashnaf pertama).Sedangkan huruf fie mengiringi kata&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;ar-riqab,al-gharimin, sabilillah, dan ibnus sabil (empat ashnaf kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penempatan kedua huruf tersebut tentunya bukan suatu kebetulan, tetapi pasti mengandung &lt;i&gt;nuktah&lt;/i&gt; (rahasia halus) yang harus dikaji secara mendalam. Dan menurut hemat kami, penempatan kedua huruf tersebut mengandung arti bahwa empat ashnaf yang pertama adalah para pemilik dari zakat tersebut, dalam arti mereka berhak mendapat bagian untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara empat ashnaf yang kedua mereka berhak menerima zakat untuk kemaslahatan yang berkaitan erat dengan "acara" mereka. Seperti &lt;i&gt;al-gharimun&lt;/i&gt; (orang yang berhutang),mereka mendapat bagian dari zakat bukan untuk dimiliki secara pribadi, tetapi untuk acara pelunasan hutang yang tentu saja harta zakat yang diterimanya itu harus diserahkan kepada orang yang menghutangkannya, sehingga mereka terbebas dari hutang itu. Demikian pula dengan &lt;i&gt;fie sabilillah&lt;/i&gt;, mereka mendapat bagian dari zakat bukan semata-mata kepentingan pribadinya melainkan tugas dan tanggung jawab dalam mengemban amanah Islam, yaitu untuk memelihara berlakunya kebenaran (al-haq), kebaikan, dan kesempurnaan akhlak. Dengan perkataan lain,untuk menegakkan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa secara garis besar, sasaran zakat itu ada dua bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bagian pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ialah ashnaf yang terdiri dari mereka yang boleh menerima zakat untuk dirinya sendiri, yaitu &lt;i&gt;al-fuqara, al-masakin, al-amilin,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;al-muallaf qulubuhum&lt;/i&gt;. Sedangkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;bagian kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ialah ashnaf yang terdiri dari orang-orang yang berhak menerima zakat bukan semata-mata kepentingan pribadi melainkan untuk kemaslahatan "acara"  mereka, yaitu &lt;i&gt;ar-riqab, al-gharimin, sabilillah,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;ibnus sabil&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Imam az-Zamakhsyari berpandangan bahwa perpindahan dari &lt;i&gt;"li"&lt;/i&gt; pada empat ashnaf pertama kepada &lt;i&gt;"fie"&lt;/i&gt; pada empat ashnaf kedua mengandung rahasia, yaitu untuk memberitahukan bahwa empat golongan kedua ini lebih layak untuk diprioritaskan daripada empat golongan pertama, sebab &lt;i&gt;"fie"&lt;/i&gt; merupakan wadah untuk menampung, yang dengan itu Allah mengingatkan bahwa mereka lebih berhak atasnya dan menjadikannya sebagai tempat harapan untuk mewujudkan kemaslahatan kaum muslimin secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah sasaran zakat telah selesai kita bahas. Masih ada masalah yang mesti kita kaji, yaitu wajibkah amil mendistribusikan zakat  atau muzakki(wajib zakat) menyerahkan zakat kepada semua ashnaf yang delapan, dan menyamaratakan prosentase zakat yang dibagikan di antara mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat kami, semua harta zakat boleh diberikan kepada sebagian sasaran tertentu saja untuk mewujudkan kemaslahatan yang sesuai dengan syara'. Disamping itu tidak ada kewajiban untuk menyamaratakan pemberian tersebut kepada individu yang diberinya, tapi boleh melebihkan prosentase bagian yang satu dengan yang lainya sesuai dengan kebutuhan, karena kebutuhan itu berbeda antara yang satu dan yang lainya. Adapun landasan syariatnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Hudzaifah, ia berkata, "Apabila engkau memberikan zakat pada satu sasaran saja, maka halitu cukup bagimu." (Tafsir Ath-Thabari VI : 404).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibnu Abas berkata, "Apabila engkau memberikanzakat pada satu sasaran dari sasaran zakat, maka hal itu cukup bagimu.sedangkan Firman Allah : "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk parafakir......", maksudnya agar zakat itu jangan diberikan kepada yang selain sasaran tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendapat di atas juga menjadi pegangan Umar bin Khatab, Sa'id bin jabir, 'Atha, Abul 'Aliyyah, dan Ibrahim an-Nakha'i (TafsirAth-Thabrani, Ibid.,)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Abu Tsaur berkata, "menurut pendapat kami, permasalahan pembagian zakat, tidaklah ada, kecuali berdasarkan ijtihad penguasa, maka mana diantara sasaran itu yang menurut penguasa lebih banyak jumlahnya dan lebih membutuhkan, itulah yang harus diutamakan. Danmudah-mudahan dari tahun ke tahun zakat itu berpindah dari satu sasaran kepada sasaran lain. Sasaran yang lebih membutuhkan dan lebih banyak jumlahnya,senantiasa harus didahulukan dimanapun mereka berada." (Fiqh al-Zakah, Dr.Yusuf Al-Qardhawi, hal. 667).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. kebolehan memberikan zakat pada seorang mustahiq dari satu sasaran tidak ada bantahan dan tidak pula termasuk syubhat. Adapun kalimat tu'matan lil masakin  yang berkaitan dengan zakat fitrah, atau turadduna ila fuqaraihim yang berkaitan dengan zakat mal, sebagaimana yang diungkapkan oleh hadis Rasul, makahal itu bukanlah takhshish (pengkhususan), melainkan &lt;i&gt;tanshish&lt;/i&gt; (penekanan/prioritas) yang bersifat kondisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Adapun tentang prosentase Ibnu Qudamah menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ اجْتَمَعَ فِي وَاحِدٍ أَسْبَابٌ تَقْتَضِيالْأَخْذَ بِهَا ، جَازَ أَنْ يُعْطَى بِهَا ، فَالْعَامِلُ الْفَقِيرُ لَهُ أَنْ يَأْخُذَعِمَالَتَهُ ، فَإِنْ لَمْ تُغْنِهِ فَلَهُ أَنْ يَأْخُذَ مَا يَتِمُّ بِهِ غِنَاهُ، فَإِنْ كَانَ غَازِيًا فَلَهُ أَخْذُ مَا يَكْفِيه لِغَزْوِهِ ، وَإِنْ كَانَ غَارِمًاأَخَذَ مَا يَقْضِي بِهِ غُرْمَهُ ؛ لِأَنَّ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْ هَذِهِ الْأَسْبَابِيَثْبُتُ حُكْمُهُ بِانْفِرَادِهِ ، فَوُجُودِ غَيْرِهِ لَا يَمْنَعُ ثُبُوتَ حُكْمِهِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Dan jika pada salah satu terkumpul beberapa sebab yang menghendaki (melegitimasi) pengambilan zakat berdasarkan sebab itu, maka ia boleh diberi berdasarkan sebab itu. Misalkan amil yang faqir, ia punya hak mengambil bagian zakatnya. Jika tidak dapat menutupi kefakirannya, ia berhak mengambil pula untuk dapat memenuhi keperluannya itu (sebagai hak faqir). Maka jika dia sebagai prajurit (fi sabilillah), ia punya hak mengambil bagian zakat untuk keperluan perangnya. Dan jika dia seorang gharim ia punya hak mengambil bagian zakat untuk melunasi hutangnya. Karena tiap-tiap sebab itu ditetapkan hukumnya berdasarkan sebab masing-masing (bukan karena sama orangnya, tapikarena beda sebabnya). Adanya satu sebab tidak menghalangi tetapnya hukum atas sebab yang lain. Lihat, al-Mughni, V:223&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Jumlah Besaran Minimal yang Harus dikeluarkan dalam zakat fitrah&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits diterangkan bahwa besaran zakat fitrah yang dikeluarkan adalah &lt;i&gt;sha'an&lt;/i&gt; (1 sha'). &lt;i&gt;Sha&lt;/i&gt; merupakan istilah bagi ukuran isi/volume, bukan ukuran berat,  seperti liter bukan kilogram. Ukuran isi tidak mengalami perubahan walaupun yang ditakarnya berbeda jenis. 1 liter beras Karawang akan sama isinya dengan 1 liter beras Cianjur. Tapi lain halnya jika takaran berat yang diterapkan; hal tersebut bisa jadi berubah volume karena akan mengalami perbedaan tergantung jenis benda yang ditakarnya. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;1 sha = 4 mud = 2770,47 cc = 3,1liter lebih = 2,5 Kg&lt;/blockquote&gt; ini berat jenis beras yang rata-rata dikonsumsi oleh mayoritas. Apabila dikonversi berdasarkan &lt;i&gt;qimah&lt;/i&gt; atau harga, maka setiap tahun besaran zakat fitrah itu bisa jadi berubah sesuai dengan perubahan harga yang berlaku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Apakah makanan pokok menjadi syarat sah zakat fitrah?&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keterangan terkait persoalan ini&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;كُناَّ نُخْرِجُ فِي عَهْدِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الفِطْرِ صَاعًا مِنَالطَّعَامِ. رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kami (para sahabat) mengeluarkan zakat firtah dizaman Rasulullah saw. pada (waktu) hari raya fitri (berupa) satu sho' dari makanan".&lt;/i&gt; (H.r. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِصَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ – رواه البخاري –&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar mengatakan, "&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/b&gt; mewajibkan zakat fitrah &lt;u&gt;satu sha' dari kurma&lt;/u&gt;, atau &lt;u&gt;satu sha dari syair (gandum)&lt;/u&gt;"&lt;/i&gt; H.r. al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِينَ – رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ibnu Umar mengatakan, "Rasulullah saw.mewajibkan zakat fitrah satu sha' dari kurma, atau satu sha dari syair (gandum)atas hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan dewasa dari kalangan muslimin&lt;/i&gt;. H.r.Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Apabila hadits-hadits di atas dibaca secara &lt;i&gt;mantuq&lt;/i&gt; (makna tersurat) dan konsisten tidak akan menerima &lt;i&gt;mafhum&lt;/i&gt; (makna tersirat), maka zakat fitrah yang wajib dikeluarkan terbatas jenisnya, yakni kurma dan gandum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kata &lt;i&gt;at-Tha'am&lt;/i&gt; pada hadits pertama tidak dapat dimaknai makanan secara umum karena sudah ada &lt;i&gt;bayan tafshil&lt;/i&gt; (keterangan terperinci) pada hadits-hadits selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, benarkah demikian pesan utama Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt;, yaitu bahwa zakat fitrah wajib dikeluarkan hanya dalam bentuk kurma dan gandum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat kami, kata &lt;i&gt;min tamrin&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;min sya'ir&lt;/i&gt; dalam struktur kalimat di atas fungsinya bukan &lt;i&gt;bayan lit takhsis&lt;/i&gt; (keterangan pengkhusus),melainkan bayan &lt;i&gt;lit tanshish&lt;/i&gt; (keterangan penegas/prioritas) sesuai dengan situasi dan kondisi mustahiq di suatu daerah tertentu. Hal itu didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut:&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَالْفِطْرِ طُهْرَةً لِالصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةًلِالْمَسَاكِينِ – رواه أبو داود &lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abas, ia berkata, &lt;i&gt;"Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah sebagai pensuci bagi yang saum dari ucapan sia-sia dan porno dan sebagai makanan bagi orang miskin"&lt;/i&gt; (H.r.Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis di atas kita dapat memahami bahwa Rasul menetapkan zakat fitrah dengan dua jenis makanan (kurma &amp; gandum) berdasarkan atas dua sebab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dilihat dari sisi mustahiq, kedua jenis makanan itu lebih bermanfaat untuk orang miskin waktu itu sebagai &lt;i&gt;thu'matan&lt;/i&gt; (makanan mudah saji).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dilihat dari sisi muzakki, kedua jenis makanan tersebut di waktu itu lebih mudah didapat atau biasa dimiliki secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tampak semakin jelas didukung oleh data faktual yang menunjukkan bahwa para sahabat memperluas jenis makanan dari yang disebut oleh Rasul. Abu Said menjelaskan:&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;عن أَبي سَعِيدٍالْخُدْرِيَّ رَضِي اللَّه عَنْه قال كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًامِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ – رواه البخاري &lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata, &lt;i&gt;"Kami mengeluarkan zakat fitrah  1 sha makanan atau 1 sha min sya'ir(gandum), atau tamr (kurma), atau aqith (susu beku/keju), atau Zabib (kismis/anggurkering)"&lt;/i&gt; H.r. Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa jenis makanannya diperluas? Kata Abu Sa'id:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ طَعَامَنَا الشَّعِيرُوَالزَّبِيبُ وَالْأَقِطُ وَالتَّمْرُ – رواه البخاري -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sya'ir (gandum), Zabib (kismis/anggur kering), aqith (susu beku/keju), dan tamr (kurma) adalah makanan kami" H.r. Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Katerangan Abu Said di atas menunjukkan bahwa (1)para sahabat memahami hadits Nabi tentang zakat fitrah itu tidak secara &lt;i&gt;mantuq&lt;/i&gt; (makna tersurat), melainkan secara mafhum (makna tersirat),  (2) para sahabat memahami hadis itu bukan sebagai  &lt;i&gt;takhsis&lt;/i&gt;(pengkhususan), hal itu terbukti dengan diperluas jenis makanannya,  (3) Secara ekonomi, jenis pangan yang dimiliki oleh publik zaman sahabat sudah lebih berkembang daripada zaman Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang menjadi pokok kewajiban zakat fitrah itu bukan "barangnya" melainkan "nilainya", yaitu &lt;i&gt;1 sha'&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;yang senilai 1 sha'&lt;/i&gt; dalam ukuran isi (liter), berat (Kg), dan harga. Konversi nilai itu pernah dilakukakan oleh Mu'awiyah sebagaimana diterangkan dalam riwayat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;قَالَ إِنِّ يأَرَى أَنَّ مُدَّيْنِ مِنْ سَمْرَاءِ الشَّامِ تَعْدِلُ صَاعًا مِنْ تَمْرٍفَأَخَذَ النَّاسُ بِذَلِكَ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, &lt;i&gt;"Saya memandang bahwa 2 mud gandum Syam senilai dengan 1 sha kurma." Maka orang-orang mengambil konversi itu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Umar bin Abdul Aziz, al-Hasan al-Bishri dan Atha telah menetapkan zakat fitrah oleh harga/uang (dirham).Waktu itu Umar bin Abdul Aziz menetapkan nilai 1 sha = ½ dirham (lihat, &lt;i&gt;MushannafIbnu Abi Syaibah&lt;/i&gt;, II:398)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Waktu Membagikan Zakat Fitrah&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat fitrah adalah ibadah yang &lt;i&gt;mudhayyaq&lt;/i&gt;, yaitu tertentu dan terbatas waktunya. Karena itu membagikan zakat fitrah harus tepat pada waktunya. &lt;br /&gt;Kapan waktu yang tertentu dan terbatas itu? Abu Sa'id al-Khudri:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;كُناَّ نُخْرِجُ فِي عَهْدِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الفِطْرِ صَاعًا مِنَالطَّعَامِ - رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kami (para sahabat) mengeluarkan zakat firtah di zaman Rasulullah saw. pada (waktu) hari raya fitri (berupa)satu sho' berupa makanan"&lt;/i&gt;. H.r. Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Abu Sa'id di atas menjadi petunjuk bahwa ketentuan waktu mengeluarkan zakat fitrah yang berlaku di zaman Rasulullah adalah pada &lt;i&gt;yaumal fitri&lt;/i&gt; (siang hari raya fitri), bukan pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan para sahabat di atas merupakan pengalaman dari instruksi Rasulullah, sebagaimana yang pernah diterangkan oleh Ibnu Umar :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ أَمَرَ بِزَكَاةِ الفِطْرِ قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلىَ الصَّلاَةِ - روامسلم -&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintah dengan zakat fitrah, supaya dilakukan sebelum orang keluar(pergi) ke shalat (hari raya)&lt;/i&gt;. H.r. Shahih Muslim, I : 393&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Sedangkan di dalam redaksi At-Tirmidzi diterangkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;كَانَ يَأْمُرُ بِإِخْرَاجِ الزَّكَاةِ قَبْلَ الْغُدُوِّ لِلصَّلَاةِ يَوْمَ الْفِطْرِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Rasulullah saw. memerintah untuk mengeluarkan zakat (fitrah) pada hari fitri sebelum pergi salat (hari raya)"&lt;/i&gt;. H.r. At-Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan Ibnu Umar di atas maka semakin jelaslah makna &lt;i&gt;yaumal fitri&lt;/i&gt; itu, yakni bukan malam hari dan bukan pula sepanjang hari raya, tapi sebagiannya saja, yaitu sejak terbit fajar hingga selesai salat hari raya (Ied) setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ebih jelasnya, Ibnu Tin menyatakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;أَيْ قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ إِلَى صَلاَةِ الْعِيْدِ وَبَعْدَ صَلاَةِ الْفَجْرِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"(maksud hadis itu) ialah sebelum orang keluar untuk salat Idul Fitri (siang hari) dan setelah salat subuh"&lt;/i&gt;. FathulBari, III : 439)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Kemudian 'Ikrimah menegaskan pula: &lt;blockquote&gt;(artinya) &lt;i&gt;"Seseorang mendahulukan zakatnya pada "hari raya fitri" dihadapan salatnya,karena Allah telah berfirman, 'Sungguh beruntung orang yang membersihkan(berzakat) dan mengingat Tuhannya, kemudian ia salat' ".&lt;/i&gt; (Ibid,.)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, maka ketentuan waktu untuk menyampaikan zakat fitrah kepada para &lt;i&gt;mustahiq&lt;/i&gt; itu adalah dimulai sejak fajar hari raya fitri sampai selesai shalat 'ied setempat. Hal itu bukan hanya dicontohkan saja, melainkan diperintahkan, yang kemudian senantiasa dipraktekkan oleh para shahabat, baik pada zaman Rasulullah maupun sesudahnya. Ketentuan ini berlaku, baik bagi perorangan (ataupun kelembagaan [&lt;i&gt;jami' zakat&lt;/i&gt;]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi permasalahan, apakah ketetapan ini berkaitan dengan suatu &lt;i&gt;'illah&lt;/i&gt; (alasan,sebab) tertentu ? Sehubungan dengan itu Syekh al-Qardhawi menyatakan, &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Hadits yang menerangkan waktu pembagian zakat fitrah itu bersifat temporer atau situasional, artinya ketentuan tersebut hanya berlaku bagi anggota masyarakat di masa itu, mengingat sedikitnya jumlah anggota masyarakat dimasa itu,sementara mereka saling mengenal satu sama lain, dan karena itu pula dengan mudah dapat mengetahui siapa-siapa yang memerlukan zakat fitrah tersebut. Jadi,tidak ada problem apapun yang berkaitan dengan sempitnya waktu untuk itu"&lt;/i&gt;.(lihat, Bagaimana Memahami Hadis Nabi, 1993 : 144)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, penulis tidak sependapat dengan pemikiran Syekh al-Qardhawi di atas mengingat tidak adanya dalil dari seorang sahabat pun, setelah Rasulullah &lt;i&gt;shallallau 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; wafat, yang menetapkan perubahan waktu tersebut (setelah shubuh), sekalipun situasi dan kondisinya telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tindakan mereka yang mengeluarkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya,maka keterangan ini tidak bisa dipakai dalil bahwa ketentuan waktu di atas hanya berlaku bagi masyarakat di zaman Rasul saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun alasannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِي اللَّه عَنْهمَايُعْطِيهَا الَّذِينَ يَقْبَلُونَهَا وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِبِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ – رواه البخاري -&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Ibnu Umar menyerahkan zakat fitrah kepada mereka yang menerimannya,dan mereka menyerahkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya"&lt;/i&gt;. H.r.Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini belum menerangkan secara jelas, kepada siapa zakat itu diserahkan. Namun di dalam riwayat Imam Malik hal itu dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَعُمَرَ كَانَ يَبْعَثُ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ إِلَى الَّذِي تُجْمَعُ عِنْدَهُقَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةٍ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Dari Nafi &lt;i&gt;"Sesungguhnya Ibnu Umar mengirimkan zakat fitrahnya kepada yang mengumpulkan zakat (jami' zakat) dua hari atau tiga hari (menjelang hari raya)"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan di atas maka, sehari, dua hari, atau tiga hari sebelum hari raya itu bukan waktu untuk membagikan kepada para mustahiq, tapi kepada jami zakat sebagai amanat untuk di bagikan kepadapara mustahiq, nanti pada waktunya. Hal ini sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh Abu Sa'id beserta para sahabat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan lebih ditegaskan lagi di dalam riwayat Ibnu Khuzaemah, melalui jalan Abu Harits, dari Ayyub, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;قُلْتُ مَتَى كَانَ ابْنُ عُمَرَ يُعْطِي ؟ قَالَ: إِذَا قَعَدَ الْعَامِلُ. قُلْتُ مَتَى يَقْعُدُ الْعَامِلُ؟ قَالَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku bertanya (kepada Nafi), 'Kapan Ibnu Umar menyerahkan zakat fitrah ? 'Ia (Nafi) menjawab,'Apabila amil zakat telah ada (dibentuk)'. Aku bertanya lagi, 'Kapan amil itu di bentuk?'. Ia menjawab, 'satu hari atau dua hari lagi menjelang idul fitri'"&lt;/i&gt;. Fathul Bari,III : 440-441&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Abu Abdullah (Imam Al-Bukhari)menegaskan dalam naskah al-Shaghani bahwa "mereka memberikan zakat fitrah(sebelum hari raya) lil jam'i (untuk di kumpulkan) la lil fuqara (bukan kepadafakir-miskin)". (&lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa ketentuan waktu mengeluarkan zakat fitrah - setelah shalat subuh hingga selesai shalat 'Ied setempat - adalah ketentuan yang berlaku secara umum, tidak dibatasi oleh sebab keadaan situasi dan kondisi suatu daerah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Ketentuan Waktu Tidak Membatasi Teknis&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Kita memaklumi bahwa di masa shahabat, lingkup masyarakat kian meluas, tempat-tempat kediaman makin berjauhan dengan penghuni yang makin banyak. Situasi dan kondisi masyarakat yang seperti ini tidak di jadikan sebab atau alasan oleh mereka untuk mengubah ketentuan waktu mengeluarkan zakat fitrah yang telah di gariskan oleh Rasulullah saw., tapi justru keadaan ini menjadi pendorong bagi mereka untuk mengatur langkah serta menyusun strategi yang sedemikian rupa sehingga zakat fitrah yang diamanatkan itu dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengetahuan mendalam para shahabat akan hikmah ajaran Agama, maka instruksi Rasulullah dalam masalah ini tidak hanya dipahami sebagai syarat &lt;i&gt;maqbul&lt;/i&gt; dan tidaknya zakat tersebut, tapi lebih jauh dari itu, mereka pun menangkap isyarat dari perintah tersebut tentang teknis pelaksanaan agar diperhatikan dan dipikirkan secara matang, sehingga dalam waktu yang sudah ditentukan zakat fitrah tersebut dapat ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh para shahabat di zaman Ibnu Umar berdasarkan riwayat di atas, mereka (para amil) dibentuk atau mulai melaksanakan tugasnya adalah dua atau tiga hari sebelum hari raya. Berarti waktu sebanyak itu dianggap cukup atau memungkinkan bagi mereka untuk bekerja, yaitu mengurus, menagih, dan membagikan zakat kepada para mustahiq sesuai dengan lingkup teritorial ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan petunjuk di atas pula, maka jelaslah bagi kita bahwa para shahabat tidak mengkondisikan hukum syara' (ketentuan waktu) sesuai dengan keadaan ruang lingkup masyarakat, tetapi mereka lebih menitik-beratkan perhatiannya pada pengefektifan fungsi serta tugas 'amilin agar zakat fitrah tersebut dapat diterima oleh para mustahiq dalam lingkup masyarakat yang kian meluas, sesuai dengan ketentuan waktu yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tabel Mudah menghitung Zakat Fitrah&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;img class="tooltip" src="http://4.bp.blogspot.com/-1UqC1Es_WEk/Ti3-zA6cPOI/AAAAAAAAAN4/zrGcHbPqfyU/s320/tabel%2Bzakat%2Bfitrah.jpg" title="Tabel Penghitungan Zakat Fitrah (untuk mendownload, klik kanan dan pilih viwe image)"/&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-3558195792682645312?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/3558195792682645312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/sejarah-pengertian-hukum-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3558195792682645312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3558195792682645312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/sejarah-pengertian-hukum-dan.html' title='Sejarah, Pengertian, Hukum dan Perkembangan Zakat Fitrah (Lengkap dengan Tabel Cara Penghitungannya)'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1UqC1Es_WEk/Ti3-zA6cPOI/AAAAAAAAAN4/zrGcHbPqfyU/s72-c/tabel%2Bzakat%2Bfitrah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1229303419396282462</id><published>2011-07-21T06:20:00.005+07:00</published><updated>2011-07-21T07:45:43.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i&apos;m Halal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Search Engine Islami'/><title type='text'>Search Engine i'm Halal, antara harapan dan realita ummat Islam</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Dunia Muslim sudah lama merasakan kehawatiran mendalam dengan semakin mudahnya generasi mereka mengakses media internet yang tanpa batas, dan berawal dari tahun 2009 kehawatiran itu seakan mendapat angin segar dengan hadirnya &lt;a class="tooltip" title="mesin pencarian"&gt; search engine&lt;/a&gt; i'm Halal. Hampir setiap media berita Islam memberitakan kabar gembira lahirnya i'm Halal yang bisa dijadikan mesin pencari penuh kontrol dan apik dalam memilah-milah materi konten sebuah web dari kunci pencarinya. Sambutan hangat dari beragam elemen masyarakat (terutama ummat islam yang sadar dengan keislamannya) pun sangatlah baik. Ini semua terlihat dengan semakin bertambahnya pengguna &lt;a class="tooltip" title="mesin pencarian"&gt; search engine&lt;/a&gt; i'm Halal ini berkali kali lipat dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wGuJV6CHqbg/TidqVL86msI/AAAAAAAAANQ/NdmCBrkS_dQ/s1600/logo.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wGuJV6CHqbg/TidqVL86msI/AAAAAAAAANQ/NdmCBrkS_dQ/s320/logo.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631586771268180674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih dua tahun &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt; mengudara dan menjadi kebanggaan dunia muslim. Terlebih bangganya lagi apabila kita tahu bahwa penggagas media &lt;a class="tooltip" title="mesin pencarian"&gt; search engine&lt;/a&gt; &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt; ini adalah anak muda yang baru dewasa. &lt;b&gt;Reza Sardeha&lt;/b&gt; yang yang bermukim di Amsterdam dan mengambil kuliah jurusan Management Bisnis itu ternyata usianya saat menggagas dan meluncurkan &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt; baru menginjak 20 tahun. Kebanggaan itu juga yang saya rasakan selaku anak muda sesama Muslim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alangkah terkejutnya tatkala beberapa waktu kemarin saya hendak melakukan searcing di media &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt; yang jadi kebanggaan Ummat Islam itu, ternyata yang muncul tatkala mengklik alamat &lt;a href='http://www.imhalal.com/'&gt; www.imhalal.com&lt;/a&gt;, yang keluar adalah halaman testimoni penutupan situs itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyakitkannya lagi ternyata dalam lembaran halaman testimonial itu &lt;b&gt;tim i'm halal&lt;/b&gt; menuturkan bahwa mereka sudah berusaha semaksimal mungkin mencari donatur ke hampir semua negara Muslim di dunia untuk mempertahankan keberlangsungannya media tersebut, namun sayang tidak ada satupun respons positif dari mereka. Saudara Reza menuturkan kurang lebih bahwa negara-negara muslim yang kaya raya itu tetap tidak mau menginvestasikan dananya untuk &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt; jika &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt; tidak bisa membuktikan terlebih dahulu potensi keuntungan secara finansial situs search engine itu. Padahal kita tahu, untuk menjalankan sebuah server internet, terlebih lagi server search engine indevendent semisal &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt; ini, membutuhkan dana awal yang besar. Bukankah situs-situs besar semisal; &lt;u&gt;google, facebook, youtube,&lt;/u&gt; dan lain sebagainya pun mereka bisa besar karena tunjangan dana awal yang mereka miliki sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat dan sangat disayangkan jika situs search engin semisal &lt;a href='http://www.imhalal.com/'&gt;i'm Halal &lt;/a&gt;yang sudah membuktikan kemampuannya dalam memfilter situs-situs yang bertebaran di dunia internet ini harus tutup usia diwaktu muda hanya dengan alasan keterbatasan finansial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap, mungkin ini hanya keterbatasan &lt;b&gt;tim i'm Halal&lt;/b&gt; dalam mendescripsikan apa dan bagaimana sebetulnya media search engine kepada sasaran investor. Atau mungkin juga seperti yang dikatakan oleh saudara Reza sendiri, kalau ini mungkin hanya persoalan waktu yang kurang tepat untuk pertumbuhan &lt;b&gt;i'm Halal&lt;/b&gt;. Sebab yang jelas, harapan dan kerja keras untuk kembali berkarya dan memperbaiki diri tidaklah boleh berakhir sampai di sini. Masih banyak peluang yang bisa kita gunakan untuk kemajuan dan kejayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dari tragedi penutupan &lt;b&gt;"i'm Halal"&lt;/b&gt; ini kita dapat mengambil gambaran utuh bahwa inilah penomena yang sedang berkembang di tubuh pemimpin-pemimpin dunia Islam sekarang. Semoga kita semua dapat mengambil ibrah dan hikmah dari semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk &lt;b&gt;Reza Sardeha&lt;/b&gt; dan kawan-kawan, TERUS SEMANGAT....!!!! Allahu Akbar...!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1229303419396282462?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/1229303419396282462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/search-engine-im-halal-antara-harapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1229303419396282462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1229303419396282462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/search-engine-im-halal-antara-harapan.html' title='Search Engine i&apos;m Halal, antara harapan dan realita ummat Islam'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wGuJV6CHqbg/TidqVL86msI/AAAAAAAAANQ/NdmCBrkS_dQ/s72-c/logo.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-4923548450244091302</id><published>2011-07-15T17:28:00.012+07:00</published><updated>2011-08-25T01:45:45.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Hadicopersada Bandung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='D3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='S1'/><title type='text'>PT. Bank Mandiri Bandung Membuka Lowongan Kerja</title><content type='html'>&lt;div align='Justify'&gt;&lt;i&gt;Kabar gembira bagi anda yang sedang mencari pekerjaan. Kini &lt;b&gt;PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.&lt;/b&gt; Bandung sedang membuka lowongan pekerjaan..!!!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-KwnDqk4f6oQ/TiAZ75oOblI/AAAAAAAAAM4/JFywgIBS-Ys/s320/logo_bank_mandiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629528051085635154" /&gt;&lt;div align='center'&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;PT. Hadico Persada&lt;/b&gt; salah satu perusahaan Outsourcing terpercaya di Indonesia&lt;br /&gt;mitra kerja &lt;b&gt;PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; membuka lowongan Kerja untuk posisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;SALES REPRESENTATIVE (SR)&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;Lokasi Penempatan Kerja: Bandung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Persyaratan Umum:&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;- Pria/Wanita, berpenampilan menarik dan memiliki attitude yang baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Pendidikan minimal D3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- IPK Minimal 2,75&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Mampu bekerja berdasarkan target yang ditetapkan Bank&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Usia Maksimal 30 tahun (Sudah berkeluarga diutamakan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Memiliki kemampuan komunikasi yang baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Tinggi badan Wanita : 160, Pria : 165&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Aplikasi lamaran harus dilengkapi dengan:&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;- 2 lembar photo close up berwarna terbaru ukuran 4×6 cm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- 1 lembar photo copy KTP yang masih berlaku&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Daftar riwayat hidup/curriculum vitae lengkap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Photo copy ijasah, sertifikat/dokumen pendukung lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- SKCK dari Kepolisian yang masih berlaku&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Surat keterangan bebas Narkoba dari Institusi yang berwenang*&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Surat keterangan sehat dari Institusi yang berwenang*&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;*(pada saat pemanggilan dapat disusulkan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt;    &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;li&gt;Tidak dipungut biaya administrasi dan lain sebagainya,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selama bekerja anda akan Mendapat gaji tetap (tidak terpengaruh target), plus mendapat bonus jika mencapai target, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapat pasilitas asuransi kesehatan.&lt;/li&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-p3qIV1CdBh4/TiAZ7kDHhHI/AAAAAAAAAMw/o_QwMrS6nmc/s320/29686_103638513017769_100001148632649_32916_1214962_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629528045292848242" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan lamaran lengkap langsung secepatnya ke :&lt;br /&gt;PT. Hadico Persada &lt;br /&gt;Kantor Cabang Bandung&lt;br /&gt;Jl. Jupiter Barat Blok Q II No. 51 Bandung&lt;br /&gt;(Belakang MTC – Metro Trade Centre)&lt;br /&gt;email: hadico.bandung@yahoo.com&lt;br /&gt;Hrd.bandung.hadicopersada@gmail.com&lt;br /&gt;Telp : (022) 7569294/76812805 &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;\*================*&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;i&gt;Pesan ini terselenggara atas kerjasama antara &lt;b&gt;PT. Hadico Persada&lt;/b&gt; cabang Bandung dengan pengelola blog &lt;b&gt;Sineger Tengah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-4923548450244091302?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/4923548450244091302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/pt-bank-mandiri-persero-tbk-cabang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4923548450244091302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4923548450244091302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/pt-bank-mandiri-persero-tbk-cabang.html' title='PT. Bank Mandiri Bandung Membuka Lowongan Kerja'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KwnDqk4f6oQ/TiAZ75oOblI/AAAAAAAAAM4/JFywgIBS-Ys/s72-c/logo_bank_mandiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5700440512935836149</id><published>2011-07-11T16:44:00.016+07:00</published><updated>2011-07-26T17:18:33.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Langkah Alternatif Penyelamatan PEMILU 2014 dan untuk Masa-masa Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-WGbowZwyxi4/Ti6OQpzWH-I/AAAAAAAAAOA/TfXrDvYKGVI/s1600/logo-pemilu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-WGbowZwyxi4/Ti6OQpzWH-I/AAAAAAAAAOA/TfXrDvYKGVI/s320/logo-pemilu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633596600637333474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Sudah 13 tahun era reformasi ini kita jalani. Roda pemerintahan yang dicanangkan bisa mengalami perbaikan dengan dibersihkannya sistem yang ada dari praktek-praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), tentu dalam jangka 13 tahun lamanya itu, seharusnya sudah menuai hasil yang signifikan. Namun dalam kenyataannya, kita semua bisa melihat secara kasat mata dan menilai secara mudah bagaimana sebenarnya kondisi pemerintahan yang sedang berjalan dengan pencanangan agenda reformasi itu sendiri. Di sisi lain kita juga bisa menilai bagaimana moralitas yang dimiliki oleh para figur politik kita dari mulai meletusnya agenda reformasi hingga sekarang. Andai kata rakyat Indonesia kini mau mempertimbangkan antara jumlah jiwa yang jadi korban untuk menebus reformasi dan penderitaan yang cukup panjang dari sisi ekonomi yang dialami oleh kita semua akibat resesi reformasi itu sendiri, Kondisi perpolitikan yang kian amburadul dari waktu ke waktu amatlah tidak bisa disalahkan jika masyarakat sekarang bertambah apatis dalam menyikapi perpolitikan ini. Tengok saja kolom-kolom opsi politik di jejaring sosial facebook misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pemerintahan yang menggunakan sistem demokrasi, yang tentu saja peran aktif masyarakat menjadi penentu keberhasilan atau kehancuran sistem yang diberlakukan itu, dengan kondisi masyarakat yang semakin apatis seharusnya menjadi WARNING penting bagi pihak pemerintah dan para cendikiawannya dalam mencarikan solusi yang terbaik untuk menyelamatkan roda pemerintahan kita ini. Tidak menutup kemungkinan, dengan tumbuhnya sikap acuh tak acuh dari masyarakat terhadap pemerintahannya, money politic dalam PEMILU akan semakin meraja lela, lembaran suara akan semakin banyak yang kosong, atau yang lebih fatalnya lagi jelas sikap ketidak puasan rakyat akan memicu tumbuhnya usaha pemberontakan atau revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia yang masih mayoritas berkarakter legowo, mungkin akan memberi dulu peluang bagi penguasa yang ada untuk membuktikan usaha perbaikan yang mereka kampanyekan sewaktu pencalonannya. Namun jangan harap sikap legowo itu akan terus ada jika diwaktu kesempatan yang diberikan tersebut malah tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis yang bukan ahli dibidang perpolitikan, dengan memakai kacamata rakyat dan sedikit menggunakan pisau analisa mengakar, setidaknya ada beberapa persoalan yang secara mendesak harus dilakukan untuk menyelamatkan PEMILU ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Pertama&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Persoalan cost politik, Acara pemilu diadakan pemerintah tidak dalam kondisi gratiss. APBN yang dianggarkan untuk menjalankan kegiatan ini amatlah besar. Sementara dalam perakteknya, setiap peserta politik yang mendapat kucuran dana (cost politic) dalam menjalankan kampanye namun mereka gagal dalam mendapatkan kursi, pemikiran dan gagasan yang diusungnya pun ikut disingkirkan. Padahal jelas kalau disana ada asfirasi rakyat yang menginginkan ide dan gagasannya diterapkan dalam pemerintahan. Di sana ada biaya pemerintah yang digunakan untuk memeperjuangkan ide dan gagasannya itu. Sistem seperti ini jelas semata hanyalah pemborosan terhadap yang terbuang percuma dan sia-sia. Sistem seperti ini tentu harus dirubah. Azas manfaat harus dijadikan perhitungan mendasar untuk meminimalisir kemubadziran. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1_QEVyJGDIg/Ti6OQ2O84KI/AAAAAAAAAOI/k_SF4EMqftg/s1600/logo_pemilu-236x300.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1_QEVyJGDIg/Ti6OQ2O84KI/AAAAAAAAAOI/k_SF4EMqftg/s320/logo_pemilu-236x300.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633596603974344866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, azas keadilan dalam mempertimbangkan suara rakyat yang memiliki kehendak yang sama dengan visi, strategi, agenda dan ide dari calon yang dipilihnya pun harus menjadi prioritas. Demokrasi adalah mendengar suara rakyat, dan pemilih calon yang tidak menangpun adalah rakyat, sehingga suaranya harus diperhitungkan dalam kebijakan pemerintah. Dengan demikian, hal yang harus dirubah untuk PEMILU kedepan adalah mengganti sistem dari yang awalnya sosok figur yang dikedepankan, harus berganti menjadi sosok visi, ide, strategi dan agenda pemerintahan yang disusungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Kedua&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Sistem demokrasi yang hampir tidak ada kendali yang membatasi dan mengayomi, pada akhirnya hanya akan menimbulkan ceos dalam kehidupan bernegara. Masyarakat Indonesia belum semuanya bisa menikmati pendidikan tinggi, bahkan di pelosok-pelosok pedesaan masih banyak masyarakat yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan. Jika mereka dihadapkan pada sodoran pilihan yang sama dengan pilihan mereka yang berpendidikan, Terlebih lagi disamaratakan bobot kualitasnya dengan masyarakat yang ngerti politik, tentulah ini pendzaliman. Persoalan yang harus dihadapkan kepada yang tidak ngerti (awam) politik seharusnya berbeda dengan persoalan yang diberikan kepada mereka yang mengerti. Bukankah Tolol namanya jika kita menyodorkan soal ujian yang sama antara kepada siswa kelas enam SD dengan yang siswa anak TK dengan harapan ingin mendapatkan jawaban yang kualitasnya sama? jika kita cermati bersama, jelas Persoalan ini memang sudah mundur jauh terlalu belakang, melampau masanya Yunani purba yang tetap memiliki sistem pemisah yang jelas dalam berdemokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi masyarakat yang tidak bisa dilepaskan dari sifatnya yang majemuk, pada akhirnya mau tidak mau peran badan penyaring yang mampu memfilter asfirasi masyarakat haruslah ada, yang mampu menyaring Antara yang bersifat membahayakan bagi moralitas dan kemakmuran, dengan yang mampu mengantarkan pada peradaban. Badan yang mampu membaca dan menganalisa mana yang harus diterapkan karena sesuai dengan pola hidup berperadaban, dengan yang tidak boleh diterapkan karena membahyakan negara, rakyat, dan masa depan dunia. Sistem politik yang menerapkan keleluasaan rakyat menyampaikan asfirasinya dibutuhkan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Dewan Syura&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang mampu mengendalikan dan membimbing perkembangan negara dari tangan-tangan kejahilan masyarakatnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Ketiga&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Partai Politik yang diizinkan oleh pemerintah haruslah partai politik yang bukan parasit.&lt;br /&gt;Partai-partai yang tumbuh berkembang pasca reformasi mayoritasnya bagaikan partai parasit. Mereka baru terdengar dan terlihat setelah waktu kampanye tiba. Mereka di waktu itu seolah sedang menabur bunga wangi, padahal hanya biji-biji parasit yang akan tumbuh selama hidupnya menggerogoti rakyat itu sendiri. Partai-partai seperti ini tidak menyimpan harapan besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Pola mereka hanyalah pola kolonial yang mendekati tatkala membutuhkan dan menendang setelah kebutuhan itu terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MESoaqvwm3Q/Ti6ORPU8lAI/AAAAAAAAAOQ/Z100BS2HYPg/s1600/1436.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 103px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MESoaqvwm3Q/Ti6ORPU8lAI/AAAAAAAAAOQ/Z100BS2HYPg/s320/1436.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633596610710377474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan berkeliaran terus menerus maka tinggal tunggu saja waktu dimana rakyat memutuskan sendiri arah hidupnya, dengan cara kekeerasan atau damai, yang jelas mereka akan meminta haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pemerintahan Indonesia tengah mengalami phobia yang berkelanjutan. Terciumnya gelagat rakyat yang sudah bisa membaca kekacauan sistem yang ada dan mau bertindak melakukan perubahan telah membuat pihak berkuasa serba dirungrung kehawatiran jabatan yang dipangkunya digulingkan. Sementara itu mereka bodoh dalam hal mencari solusi, hingga pada akhirnya jalan yang diambil hanyalah membodohi rakyatnya. Disebarkannya fitnah busuk yang menitik tekankan bahwa ruh jihad yang dimiliki dan diajarkan oleh agama anutan mayoritas masyarakatnya itu adalah salah. Diputar balikannya fakta bahwa yang hakikatnya ajaran jihad itu agung, menjadi ajaran sesat yang harus dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berkuasa sekarang ini adalah mayoritasnya mengaku seorang muslim. Sangat disayangkan memang jika akibat kebodohannya terhadap agamanya sendiri mengakibatkan dirinya memposisikan diri menjadi musuh agamanya sendiri. Padahal banyak alternatif lain untuk mencapai kemajuan, yang Islam sendiri telah rumuskan dan anjurkan untuk kita jalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya memang tidaklah sepantasnya apabila sesama muslim menjadi musuh dan saling berperang menumpahkan darah. Namun jika tetap saja tidak ada niat baik dari para pemimpin yang berkuasa, mungkin masa-masa revolusi akan kembali kita hadapi. &lt;i&gt;Semoga kemajuan dan perbaikan tidak sampai membutuhkan darah dan jiwa menjadi saksinya... &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam...!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5700440512935836149?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5700440512935836149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/langkah-alternatif-penyelamatan-pemilu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5700440512935836149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5700440512935836149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/langkah-alternatif-penyelamatan-pemilu.html' title='Langkah Alternatif Penyelamatan PEMILU 2014 dan untuk Masa-masa Selanjutnya'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WGbowZwyxi4/Ti6OQpzWH-I/AAAAAAAAAOA/TfXrDvYKGVI/s72-c/logo-pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1134536093493531666</id><published>2011-07-10T01:59:00.012+07:00</published><updated>2011-07-23T18:45:07.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Blogging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etika islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlak'/><title type='text'>Etika dan Hukum Mengucapkan Kalimat Salam dalam Blog</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Setelah banyaknya operator selular yang menyediakan layanan akses internet lebih murah dan mudah, ditambah lagi makin banyaknya tempat-tempat seperti mall maupun universitas yang menyediakan WiFi secara gratiss di Indonesia, dunia blogger kayanya makin banyak saja penggemarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia yang masyoritasnya adalah Muslim, terkadang dengan pengetahuan agama yang amat minim akibat faktor didikan materi agama (khususnya pelajaran agama Islam) yang diajarkan di tempat sekolahnya itu, berimbas pula pada minimnya pengetahuan mengenai etika tulis menulis di tempat yang aksesnya tidak hanya bisa dibaca oleh kaum Muslimin semata, melainkan oleh masyarakat seluruh dunia yang memiliki latar belakang agama yang pasti berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah-satu sisi keminiman pengetahuan hukum atau etika agama yang bisa mudah untuk kita lihat di blog-blog maupun web-web Muslim adalah pemampangan kalimat SALAM di kolom Welcome, sapaan pembuka di artikel, maupun menutup tulisan artikel itu sendiri. Mungkin niatannya baik, yakni ingin menampilkan identitas kemuslimannya. Namun apakah benar perlakuan seperti itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja menampilkan identitas kemusliman kita itu amat baik, sebab dengan begitu berarti kita masih punya kebanggaan terhadap apa yang kita yakini. Namun sebuah kebanggaan dan metode menampilkan identitas kemusliman tetap saja mesti diperhatikan tuntunannya dari apa yang kita banggakan dan jadikan identitas itu (etika dan estetika Islam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Anjuran Mengucapkan Salam&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita hadits yang diwartakan oleh Shahabat Abu Hurairah ra., Rasulullah telah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Haq Muslim terhadap Muslim itu ada enam yaitu: Apabila bertemu dengannya (Muslim lainnya)hendaklah kamu beri salam kepadanya; Apabila dia mengundangmu hendaklah engkau memenuhinya; Apabila dia meminta nasihat engkau harus menasehatinya; Apabila dia bersin dan mengucapkan puji syukur (&lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;) engkau harus mendo'akan kebaikan kepadanya (&lt;i&gt;yarhamukallah&lt;/i&gt;); dan Apabila dia meninggal dunia hendaklah engkau mengantarkannya (mengurusnya).&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align='right'&gt;(Hadits Riwayat Imam Muslim)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Hassan (A. Hassan) menjelaskan sekaligus menyimpulkan hadits barusan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Arti istilah &lt;i&gt;Haq&lt;/i&gt; yang dipakai dalam hadits-hadits, maKsud asalnya ialah &lt;i&gt;tuntutan, atau suatu kepatutan&lt;/i&gt;. Dengan demikian kalimat &lt;i&gt;haq&lt;/i&gt; bisa difahami dengan makna wajib, Sunnah, baik, patut, pantas, dan sebagainya, karena memang semua itu masih dalam kategori "yang dituntut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam persoalan menjawab ucapan salam para ulama telah sepakat terhadap hukum kewajibannya, maka dalam persoalan memulai ucapan salam sendiri, &lt;big&gt;Tidak ada satu kesepakatan yang memutuskan bahwa membuka/memulai ucapan salam itu wajib&lt;/big&gt;.&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;lihat&lt;/i&gt;: Kitab &lt;i&gt;Bulughul Maram&lt;/i&gt; (2008), Terj. A. Hassan, hlm. 659)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Aturan Pengucapan Salam&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan salam sama dengan mengucapkan do'a atau permohonan kebaikan kepada orang yang kita ucapi salam. Kita memohon dan berharap semoga keselamatan tercurah limpah kepada orang yang kita maksudkan. Bukankah itu perbuatan mulia dan baik? tentu saja. Namun sebuah hukum ibadah tidak bisa hanya diukur oleh kepantasan dan kebaikan semata, tapi juga harus dilandasi oleh masalah benar dan tidaknya menurut agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA BEBERAPA ATURAN DALAM MENGUCAPKAN SALAM, di antaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Salam tidak bisa diucapkan kepada sembarang orang. Karena ternyata, terhadap non Muslim ucapan ini dilarang. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; dalam hadits yang diceritakan Oleh Shahabat 'Ali &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Janganlah kamu mendahuluii ucapan salam kepada orang Yahudi dan Nashrani; dan apabila kamu bertemu dengan mereka di suatu jalan, desaklah mereka ketempat yang paling sempit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='right'&gt;(Hadits Riwayat Imam Muslim) (&lt;i&gt;Bulughul Maram&lt;/i&gt;, hadits no. 1335 dan 1474)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebaiknya pengucapan &lt;i&gt;salam&lt;/i&gt; disampaikan dari yang termuda umurnya kepada yang tertua, dan dari yang tinggi jabatannya kepada yang sebawahnya&lt;br /&gt;Hal ini seperti yang disampaikan oleh Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; kepada Abu Hurairah: &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Hendaklah yang muda memberi salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyakan"&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;(Riwayat hadits disepakati kesahihannya oleh imam Bukhary dan imam Muslim [&lt;i&gt;Mutafaqun 'alaih&lt;/i&gt;]) (lihat: &lt;i&gt;Bulughul Maram&lt;/i&gt;, hadits no. 1472)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jika kita sedang berkumpul dengan banyak orang, kemudian ada teman muslim lain yang baru datang dan mengucap salam, maka yang membalas ucapan salam cukup oleh satu orang saja.&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang ada pada riwayat Shahabat Ali &lt;i&gt;Radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;. Menurut Shahabat Ali &lt;i&gt;Radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah bersabda: &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Apabila beberapa orang sedang berjalan, cukup seorang saja dari mereka yang memberi salam; dan cukup seorang pula dari orang banyak dalam membalasnya"&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt; (Hadits ditarjih oleh Ahmad dan Baihaqi) (lihat: Bulughul Maram, hadits no. 1473)&lt;br /&gt;Denga hadits ini menunjukkan bahwa, tidaklah sesuai syari'at Islam (tuntunan Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;) apabila sampai ada kejadian semisal seorang da'i, penceramah, atau ustadz yang rela sampai berulangkali mengulang ucapan salam agar mustami (pendengar) menjawabnya secara serempak&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada banyak lagi etika pengucapan salam yang dicontohkan oleh tuntunan Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, namun cukuplah sampai disini dulu persoalan etika salam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti pokok dalam persoalan yang diangkat judul dalam tulisan kali ini adalah, bahwa mengucapkan salam di ruang internet yang bisa dibaca oleh halayak umum sebaiknya dihindari, apalagi jika ditujukan pada setiap orang yang berkunjung ke halaman web atau blog kita yang belum pasti kemuslimannya. Hal ini untuk menjaga keselamatan dari perbuatan yang dilarang oleh Nabi panutan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semoga bermanfaat..&lt;/i&gt; :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1134536093493531666?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/1134536093493531666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/etika-dan-hukum-mengucapkan-kalimat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1134536093493531666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1134536093493531666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/etika-dan-hukum-mengucapkan-kalimat.html' title='Etika dan Hukum Mengucapkan Kalimat Salam dalam Blog'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-6836764831067380744</id><published>2011-07-08T22:52:00.004+07:00</published><updated>2011-07-08T23:16:59.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Free Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entertainment'/><title type='text'>Serunya Film The Notebook lupakan aktifitas baca malamku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qjIiHtt5d2o/Thcs1ZPqOvI/AAAAAAAAAMQ/kz2020pCig8/s1600/thenotebook.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 245px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qjIiHtt5d2o/Thcs1ZPqOvI/AAAAAAAAAMQ/kz2020pCig8/s320/thenotebook.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627015555243981554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Minggu 9 November 2008&lt;br /&gt;03 : 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya terbangun. Sudah dua hari saya terbiasa bangun pagi seperti ini. Kesibukan kuliah di siang hari membuatku lelah dan tidur terlalu awal. Tidurku selalu nyenyak hingga cepat kenyang dan bangun terlalu pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi buta kemarin keberjagaanku dihabiskan untuk membaca buku, sebuah kebiasaan lama yang sudah aku tinggalkan beberapa minggu lalu. Dan sekarang kebiasaan itu aku tinggalkan lagi. Saya kembali lupa dengan kebiasaan itu. Kali ini saya terhanyut oleh sebuah film drama yang diputar oleh salah-satu TV swasta. Sebuah film yang mengantarkanku pada keadaan yang melupakan kebiasaan bagus dan kembali pada kenangan kisah lamaku. Sebuah film yang berjudul The Notebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu menceritakan dua orang yang berusaha mendapatkan cintanya. Allie dan Noah merupakan dua orang anak muda yang dilahirkan dari asal usul keluarga yang berbeda. Allie merupakan anak cantik keturunan orang kaya sementara Noah, meskipun postur tubuhnya tegap, tinggi dan cukup tampan, dia hanya seorang anak dari keturunan biasa-biasa saja atau bahkan bisa dibilang keluarga rendahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Noah adalah pengsiunan. Kehidupan sehari-harinya ia habiskan dengan duduk dipelataran rumah kecil dekat perkebunan dengan pepohonan yang rindang dan tinggi. Pelataran rumah yang dihampari rumput hijau dan dipagari danau dengan air yang bening, sangat menghibur kesepian hidupnya setelah ditinggal istri tercinta beberapa tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noah sendiri merupakan pemuda pekerja kasar disebuah perusahaan kayu. Tiap hari ia bekerja menghantarkan kayu-kayu yang sudah dipotong ke rumah-rumah para pelanggan perusahaan itu. Dan sekali-kali, jika tidak ada pesanan barang yang mesti diantar, dia membantu temannya mengumpulkan tahi gergaji yang berceceran dan menyeretnya ke pinggir-pinggir bangunan tempatnya bekerja, saking banyaknya, tumpukan tahi gergaji itu sampai membentuk gunungan-gunungan hijau kekuning-kuningan menyerupai padang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan Noah dengan Allie di suatu pesta pasar malam memberikan kesan lebih pada Noah. Noah merasa ada perbedaan dalam dirinya. Dia merasakan perkenalan itu berbeda dengan perkenalan yang dilakukannya dengan wanita lain beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang waktupun seakan mendukungnya untuk mengenal Allie lebih lanjut. Bebe-rapa kali ia sering bertemu dijalan atau tempat pesta, awal mereka ketemu. Kira-kira pada pertemuan yang ketiga Allie baru mau menerima noah sebagai teman dekatnya. Allie yang dulu sangat sulit untuk diajak kencan, kali ini bersedia. Betapa senangnya Noah mendapat respon seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan Noah yang dibesarkan dipedesaan dan kondisi keluarga biasa memberikan suatu warna hidup yang berbeda bagi Allie. Banyak permainan dan petualangan yang belum pernah Allie ketahuai atau lakukan bisa didapat dari pertemanannya dengan Noah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NNwOjwlXZ2c/Thcs1bUaIfI/AAAAAAAAAMY/AkchVU61RSY/s1600/the_notebook_001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NNwOjwlXZ2c/Thcs1bUaIfI/AAAAAAAAAMY/AkchVU61RSY/s320/the_notebook_001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627015555800769010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari, rasa cinta Allie terhadap noah begitupula sebaliknya noah terhadap allie, semakin besar. Mereka berdua semakin mengerti kebiasaan satu sama lain. Watak dan karakter masing-masingpun sudah bisa saling dipahami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, mereka berdua pergi ke suatu perkebunan yang letaknya tidak jauh dengan rumah Noah. Noah mengajak Allie ke sebuah rumah tua yang besar yang sudah ditinggal lama oleh penghuninya. Noah bercerita bahwa jika dia sudah dewasa dan meminang Allie, dia bakalan membeli rumah itu dan memperbaikinya menjadi sebuah bangunan istana yang megah. Dia bakalan mengganti lantainya dengan papan kayu yang kokoh dan mengganti tangga, yang hampir roboh tatkala diinjak allie kala itu, dengnan tangga yang mengkilat berbahan kayu jati yang tangguh. Sementara Allie berharap rumah itu memakai cat putih dihiasi purnitur indah dengan sebuah ruangan tempat melukis, tempat dirinya mengekspresikan kesukaannya melukis pemandangan yang terlihat dari jendela kamarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kondisi Allie yang mesti kembali melanjutkan sekolahnya di kota, membuat hubungan mereka harus berpisah juga. Orang tua Allie yang memandang Noah bukan criteria laki-laki yang cocok buat anaknya pun mencoba memisahkan hubungan cinta mereka. Surat-surat yang dikirimkan Noah setiap hari selama setahun tidak pernah disampaikan ibu Allie. Sehingga Allie merasa diterlantarkan Noah dan mencoba melupakannya dengan berusaha mencintai laki-laki lain. Begitupula yang terjadi pada Noah. Ia menganggap Allie sudah melupakannya sebab tidak ada sepucuk suratpun yang membalas surat-surat kirimannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Negara yang mengalami kekacauan hingga menimbulkan peperangan memaksa Noah untuk ikut membela negaranya. Noah mendaptarkan diri mengikuti wajib militer, bertempur di medan perang. Sementara Allie yang sekolah di akademi keperawatan pun ditugaskan sebagai tenaga medis di medan perang. Namun kesempatan perang itu tidak memberi tempat dan waktu buat mereka bertemu. Meskipun Allie berfikiran kalau Noah akan menjadi salah-seorang pasien perang yang berlumuran darah dan terpaksa harus dirawat, dia tidak menemukan Noah terdaptar sebagai salah seorang pasien yang akan dirawatnya. Malah dia menemukan laki-laki lain yang mengejar-ngejar mendapatkan cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamanya waktu tidak bertemu membuat rasa cinta Allie terhadap Noah menjadi berkurang sehingga Allie membiarkan cinta lain masuk menduduki sebagian ruang hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noah yang baru sampai dari peperangan disambut baik oleh sang ayah yang amat merindukan kedatangan orang dicintanya. Ayah yang sangat mengerti keinginan anaknya memberikan kejutan pada Noah dengan memperlihatkan sejumlah cek uang untuk membeli rumah tua diperkebunan itu. Meskipun Noah menolak jika untuk membeli rumah itu adalah dengan hasil menjual rumah ayahnya tempat mereka hidup sejak dulu, ayahnya tetap memaksa Noah untuk menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Noah membeli rumah besar yang sudah tua itu. Rumah yang dulu menjadi impian dirinya dengan Allie menghabiskan masa tuanya penuh cinta. dia yang selalu ingin membuktikan rasa cintanya terhadap Allie membuat semangat hidupnya kembali terpancar. Hari-hari dan seluruh waktunya dihabiskan untuk membangun rumah tua itu sesuai dengan impiannya berdua di waktu silam. Lantai-lantai rumah yang sudah lapuk digantinya dengan kayu-kayu baru dengan tangannya sendiri. Begitu pula semua purnitur dan pengecatan rumah, ia kerjakan dengan tangannya sendiri. Tidak habis satu tahun rumah itu pun sudah berdiri tegap sesuai dengan impian Noah dan Allie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ayah tercinta Noah tidak sempat merasakan kemegahan rumah hasil renopasi tangannya, karena keburu meninggal dipertengahan Noah membereskan pembangunannya, Noah selalu berharap rumah itu dapat dirasakan dirinya dengan Allie penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan cinta Noah dapat membangun rumah megah dan indah dengan tangannya sendiri sehingga benarlah apa yang dituliskan dalam sepucuk surat yang dikirimkannya kepada Allie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“cinta yang benar akan membakar jiwa, membuat hidup kuat bersemangat membara dalam mewujudkan cita-cita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara global film ini menceritakan tentang bagaimana besarnya kesetiaan dan konsistennya cinta seorang pria jika dia sudah jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau Download filmnya?? saya temukan linknya di tetangga sebelah. &lt;a href="http://go.downloadfilem.com/Film-The-Laptop"&gt;KLIK AJA INI&lt;/a&gt; dan Subtitle Indo-nya &lt;a href="http://go.downloadfilem.com/Film-The-Notebook"&gt;DI SINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-6836764831067380744?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/6836764831067380744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/serunya-film-notebook-lupakan-aktifitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6836764831067380744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6836764831067380744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/serunya-film-notebook-lupakan-aktifitas.html' title='Serunya Film The Notebook lupakan aktifitas baca malamku'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qjIiHtt5d2o/Thcs1ZPqOvI/AAAAAAAAAMQ/kz2020pCig8/s72-c/thenotebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-2786391650072735706</id><published>2011-07-06T09:53:00.001+07:00</published><updated>2011-07-07T06:56:28.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Autodidak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Keputusan Ini Harus Kuambil (Alasan Mendasar Dibalik Tidak membereskan Kuliah)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mqMT_mMVpX4/ThTGvdRjEKI/AAAAAAAAAL4/mKuIfnB0Qf0/s1600/Picture%2B034.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mqMT_mMVpX4/ThTGvdRjEKI/AAAAAAAAAL4/mKuIfnB0Qf0/s320/Picture%2B034.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626340353106972834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Seperti yang telah saya tuliskan di bagian &lt;a href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/sosok-guru-yang-tak-pernah-bertemu.html'&gt;"Sosok Guru yang tak Pernah Bertemu"&lt;/a&gt; dan di artikel &lt;a href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/about-me.html'&gt;"All About Me"&lt;/a&gt;, sebetulnya saya merupakan anak yang berkarakter keras dalam mengusahakan cita-cita, terutama dibidang pendidikan. Dari kecil hingga dewasa kini, apapun pekerjaan yang bisa saya lakukan untuk mencapai cita-cita itu pastilah dengan senang hati saya akan lalui. Itulah sebabnya kenapa hanya untuk bersekolah saja saya sampai mau beberapa tahun bekerja sebagai pembatu, menjadi pedagang, ataupun sesekali bekerja menambang becak dan jadi seorang pemulung. Pekerjaan itu semua bukanlah menjadi hal yang berat untuk aku lakukan sebab niatku untuk belajar sangatlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kali ini, dengan keputusan yang baru-baru ini aku ambil, banyak orang-orang terdekatku; seperti saudara, orang tua, dan sahabat-sahabat karibku, penuh keheranan atas keputusanku itu. Mungkin karena mereka memperhatikan karakter aku sebelumnya itu, atau Mungkin dalam benak mereka kini terbersit anggapan bahwa aku yang sekarang sudah berubah dari aku yang dulu. Meski sedikit banyak aku sudah berusaha menjelaskan latar belakang di balik keputusanku itu, dari sorot mata mereka, dari perbincangan mereka, langsung ataupun tidak, keheranan dan kekhawatiran itu masih tetap kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar kondisi itulah pada kesempatan ini saya ingin menyempatkan waktu untuk mengurai benang kusut yang selama ini kualami dan menjerat pula beberapa orang terdekatku. Selain itu, semoga dengan tulisan ini juga ada hikmah yang bisa diambil dari history kehidupanku itu oleh pembaca sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, keputusan yang kuambil ini bukanlah perkara yang aku fikirkan dan aku niatkan secara tiba-tiba. Kondisi yang melatarbelakangi keputusan ini amatlah panjang. Dan kondisi fikiran dan perasaanku itu tidak pernah sebelumnya aku ungkapkan pada orang lain. Aku biarkan otak dan perasaanku terus berkecamuk saling bertempur dan menimbang. Hampir 4 tahun lamanya aku hidup dalam kebimbangan dan keserba-kakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal dan perasaan mulai berperang antara mengejar gelar atau menjalankan ketaatan pada tuntutan Tuhan, terjadi pada saat aku menginjak kuliah di semester dua. Kala itu kami, sekelas, dihadapkan pada seorang dosen yang mensyaratkan kami untuk memberi uang jika ingin diluluskan matakuliah yang dipegangnya. Yang bagus nilainya maupun yang jelek, yang saya termasuk di dalamnya, tanpa terkecuali harus memenuhi persyaratan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak mahasiswa satu angkatan di jurusan yang saya ambil kala itu, hanya ada kurang lebih 5 orang yang tidak mau memenuhi persyaratan itu. Situasi antar teman sekelas pun mulai genting. Diskusi tidak formal kami lakukan beberapa kali diberbagai tempat tongkrongan, dan berakhir dengan terpecahnya suara dan pilihan mereka hingga tak bisa dipersatukan lagi. Kultur kampus yang berlabelkan Universitas Islam itu pun, meski dalam realitanya banyak penyimpangan yang tidak berwajahkan Islam, sedikit banyaknya tetap ada pengaruhnya dalam gaya diskusi kami.&lt;br /&gt;Kebuntuan yang kami temukan telah memaksa kami untuk naik saksi di hadapan Allah SWT dengan pernyatan; jika ijtihad yang kami ambil itu adalah yang terbaik, maka ketidak turutan kami pada persyaratan dosen itu agar diberi kemudahan membereskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dari lima orang yang tidak memenuhi persyaratan itu, hanya dua orang yang tidak dikasih nilai, salah satunya adalah aku. Teman-teman yang mengambil jalan memenuhi persyaratan dosen kala itu merasa menang, mereka mendapat nilai A atau B. Namun hatiku tetap yakin bahwa kondisi ini masih dalam tahap proses, belum final. Aku yakin bahwa Allah SWT. masih menunggu momentum baik untuk mewujudkan panjatan doaku. Karena aku sangat yakin bahwa doa bukanlah magic yang bisa terwujud langsung seketika walau magicpun hanya tipuan belaka. Do'a membutuhkan proses sehingga dengan berlakunya do'a itu, berjalannya ekosistem kehidupan tidak terganggu. Meski ratusan bahkan ribuan orang berdoa yang terkadang isi do'anya saling bertentangan satu sama lainnya, nyata bahwa pengkabulannya tanpa ada gangguan bagi keberlangsungan ekosistem kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Sk8HVLpS9C0/ThTJnWlC2II/AAAAAAAAAMA/4TLd5wmkThI/s1600/Picture%2B011.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Sk8HVLpS9C0/ThTJnWlC2II/AAAAAAAAAMA/4TLd5wmkThI/s320/Picture%2B011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626343512405629058" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba waktunya do'a itu pun dikabulkan. Aku dipanggil oleh ketua jurusan. Dia mempertanyakan alasan kenapa aku dan temanku yang satu lagi itu tidak mendapatkan nilai. Mungkin dia sudah curiga atau bahkan mungkin saja dia sudah tahu. Saat itu aku merasa dibukakan jalan. Pertanyaan beliau aku jawab dengan kondisi apa adanya. Dan setelah beliau memastikan kebenarannya kabar dariku itu, dengan meminta sumpahku dan saksi yang bisa menguatkan pernyataanku, pada akhirnya beliau berjanji akan mengusahakan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian beliau memanggilku kembali untuk memberikan kabar bahwa lewat ikhtiarnya, nilai mata kuliah yang bersangkutan kini sudah keluar. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur sebab Allah SWT masih benar-benar telah mewujudkan janji-Nya. Dalam perbincangan kali ini ketua jurusanku menanyakan asal sekolahku yang terkemudian dia pun mengaku masih satu almamater denganku. Selain itu, dia juga meminta maaf jika nilai yang ikasihkan kepadaku hanya B saja sebab dikhawatirkan ada kecemburuan dari mereka yang memenuhi persyaratan dosennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu pun tidak terulang lagi sampai aku menginjak semester enam, memang karena dosen yang bersangkutannya tidak mengajar lagi di kelasku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester 4 aku harus mengambil cuti lantaran kerjaanku kala itu semakin berat. Bosku menyerahkan segala urusan usaha pertokoannya kepadaku. Waktu jaga toko, belanja barang dagangan, terlebih lagi kejar setoran bulanan, menurut pertimbanganku sangat tidak memungkinkan untuk dijalani sambil kuliah. Pada akhirnya, lantaran banyak mata kuliah yang tertinggal, aku pun harus banyak kuliah bareng sama adik angkatan. Dalam perkuliahan itulah aku kembali dipertemukan dengan dosen yang itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua jurusan sudah menekankan kepadaku bahwa jika aku kembali menemui persoalan yang sama tidak perlu risau lantaran dia siap membantu. Bagi kebanyakan orang mungkin dengan adanya penekanan dari seorang ketua jurusan seperti itu akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Apa lagi jika posisiku saat itu sudah dikenal oleh anak-anak jurusan sebagai anak kesayangan beliau. Kondisi itu bagiku malah menumbuhkan sikap yang sebaliknya. Aku malah berfikir bahwa kondisi seperti itu sangat menggelikan, terutama jika dihadapkan dengan orang yang satu almamater denganku yang kedudukannya pun sudah cukup untuk membuat perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat menanyakan secara tidak langsung persoalan kenapa dia tidak menindak dosen yang ditempatkan di fakultas dakwah sementara perilakuknya masih harus didakwahi itu. Jawabannya sangat mengecewakan. Dia masih merasa bahwa jabatannya itu masih belum cukup untuk menindak hal seperti itu. sebuah jawaban yang tidak masuk dalam logika fikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitpun kehendakku agar dosen yang suka menyepelekan aturan agama itu sebaiknya disingkirkan saja bukanlah atas landasan benci atau permusuhan dikarenakan dia sudah menghambat nilai idealisme yang aku pegang. Sedikitpun aku tidak punya motif seperti itu. Aku hanya ingin institusi pendidikan yang menyandang kata dakwah ini, apalagi jurusannya ialah managemen dakwah, tidak dikotori oleh orang-orang seperti itu. Institusi yang mencetak kader-kader harapan bagi perbaikan kondisi masa depan ummah tidak bakalan mungkin mampu merealisasikan cita pengkaderannya, sepanjang para pengurus dan pengajarnya sendiri masih patut untuk didakwahi. Malahan setidaknya dengan masih dipertahankannya dosen semisal itu, secara langsung ataupun tidak, banyak atau pun sedikit, justru akan menularkan virus sifat jeleknya itu kepada para anak didiknya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wREpG2D_dOg/ThTo2PopjHI/AAAAAAAAAMI/FgtQ3ankLgk/s1600/IMG_1815.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wREpG2D_dOg/ThTo2PopjHI/AAAAAAAAAMI/FgtQ3ankLgk/s400/IMG_1815.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626377853100199026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang bukan seorang mahasiswa yang bisa mengerahkan masa, seperti kebiasaan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Retorikaku pun tidaklah sepasih mereka sehingga gaya lobi melobi dan mempengaruhi orang lewat omongan lisan tidak mampu aku pastikan keberhasilannya. Namun meskipun demikian banyaknya kekurangan dari sisi kelaziman, usaha untuk menjalankan ilmu dakwah tidaklah harus berhenti dan diam. Setidaknya aku punya harapan bahwa dengan keputusanku untuk tidak membereskan perkuliahan ini menjadi bahan pelajaran bagi instansi terkait. Usahaku ini pun mungkin tidak akan memberi hasil dan dampak yang signifikan bagi institusi pendidikan. Meski begitu, peganganku yang selalu menguatkan pilihan ini adalah semoga ALLAH SWT. cukup menjadikannya sebagai saksi bahwa aku bukan bagian dari orang-orang yang sudah memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan namun ia tidak menjalankannya, dan semoga pula ini semua menjadi bentuk penolakanku yang besar terhadap ketidak benaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pilihan ini adalah pilihan terbaik yang Allah SWT. ridhai.&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT. tetap merealisasikan cita dan harapanku dari jalan lain yang lebih sehat dan bersih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah alasan besar dibalik pilihan yang telah kuputuskan. Semoga saudara-saudaraku, teman-temanku, dan kedua orang tuaku lebih bisa memahami landasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wassalam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-2786391650072735706?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/2786391650072735706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/keputusan-ini-harus-kuambil-alasan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2786391650072735706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2786391650072735706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/keputusan-ini-harus-kuambil-alasan.html' title='Keputusan Ini Harus Kuambil (Alasan Mendasar Dibalik Tidak membereskan Kuliah)'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mqMT_mMVpX4/ThTGvdRjEKI/AAAAAAAAAL4/mKuIfnB0Qf0/s72-c/Picture%2B034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5247902842775055355</id><published>2011-07-06T02:21:00.000+07:00</published><updated>2011-07-06T02:22:03.241+07:00</updated><title type='text'>Suara Renungan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--j8ZEtbA45E/ThNjxZUuDvI/AAAAAAAAALw/2oK4wo04o2s/s1600/Loves%2BNature.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="242" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/--j8ZEtbA45E/ThNjxZUuDvI/AAAAAAAAALw/2oK4wo04o2s/s320/Loves%2BNature.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="Right"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini merupakan kumpulan dari pemikiran2 saya yang dituangkan di &lt;a href='http://www.facebook.com/Masyumi21/'&gt;facebook&lt;/a&gt;. Untuk itu ada kemungkinan halaman ini akan terus saya perbaharui, meski tidak tiap hari&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Sengsara Mana&lt;/h2&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;Jangan kau takut akan nasib buruk yang akan menimpamu dikehidupan ini karena nasib itu akan berakhir seiring kesementaraan hidup kita. Takutlah akan nasib buruk dikehidupan setelah mati, karena nasib buruk dikehidupan itu akan kekal abadi yang tak kenal mati...!!!&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung 5 Juli 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Surat Cinta dari Kematian untuk Anda&lt;/h2&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="left"&gt;Sayang, kenapa matamu tiada pernah menatap wajahku...???&lt;br /&gt;Teramat jelekkah wajahku dibenakmu hingga mata yang indah itu tiada sedikitpun menyempatkan diri melirik diriku???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tenang saja sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kau takut menghadapi aku... aku akan selalu mendekatimu...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larinya kamu adalah datangya aku...&lt;br /&gt;Perginya kamu adalah hadirnya aku...&lt;br /&gt;Bencinya kamu adalah dekatnya aku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau hendak bersembunyi dariku, tapi aku adalah persembunyianmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu kira aku kejam, padahal sesungguhnya aku penyayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau kira aku penghilang hidupmu,padahal aku adalah awal keabadianmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tentangku kau salah memaknai... tapi aku tidak pernah membenci... aku akan terus bersamamu..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah yang sebenar-benarnya mencintaimu... karena bagaimanapun kau berlaku padaku aku takkan pernah jauh darimu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sayang penuh cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMATIANMU&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung &lt;br /&gt;5 Juli 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Negara Banci&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;blockquote&gt;Apakah pemerintah sekarang sudah beralih propesi jadi pedagang sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan rakyat diitung untung rugi??? harus benarlah bro kalo mau jadi pedagang jadi pedagang yang benar, kalo mau jadi pemimpin ya jadi pemimpin yang benar jangan menjadi banci yang punya dua jenis kelamin gitu???&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 4 Juli 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Apa Hidup Ini&lt;/h2&gt;&lt;i&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;Semua pergi dan kembali pada pemilik aslinya... kita hanya meminjam atau diberi titipan... yang datang dan yang pergi patut untuk disyukuri&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 01 Juli 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Hakikat Hidup&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;hidup tak selalu seperti apa yang kita inginkan, tapi hidup pasti seperti apa yang kita jalankan.... &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;(By: Aam Aminuddin &lt;i&gt;coustery tv0ne&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 01 Juli 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Tantangan&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;seekor singa yang dibesarkan di rumah mewah akan hidup menjadi singa berperilaku kucing karena dia tidak pernah menghadapi persoalan hidup yang berarti. Seperti itulah manusia yang tidak mau menghadapi masalahnya... &lt;b&gt;fantasyiru.. fil ardi..!!&lt;/b&gt; begitu himbauan alQur'an.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 14 Juni 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Roda Sejarah&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sejarah akan terus bergulir seiring berputarnya kehidupan. Dengan berpegang pada gambaran kehidupan, secercah harapan selalu bersinar dalam hati setiap insan sehingga nilai optimis dan semangatnya terus menyala.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 16 Mei 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Pilihan Hidup&lt;/h2&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;blockquote&gt;melihat teman-teman yang karena beberapa hal dimudahkan sehingga banyak pilihan untuk memutuskan sesuatu, tadinya saya cemburu. Tapi setelah dipikir2, kesusahan saya mendapat sesuatu ternyata saya lebih beruntung, karena berarti disaat saya menjalani dengan keputusan tanpa ada pilihan, saya punya nilai lebih, lebih sgalanya!! seperti antara nilai PG dan Essay...&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 31 Maret 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Al-Quran sbb Petunjuk Aturan Pakai Hidup&lt;/h2&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Produsen yang baik, di setiap produknya selalu disertai petunjuk penggunaan... Begitu juga dengan kehidupan. Allah menciptakan manusia disertai petunjuk penggunaannya... Baca petunjuk penggunaan jika saudara tidak mau operdosis atau barangnya cepet rusak..&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Sekata-Kata&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Adakalanya kata menjadi sebuah bunga yang menghidupkan cinta.. &lt;br /&gt;Adakalanya katamenjadi api yang membakar rasa... &lt;br /&gt;Adakalanya kata menjadi tanda tanya yang membingungkan... &lt;br /&gt;dan Adakalanya kata menjadi hujan yang menyuburkan... &lt;br /&gt;Kata itu mudah dikeluarkan..tapi besar ngaruhnya kedepan...&lt;br /&gt;Hati-hati dalam kata&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 17 Januari 2010&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Ilmu&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;Setelah Enam tahun mengenal buku, tiap kubuka helaian-helaian halamannya, selalu saja ada ilmu yang belum ku miliki... amat luas ilmu itu, padahal ilmu di dunia itu bagaikan hanya setetes air di lautan dari ilmunya Allah....!!! terus semangat mencari ilmu Allah..!!&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 28 Desember 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Bangkitlah..!!&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Racun kan menjadi obat bagiku... pahit kan menjadi manis, sakit kan menjadi bahagia, terpuruk kan menjadi obor semangat, dan terjatuh kan jadi tenaga buat aku manjat kembali. Kegetiran hari ini adalah cambuk yang bukan untuk diterima dengan ringisan, tapi semangat berlari memacu waktu yang ada hingga aku menjelma menjadi yang utama..!!!&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 02 Desember 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Pendidikan o..Pendidikan&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Kulabuhkan asaku dalam harapan... ku semat semua keinginan dalam penantian yang terindah... semoga sayap-sayap malaikat kan slalu menaungi kita, memayungi perjalanan indah merauk semua limpahan rahmah dan magfirahnya.. terjal dan berdurinya jalan ini akan ku maknai dengan indah dan keceriaan jika kita selalu di bawah naungannya. Pendidikan.. owh.. pendidikan...!!!&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 02 Desember 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Batas Usia&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Ku kan melangkah... Ku kan berjalan.. Ku kan meninggalkan... dan Ku kan ditinggalkan... Cepat atau lambat hidup ini akan sampai pada muaranya... Muara pemberhentian untuk kembali berjalan...&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 01 Desember 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Aku&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Aku hanyalah aku..&lt;br /&gt;Aku tidak bisa menjadi dia, dan tidak mau menjadi dia. &lt;br /&gt;Aku tetap harus jadi aku namun aku sekarang harus menjadi aku yang terbaik dari aku kemarin dan aku besok harus lebih baik dari aku sekarang. &lt;br /&gt;Itu sebabnya aku terus berusaha muhasabah dan mengadakan planing. &lt;br /&gt;Itu semua aku lakukan bukan karena aku ingin jadi dia atau kamu, tapi untuk jadi aku yang lebih maju... sory!!!&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;Bandung, 29 November 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5247902842775055355?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5247902842775055355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/suara-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5247902842775055355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5247902842775055355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/suara-renungan.html' title='Suara Renungan'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--j8ZEtbA45E/ThNjxZUuDvI/AAAAAAAAALw/2oK4wo04o2s/s72-c/Loves%2BNature.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-6277661196691552369</id><published>2011-07-05T22:43:00.001+07:00</published><updated>2011-07-05T22:43:14.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Setulus Baju, Sebening Kacamata</title><content type='html'>&lt;div align="Center"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, hati ini terjerat rasa penuh makna&lt;br /&gt;Kalbu ini berubah pantai berdesirkan ombak pujian dan harapan &lt;br /&gt;Diripun bagaikan berada di medan perang&lt;br /&gt;Hati menggelepar, sementara jantung tak henti-henti mendetak kencang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniadakan keberadaan hati yang mungkin hanya untuk memuji&lt;br /&gt;hanyalah sebuah penggambaran rasa yang tiada gunanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diripun kurangkai baju yang selalu menjaga, melindungi dan menghiasi&lt;br /&gt;Kubuat dia terhormat&lt;br /&gt;Kuhijab dia dari hasrat jahat  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau keberadaannya selalu tak disyukuri&lt;br /&gt;Rasa ini terus berupaya seumpama kacamata&lt;br /&gt;Hingga dia terbantu melihat keindahan&lt;br /&gt;Tertolong dalam pertajam yang samar&lt;br /&gt;Dan  matanya sampai pada putusan yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seper-empat malam&lt;br /&gt;Aku kembali putuskan&lt;br /&gt;Dalam sujud dan ruku&lt;br /&gt;Aku hidup kembali untuk-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-6277661196691552369?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/6277661196691552369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/setulus-baju-sebening-kacamata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6277661196691552369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6277661196691552369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/setulus-baju-sebening-kacamata.html' title='Setulus Baju, Sebening Kacamata'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8401706337492947162</id><published>2011-07-05T22:30:00.000+07:00</published><updated>2011-07-05T22:30:14.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat Hidup'/><title type='text'>Menyadari Ni'mat; Obat Beragam Penyakit, Pelipur Kehampaan Hidup</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Ketika jarak Bermil-mil jalan telah kita lalui penuh peluh dan keringat, terkadang setangkai pohon rimbun pun kita butuhkan untuk sekedar berteduh, obat pelemas otot yang tegang kaku dan tubuh yang melayu. Kita juga terkadang memerlukan seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita hingga mata terpejam sejenak menikmati kesejukan udara, sepoinya angin memompa kesegaran tubuh yang sempat hilang dimakan kegersangan mentari menyengat pori. Jika memungkinkan, mungkin kita juga hendak menceburkan diri ke bawah danau yang dalam, penuh air bening yang dingin. Alangkah indahnya sebuah perjalanan yang dikala kita kelelahan semua yang kita butuhkan bisa kita penuhi.&lt;br /&gt;Namun teramat berat rasanya jika apa yang kita butuhkan untuk merefresh tubuh ternyata tidak kita dapatkan. Kelelahan yang kita lewati pun bertambah parah, bahkan lebih parah dari apa yang kita bayangkan sebelumnya. Cadangan air minum dan makanan sudah habis, sementara jarak yang mesti kita tempuh masih jauh. Tiada teman yang menemani dan bisa menolong. Mau pulang lagi kita terlanjur berangkat jauh, bahkan mungkin tempat asal itu kini lebih jauh dari tempat tujuan.  Ketersesatan yang dialami Muhammad Asad mungkin pemanda-ngan kisah yang cocok untuk menggambarkan situasi ini. Ketersesatannya me-nyusuri padang pasir yang tandus sampai bermil-mil, membuat seluruh persediaan air yang dibawanya habis. Udara di sekitar semakin menyengat, sementara oase gurun tak kunjung tampak. Pada akhirnya ia terbaring lunglai bersama untanya tanpa harapan selamat. Tenaganya sudah habis. Bahkan untuk menarik pelatuk senapan yang dibawanyapun harus ia gunakan kedua tangannya. Ia kerahkan semua tenaga yang tersisa untuk menarik pelatuk senapan itu. Hanya dengan cara itu ia bisa memberitahukan orang yang ada disekitar sana buat memberi pertolongan. Mulut sudah terkatup rapat, dan kerongkongan sudah kering. Tiada kesempatan lagi baginya untuk bisa berteriak. Dan tatkala datang orang yang mau menolong serta memberikan minum, Muhammad Asad malah menggelepar. Ia malah berusaha menghindarkan mulutnya dari tetesan air yang dicucurkan. Bagi Asad, suasana itu malah berubah. Orang yang hendak menolongnya bagaikan sesosok iblis yang berusaha membunuhnya. Tetesan air yang masuk kemulut tak ubahnya cairan timah panas yang melelehkan kulit mulut. Delapan hari tak mendapatkan air membuat ia tak sanggup lagi mendapatkan air hingga iapun pingsan tatkala mendapatkannya.   &lt;br /&gt;Tidak jauh dengan yang terjadi pada kehidupan kita. Terkadang, ketika mengarungi samudera kehidupan kita melewati waktu yang sangat sepi, penat, bahkan hampa seperti halnya seorang perantau yang kelelahan namun tidak menemukan tempat untuk berteduh. Medan kehidupan yang gersang tidak hentinya memeras cairan tubuh hingga semuanya keluar membanjiri pakaian. Sementara persediaan air minum telah habis. Tiada tempat untuk kita berteduh. Tiada pemandangan yang membuat suasanan menjadi segar. Dan tertidurnya kita di atas sandaran pohon rimbun berganti pingsan yang mengenaskan.&lt;br /&gt;Sesekali mungkin kita memerlukan suasana kepenatan itu guna menumbuhkan rasa empati dan simpati yang selama ini terkubur oleh kesenangan yang terus menerus meninabobokan kita. Kita selalu lupa bagaimana rasa nikmatnya sehat badan sehingga untuk merasakan hal itu kita melakukan hal-hal bodoh yang mengakibatkan datangnya rasa sakit yang menegur kembali kebiasaan kita yang buruk itu. Mungkin sudah sewajarnya apabila kita sakit. Dan sudah sewajarnya pula jika kita dihadapkan pada situasi dan kondisi yang mengasingkan diri kita sendiri. Sakit memang suatu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita semua. Hanya dengan situasi itu kita akan menyadari dan menghargai seberapa besar nikmat yang diterima oleh kita semua di waktu sehat.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, bergemberilah wahai kalian yang sedang mengalami sakit. Sebab hanya dengan itu suatu resep kenikmatan dunia akan kau dapat dan cicipi. Dengan sakit yang dialami sebuah penomena alam yang sangat indah akan kalian dapatkan kembali. Setelah bangun dari sakit kalian akan rasakan bagaimana nikmatnya angin sepoi di siang hari. Sesudah sakit juga bagaimana sebuah pemandangan yang indah dapat kembali dirasakan sebegitu mempesonanya. Meski demikian, sakit hanyalah secuil penomena yang dapat merubah kehidupan kita kepada penyadaran tubuh menerima alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8401706337492947162?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8401706337492947162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/menyadari-nimat-obat-beragam-penyakit.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8401706337492947162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8401706337492947162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/menyadari-nimat-obat-beragam-penyakit.html' title='Menyadari Ni&apos;mat; Obat Beragam Penyakit, Pelipur Kehampaan Hidup'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-2984249380873367251</id><published>2011-07-05T22:24:00.001+07:00</published><updated>2011-07-05T22:24:58.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do&apos;a'/><title type='text'>Rencana Posil</title><content type='html'>&lt;div align='center'&gt;&lt;i&gt;Ketika lorong-lorong jurang menjadi tempat kehidupan&lt;br /&gt;Ketika lubang sumur diliputi kegelapan jadi kamar kecilku berbaring&lt;br /&gt;Dan terowongan selalu menjadi jalan tempat aku dilahirkan&lt;br /&gt;Seringkali mata ini&lt;br /&gt;Terkadang pula hati ini&lt;br /&gt;Atau mungkin juga tenaga yang ada&lt;br /&gt;Selalu berharap &lt;br /&gt;Mendamba&lt;br /&gt;Memuja&lt;br /&gt;Secercah sinaran dapat kuterka&lt;br /&gt;Sepercik cahaya bisa kujamah&lt;br /&gt;Dan sekelilingku menjadi terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu dan hari bertambah hari hingga tak terkira tahun tlah kulalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan hanya membeku menjadi sebuah angan&lt;br /&gt;Tak berbuah tidak jua berkembang&lt;br /&gt;Semuanya hanya sebuah posil membatu &lt;br /&gt;Hanya hingar bingar tak berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hati tak henti mengoceh&lt;br /&gt;Kalau aku adalah kegagalan &lt;br /&gt;Kalau aku hanyalah symbol kelemahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siasia semua yang ku lewati&lt;br /&gt;Kegelapan ini terus kudaki&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Panyileukan, 020109&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-2984249380873367251?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/2984249380873367251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/rencana-posil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2984249380873367251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2984249380873367251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/rencana-posil.html' title='Rencana Posil'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-6201557706418149167</id><published>2011-07-05T17:32:00.002+07:00</published><updated>2011-07-05T17:37:00.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phenomena Sekitar'/><title type='text'>Mereka Bukan Mereka</title><content type='html'>&lt;div align='center'&gt;&lt;br /&gt;mereka bangga... mereka bahagia, merasa telah bisa membantu mereka&lt;br /&gt;sinar kebanggaan terlukis diwajahnya, luapkan tinta rasa sukses mereka&lt;br /&gt;goresan-goresan pahat kesenangan terukir dimukanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bangga... mereka bahagia, merasa telah mampu hilangkan duka mereka&lt;br /&gt;mereka yang teraniaya&lt;br /&gt;mereka yang tersiksa&lt;br /&gt;mereka yang merana&lt;br /&gt;mereka yang tercabik-cabik hidupnya oleh ulah mereka, bukan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bangga... mereka bahagia, menikmati usaha senyumkan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah dengan mereka...&lt;br /&gt;mereka bebas dari beban hidupnya?&lt;br /&gt;mereka telah keluar dari kesulitan hidupnya?&lt;br /&gt;mereka jadi penolong hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak...!&lt;br /&gt;tidak...!!&lt;br /&gt;tidak...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka hanya pil pahit racun pelupa mereka&lt;br /&gt;mereka hanya ijrail pencabut kesadaran bangun untuk tidurnya&lt;br /&gt;mereka hanya setan penghias bahagia patamorgana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tengah realita&lt;br /&gt;di tengah kehidupan nyata&lt;br /&gt;tatkala mereka tiada&lt;br /&gt;dan kesunyian kesendirian datang mendatanginya&lt;br /&gt;rasa bahagia, senyum tertawanya, hiburan kata bantunya,&lt;br /&gt;tak bermakna apa-apa dibanding derita dampak ulah mereka yang bukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka tetap tersiksa&lt;br /&gt;mereka tetap merana&lt;br /&gt;himpitan masalah kini dihadapnya, harus dihadapinya&lt;br /&gt;bertambah besar tatkala sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haruskah mereka bahagia..?&lt;br /&gt;haruskah mereka yang lainnya menggulung tikar hidupnya??&lt;br /&gt;tidak..! sekali-kali tidak..!!&lt;br /&gt;mereka harus sadar... sudah saatnya sadar!&lt;br /&gt;mereka harus bangun... sudah saatnya bangun!!&lt;br /&gt;bangkitlah, sadarlah...&lt;br /&gt;hadapi hidupmu dengan hidup..&lt;br /&gt;pecahkan bekumu dengan cairmu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mabukmu oleh mereka hanya bertambah derita&lt;br /&gt;susahmu tetap susah&lt;br /&gt;dan masalah tak henti-hentinya bertambah&lt;br /&gt;seiring berjalannya hidupmu dalam usiamu&lt;br /&gt;kau diam sementara waku berjalan terus membawa persoalan&lt;br /&gt;soalan kau diamkan bertumpuk dalam kediaman&lt;br /&gt;hingga semuanya menjadi beban dihari demi hari harus kau usaikan&lt;br /&gt;enyahlah dari mereka yang melupakannya&lt;br /&gt;hadapilah dan jangan melupakannya&lt;br /&gt;isilah dan jangan menghindarinya&lt;br /&gt;mereka hanya hembusan angin panas patamorgana dan sementara ini nyata...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bandung (Sabtu) 19 Mart 2011 (07:46 AM) &lt;br /&gt;terinsfirasikan oleh realita selebriti dan penggemar)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-6201557706418149167?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/6201557706418149167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/mereka-bukan-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6201557706418149167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/6201557706418149167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/mereka-bukan-mereka.html' title='Mereka Bukan Mereka'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8641649902810311243</id><published>2011-07-05T15:04:00.003+07:00</published><updated>2011-07-05T17:32:29.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phenomena Sekitar'/><title type='text'>Tak Ada yang Sisa</title><content type='html'>&lt;div align='center'&gt;&lt;br /&gt;yang tua yang muda&lt;br /&gt;yang kanak yang remaja dan renta&lt;br /&gt;semua berebut hidup dengan caranya&lt;br /&gt;berebut hidup bumbu-bumbu kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka saling menerka apa yang didapatinya&lt;br /&gt;mereka menilai sesuai kapasitas sahwat dan nalar hewaninya menerka&lt;br /&gt;tak penting mana yang harus&lt;br /&gt;tak jelas mana yang jangan&lt;br /&gt;hingga tak jelas mana yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka beradu dalam relatif&lt;br /&gt;berlaga bermodal subjektif&lt;br /&gt;muara mereka hanya kalaf, lupa dan hilaf&lt;br /&gt;terbenam dalam keberbedaan berbeda&lt;br /&gt;huru hara memang pantas buatnya&lt;br /&gt;yang tua bunuh yang muda&lt;br /&gt;yang muda tikam yang tua&lt;br /&gt;dan anak menjerit sakit ketakutan, trauma dan kelaparan&lt;br /&gt;semua hanya menjadi dan mati dalam sia belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama tak ada tujuan yang seiya&lt;br /&gt;rumahtangga, masyarakat, negara dan dunia bukanlah kumpulan organ&lt;br /&gt;organ yang sejalan seperjuangan&lt;br /&gt;dia hanyalah buih yang tak ada pijakan buat menahan hempasan kerakusan perbedaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8641649902810311243?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8641649902810311243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/tak-ada-yang-sisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8641649902810311243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8641649902810311243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/07/tak-ada-yang-sisa.html' title='Tak Ada yang Sisa'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-2834173490497286349</id><published>2011-05-17T18:53:00.005+07:00</published><updated>2011-05-17T23:08:03.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etika islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlak'/><title type='text'>Etika Berbicara Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div align='center'&gt;&lt;i&gt;Qul khairan au litasmut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah yang baik kualitasnya, atau diamlah..!!&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='right'&gt;Muhammad Rasulullah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-2834173490497286349?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/2834173490497286349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/05/etika-berbicara-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2834173490497286349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2834173490497286349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/05/etika-berbicara-dalam-islam.html' title='Etika Berbicara Dalam Islam'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-866642706675241458</id><published>2011-05-17T16:10:00.001+07:00</published><updated>2011-05-17T17:32:49.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Seharian di Kereta Api</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Sejujurnya, meskipun usiaku sudah menginjak kepala 2.5,  aku baru sekali ini naik kereta. Kereta yang sempat aku pandang alergi karena seringnya memakan korban kecelakaan, dibayangkan bising saat menaikinya, atau yang aku bayangkan tidak akan pernah nyaman karena roda besinya yang terus bergerak penuh hentakan ke rel yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tatkala menaikinya, sedikit demi sedikit semua &lt;i&gt;sak wa sangka&lt;/i&gt; yang belum pernah dicoba itu bisa terkikis juga oleh keberanian diri mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan, ada beberapa keunikan yang saya takjubi di dalam kereta;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;  &lt;big&gt;Keakraban&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;hanya dua orang yang saya kenal dalam kereta waktu itu, keponakan dan ayah. Namun meskipun begitu, selama dalam perjalanan menunggangi kereta, dengan jumlah penumpang yang ratuusan orang itu, saya tidak merasa berada dalam dunia minoritas.  Saya tidak merasa kesepian. Setiap orang yang kujumpai selalu menyapaku dengan muka yang ramah. Latar belakang suku yang beragam, yang tentu saja membawa budaya bahasa daerahnya masing-masing, tidak menjadi kendala bagi kami untuk berbincang. Seringkali perbincangannya pun tambah lama tambah seru sampai-sampai antara kami semua tidak sadar kalau ternyata sebenarnya kami belum kenal sama sekali sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkutan kota (Angkot) penumpangnya hanya sedikit. Jok belakangnya saja hanya muat untuk 7 dan 5. Namun dari sedikit itu jarang sekali kita bertegur sapa antar penumpang. Yang ada kita hanya menghabiskannya dengan melamun atau membaca sesuat. Terkecuali kalau kita berangkatnya dengan teman. Hal itu jauh berbeda kondisinya dengan di Kereta Api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kereta lah saya merasakan betapa pentingnya sebuah bahasa pemersatu antar suku bangsa. Di kereta pula saya merasakan indahnya komunikasi dengan latar belakang manusia yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; &lt;big&gt;Keramaian&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Selain akibat dari bisingnya laju kereta itu sendiri, di kereta juga banyak aneka ragam suara-suara manusia. Para pengamen hilir mudik menyanyikan beragam lagu khas daerah yang di lalui maupun lagu-lagu modern. Begitu juga dengan para penjual makanan dan minuman, mereka tanpa lelah terus pulang pergi silih bergantian menawarkan barang dagangannya. Sepertinya sebuah pasar di manapun tidak bakalan ditemukan keramaian seramai di kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; &lt;big&gt;Kereta miniatur negara&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Naik dari statsion Kiaracondong saya berkesempatan untuk mendapat tempat duduk. Selain karena waktu berangkat adalah waktu malam yang hanya disinari lampu yang temaram, posisi duduk di kursi membuat jangkauan penglihatan tidak sebebas kita berdiri. letak kursi kereta yang lumayan tinggi telah menghalangi pandangan saya untuk melihat tempat sekitar. Berbeda halnya saat pulang. Statsion Gombong yang bukan statsion pusat pemberhentian, membuat saya harus kebagian berdiri dikarenakan kursi kereta sudah penuh oleh penumpang yang naik dari Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdiri menghadap ke tengah gerbong. Betapa terkejutnya saya tatkala mengamati apa yang ada di sana. Corak ragam manusia seakan menyatu di gerbong itu. Dari anak-anak sampai kakek2 dan nenek2 ada di sana. Semua lapisan masyarakat (Kecuali presiden dan mentri-mentrinya) seakan berkumpul di sana. Dari pekerja keras sampai bencong dan pengemis pun ada di sana. Waktu itu saya berfikir, andai saja saya hendak meneliti perkembangan negara Indonesia, kayanya kalau penelitian itu dilakukan di kereta sudah ada jawabannya. Di kereta, beragam corak manusia dan  ragam aktifitas dunia tergambar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mencoba mengamati apa yang dilakukan oleh para penumpang di gerbong tempat saya diami apabila adzan kelak berkumandang. Saat waktu adzan Dzuhur dan Ashar sengaja saya tidak langsung shalat karena ada keinginan mengamati itu. Sampai kira-kira jam 4 sore, saya tidak menemukan orang yang shalat kecuali amat sedikit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang 1 atau 2 bulan dari peristiwa naik kereta itu, kemarin-kemarin saya sempat membaca buku Quraish Shihab yang berjudul "Lentera Hati" dan ternyata Quraish Shihab pun merasa prihatin dengan apa yang dilihatnya di kereta, terkait shalat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebetulnya sudah mempermudah untuk memenuhi ibadah bagi orang yang berada dalam kendaraan maupun sedang bepergian. Waktu dan tatacaranya pun Rasulullah telah mengajarkannya secara detail, namun terkadang dengan sikap ingin apdol dan sempurna seperti waktu biasa, yang oleh Rasulullah pun tidak dikehendakinya, malah membawa mereka untuk berani meninggalkan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa hikmah yang bisa ku petik dari pengalaman pertamaku menaiki kereta ekonomi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-866642706675241458?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/866642706675241458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/05/seharian-di-kereta-api.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/866642706675241458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/866642706675241458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/05/seharian-di-kereta-api.html' title='Seharian di Kereta Api'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8349271985790367432</id><published>2011-04-30T08:22:00.003+07:00</published><updated>2011-04-30T08:26:32.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosafat Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='egaliter'/><title type='text'>Kenapa Mesti Ada Jarak di Antara Kita</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Merunuti sejarah perjalanan Rasulullah seringkali membuat orang Islam terkemudian merasakan gambaran bagaimana indahnya hidup dalam naungan risalah Islam. Situasi di mana sebuah kelas social bukan yang utama. Semua orang yang datang ke perkumpulan Islam akan disambut dengan penyambutan yang sama, apakah backgroundnya seorang penguasa, rakyat jelata, konglomerat, bahkan seorang hamba sahaya sekalipun. Mereka bergumul dalam perkumpulan masyarakat penuh kasih mengasihi. Tak ada ruang pembeda dalam perkumpulan mereka kala itu..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entah apa yang terjadi sekarang dalam ummah ini. Apa yang jadi keunggulan Islam yang kita dapati gambarannya dari sejarah awal perjalanannya itu menjadi suatu yang sulit untuk didapati hari ini. Tapi mungkin saja itu hanya kondisi yang saya temukan di mana saya tinggal, yang keberadaannnya memang saya sendiri belum berusaha keluar dari wilayah atau kota itu. Semoga kondisi-kondisi yang saya temukan sekarang itu tidak terjadi di wilayah Muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang sedang merindukan kondisi dan situasi itu. Situasi di mana latar belakang sosial tidak menjadi pemicu seseorang untuk dihormat atau direndahkan. Dan orang-orang yang hendak benar-benar tobat, orang-orang awam yang mau memperdalam ajaran agamanya, dan orang-orang miskin yang ingin mendapatkan pendidikan di antara siswa kaya lainnya, bisa lebih leluasa tanpa perlu mendapatkan pandangan setengah mata. Saya sedang merindukan kebersamaan itu lahir bukan atas naungan persamaan kelas social yang sama, melainkan naungan risalah Tuhan yang universal berupa dienul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan itu seringkali menambah saya untuk kembali bertemu dengan kecewa dan kecewa. Hingga mengantarkan saya untuk selalu berkumpul dengan barisan orang-orang kecewa. Selaku orang yang membaca perjalanan awal risalah kenabian itu, rasa kecewa ini tidak menjadikan saya kecewa pada sesuatu yang bukan seharusnya dikecewai. Saya tidak menjadi kecewa pada agama saya karena agama saya tidak mengajarkan sedikitpun pada hal-hal yang saya kecewai. Kultur yang berkembang adalah buah dari keterjebakan ummah ini dalam perangkap gaya hidup, pola hidup, filsafat hidup, dan orientasi hidupnya orang-orang non Islam. Sifat-sifat materialistis (yang melihat kebenaran, keindahan, ketakjuban, keutamaan dan kelebihan sesuatu diukur dari sudut pandang materi), hedonis (yang melihat kebenaran, keindahan, keutamaan, ketinggian, dan keterhormatan sesuatu diukur dari sudut pandang kenikmatan yang diperoleh) dan pragmatis (yang melihat kebenaran, keindahan, ketakjuban, keutamaan dan keterhormatan sesuatu atas dasar nilai bisa tidaknya ia memberi pemuasan cepat, masa orientasi pendek, pola pikir rendah) yang semuanya menjadi filsafat dan kultur hidup musuh-musuh dan dimusuhi Islam tanpa sadar telah mempengaruhi ummat ini. Mungkin dalam perbincangan sehari-hari mereka masih mengukuhkan diri tidak terlibat dalam sifat-sifat landasan hidup semacam itu, namun dalam pola hidup yang mereka jalani sehari-hari sifat itu tampak sangat erat dan kental mereka jalani. Jika toh apa yang mereka kukuhkan dalam pengakuan dan penuturan lisan mereka itu benar, mungkin persaudaraan dibawah panji yang berkibarkan dienul Islam itu akan semakin erat kita rasakan penuh dengan keindahan dan keharmonisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya tidak punya kehendak untuk menyarankan atau menganjurkan siapapun dari saudara saya untuk menyadari pola hidupnya yang salah kemudian berubah. Lantaran kesadaran terkadang sulit kita dapat melalui teguran dan nasihat orang, apalagi jika dalam situasi ego dan perasaan sedang berada dalam posisi yang dirasa benar meski salah. Kesadaran terkadang memang harus dicari oleh usaha berfikir secara merenung sendiri. Merenung bukan dalam arti yang selalu salah difahami dengan melamun. Merenung dalam arti memikirkan secara mendalam hingga menyelam ke dasar persoalan sampai butiran-butiran intan permata hikmah selaku kebenaran yang mengantarkan seseorang untuk hidup bijak pada akhirnya dia dapat. Semoga ini menjadi bahan renungan kita bersama, demi tercapainya kehidupan yang mulia. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8349271985790367432?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8349271985790367432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/kenapa-mesti-ada-jarak-di-antara-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8349271985790367432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8349271985790367432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/kenapa-mesti-ada-jarak-di-antara-kita.html' title='Kenapa Mesti Ada Jarak di Antara Kita'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1277880049599167689</id><published>2011-04-30T08:10:00.002+07:00</published><updated>2011-04-30T08:14:59.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Obrolan Tong Sampah</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Di sudut kota besar, di sbuah pinggir jalan, halte bus dan tong sampah berdiri berdampingan di bawah terik mentari siang. SEsekali keduanya saling melirik meski tak sepatah kata yg terucapkan. Tak ada obrolan antara mereka. Hanya keheningan yg terus berlalu di tengah hingar bingarnya kendaraan dan silih bergantinya orang lalu lalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pagi hingga petang, Si Halte perhatikan kelakuan Tong Sampah hanya melamun dan melamun. Tak ada kegiatan berarti yg dilakukannya. Hari sudah mulai petang. Si Tong masih saja duduk dengan lamunannya. Berbeda dengan Si Halte yg terus sibuk melayani para manusia yg menanti bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halte hawatir, takut ada apa2 dengan Si Tong. Maka diapun menyapa Si Tong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau terus melamun Tong? Bukankan kamu sendiri pernah bilang kalau melamun itu hanya akan menambah beban mentalmu saja?'. Tanya tong membuka percakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak sedang melamun Tong. Yg kulakukan dr tadi adalah merenungi nasibku saja..!" Jawab si Tong simpel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh... Memangnya apa yg menarik kau renungkan dari nasibmu seharian tadi Tong? Bukankah setiap hari juga nasibmu sama seperti tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ITU dia Hal.. Kesamaan nasibku dari hari kehari yg menarik aku renungi" jawab tong sambil menyelang pembicaraan dengan tarikan napas yg dalam dan sesak, seberat takdir yg dilaluinya. "Bukan aku iri padamu, tapi aku juga ingin banyak jasa sepertimu. Aku tidak mau dibuat manusia hanya sebagai simbol dan pajangan semata. Aku ingin juga ada di dunia ini bermanfaat seperti keberadaanmu Tong. Aku ingin juga sibuk melayani para tuanku seperti yg kamu lakukan setiap hari. Aku tak mau diejek oleh sampah2 yg berserakan di depanku. Aku tak mau berdiri seumur hidupku hingga berkarat ini dengan sia2 belaka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak usah merasa kecil hati begitu Tong.. Bukankah meski tak banyak digunakan sepertiku, kau sebetulnya tak dirugikan?" halte coba beri masukan pemikiran dgn maksud bisa ringankan pikiran Si Tong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dilihat dari sisi itu, apa yg kau katakan betul sekali Hal. Tapi apa jadinya yg kau rasakan jika di tengah potensiku yg besar, dan di luasnya tubuhku yg kokoh, nyatanya tak ada yg bisa kulakukan selain melihat dan mendengar tangisan duka dan pilu orang2 yg tak menghiraukanku??" jawab Si Tong sambil mengurai butiran air mata, saat mengenang beragam paradoxisme nasibnya di tengah bencana banjir yg menelan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya juga sih Tong. Tapi apa juga kekuatan tangismu itu dapat merubah keadaan? Buat apa juga kau hiraukan nasib para majikan yg tolol itu? Kita kan dibuat hanya untuk taat pada mereka Tong! Kita turuti apa yg diperlakukan mereka, itulah bukti taat kita, iya kan? Jadi, biarlah mereka terus menderita dgn ketololan mereka sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bener juga Hal apa katamu" Tong kayanya berhasil juga dibujuk Si Halte. "...kebersihan memang beda dgn panasnya siang dan basahnya hujan yg langsung terasa oleh badannya. Karena itulah mungkin kenapa keberadaan kau dirasa lebih berguna dibanding aku" sambung Tong memainkan buah renungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya, itulah Tong... Manusia terkadang hanya sadar oleh ssuatu yg bisa langsung terasa. Tak heran jika di tengah kehidupan mereka, Allah SWT. selalu mengutus para Nabi-Nya untuk mengingatkan soal iman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah maksudmu adalah bahwa inilah makna kenapa kebersihan dimasukkan dlm kategori iman, sementara berteduh tidak?" Tong penuh penasaran dgn raut muka sedikit mengharap tercerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yah sedikitnya itulah yg ku pahami Tong. Bukankah iman dapat dapat berharga iman tatkala semuanya diyakini dan dijalani saat masih dalam keghaiban? Kalau sudah nampak, ya tidak berguna seperti tidak bergunanya pembenaran Firaun meski sahadahnya itu bercampur airmata dan garam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kesunyian malampun mereka lalui dgn senyuman. Hari tak terasa sudah pagi lagi. Dan mereka tak pernah lelah berdiri penuh ketaatan meski sedikit yg menghargai eksistensi ketaatannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1277880049599167689?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/1277880049599167689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/obrolan-tong-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1277880049599167689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1277880049599167689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/obrolan-tong-sampah.html' title='Obrolan Tong Sampah'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-2286379843269285850</id><published>2011-04-30T07:58:00.003+07:00</published><updated>2011-04-30T08:03:44.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dzalim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='main logika'/><title type='text'>Syirik Adalah Dolim, Dolim Adalah Bodoh, Bodoh Adalah Hina</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an dikisahkan bahwa pada suatu saat Lukman al-Hakim sempat memberi wasiat kepada anaknya. Isi wasiatnya adalah melarang kepada anaknya melakukan kemusyrikan. Alasan pokok dari seorang al-Hakim melarang itu sangatlah pendek yakni, karena kemusrikan adalah perbuatan dzalim yang besar. Kenpa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Syirik&lt;/i&gt; adalah istilah yang digunakan Islam untuk menamai perilaku yang menyamakan antara posisi makhluk dengan khaliknya, hamba dengan tuannya, atau pencipta dengan hasil ciptaannya. Sementara istilah &lt;i&gt;dzalim&lt;/i&gt; adalah digunakan untuk suatu perilaku yang di dalamnya ada menyimpang karena telah menempatkan sesuatu bukan pada tempat yang seharusnya. Dengan merunut arti dasar dari kedua istilah tersebut (syirik dan dzalim) kita sekarang faham kenapa Lukman al-Hakim mengkategorikan kemusyrikan kepada kedzaliman. &lt;i&gt;Khalik&lt;/i&gt; atau Pencipta itu sudah kita paham benar posisinya sangat beda dengan &lt;i&gt;makhluk&lt;/i&gt; atau yang diciptakan. Kedua posisi ini sangat jelas berbeda, dan memang harus dibedakan. Manusia saja akan tersinggung apabila dirinya disamakan dengan buah karyanya. Contoh sederhananya saja, tukang membuat roti dan pembuat septiteng. Coba saudara bayangkan bagaimana tersinggungnya seorang pembuat roti kemudian oleh seseorang roti hasil buatannya disamakan dengan dia yang membuatnya. Apalagi kalau jatuh pada pembuat septiteng bukan? Kenapa tersinggung? karena tidak mungkin seorang pembuat roti sama dengan roti buatannya. Dan jika ada orang yang menyamakan antara pencipta dengan hasil ciptaannya (Makhluq) seperti menyamakan pembuat toilet dengan toilet hasil buatannya maka orang itu benar benar sudah menempatkan pemahaman dan pelabelan sesuatu yang keliru, yang bukan ditempat semestinya, atau dengan kata lain sudah melakukan perbuatan dzalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang apalah namanya jika melakukan kedzaliman seperti meletakkan toilet sama derajatnya dengan pembuat toilet kalau bukan bodoh namanya. Apa namanya seseorang yang menyamakan pencipta dengan hasil ciptaannya kalu bukan bodoh? Dengan kata lain, seseorang yang berbuat dzalim pada dasarnya adalah bodoh. Lalu bagaimana kalau dia melakukan dzalim itu bukan tidak tahu tapi karena hal-hal lainnya, seperti takut misalnya? Jika begitu keadaannya, logika kita pun akan bertanya kalau dzalim itu salah dan tidak dzalim itu benar, kenapa melakukan ketidak dzaliman harus takut padahal itu adalah benar, bukankah yang harus takut itu yang salah? Jadi dengan dia lebih mengambil rasa takut ketimbang berani menegakkan kebenaran pada dasarnya tetap saja ada dalam posisi kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa yang bodoh jadi hina? Manusia diciptakan oleh Alloh SWT itu ada dalam derajat yang tertinggi dari derajat makhluk lainnya sehingga mengantarkan manusia pada posisi khalifah (pemimpin) bagi makhluk-makhluk lainnya. Derajat manusia menjadi derajat yang lebih tinggi dari makhluk lainnya adalah dikarenakan manusia dicipta memiliki akal pikiran yang dengannya dia bisa melakukan pertimbangan dalam memutuskan sesuatu, bisa mengembangkan dari yang namanya bahan pokok menjadi barang-barang baru, rangkaian pengembangan dari bahan pokok itu. Semua itu hanya dimiliki oleh manusia, sehingga dengan kemampuannya itu kepengurusan bumi dipindah alihkan dari Allah kepada manusia dalam kalimat jabatan khalifah. Jika potensi manusia itu dibiarkan membeku dan tidak digunakan sehingga membuat dirinya menjadi manusia bodoh, tentu hal itu merupakan kehinaan. Kehinaan yang oleh makhluq-makhluk lainnya pun tidak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-2286379843269285850?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/2286379843269285850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/syirik-adalah-dolim-dolim-adalah-bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2286379843269285850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2286379843269285850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/syirik-adalah-dolim-dolim-adalah-bodoh.html' title='Syirik Adalah Dolim, Dolim Adalah Bodoh, Bodoh Adalah Hina'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-2103727527658950598</id><published>2011-04-30T06:53:00.000+07:00</published><updated>2011-04-30T07:21:09.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Berlaku Sayang Bukan Berarti Tidak Hitungan</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Seringkali tatkala kita melakukan sikap tegas (bukan keras) terhadap seseorang yang kita bantu, mereka malah memiliki anggapan bahwa kita telah berlaku kejam, keras dan tidak berlaku kasih sayang terhadap mereka. Kebanyakan orang beranggapan bahwa wujud dari sifat kasih dan sayang adalah memberikan apapun yang mereka mau atau butuhkan. Benarkah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap kasih dan sayang yang hakiki adalah memberikan sesuatu yang terbaik terhadap mereka yang kita kasihi dan sayangi. Memberikan sesuatu yang terbaik bukan berarti memenuhi segala yang diminta atau yang dibutuhkan atau bahkan yang disenanginya. Karena yang diminta, yang disenangi atau yang dibutuhkan oleh seseorang yang kita sayangi belum tentu merupakan yang terbaik buat mereka. Dengan demikian, pada hakikatnya seseorang yang memiliki sikap dan sifat kasih sayang terhadap seseorang haruslah memperhitungkan hal-hal terkait dampak baik atau buruk yang timbul dari sesuatu yang akan diberikan kepada yang disayanginya atau dicintainya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti ini jangankan oleh manusia yang tidak bisa sepenuhnya memberi kasih sayang yang utuh, Alloh yang maha Pengasih dan Penyayang saja selalu mengingatkan bahwa apa yang Dia berikan kepada kita berupa anugerah dan kenikmatan yang banyak dan mudah itu, pemberian Alloh selaku wujud kasih sayangNya itu, semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya, semuanya akan diperhitungkan masalah penggunaan dan pemanfaatannya. Hal itu bisa dimengerti karena memang apabila tidak diberlakukan demikian, manusia akan seenaknya menggunakan pasilitas yang penuh kenikmatan ini tanpa memperhitungkan kebaikan dan keburukan baik bagi dirinya, orang lain, maupun alam sekitar, dan jika sampai itu terjadi jelas kekacauan kehidupan akan menimpa seluruh alam ini. Perhitungan Alloh terhadap semua pemberian-Nya adalah bentuk kasih sayang dan cinta-Nya yang Besar kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sudah bahwa kasih sayang yang hakiki pada dasarnya adalah sikap dan perilaku yang didalamnya mengusahakan seseorang yang kita kasihi dan sayangi mendapatkan yang terbaik, terbaik yang bukan semu melainkan terbaik yang sebenar-benarnya terbaik, dengan wujud kita selalu memperhitungkan apakah pemberian kita itu terbaik buat mereka atau malah merusaknya, dengan cara melihat aspek-aspek yang melingkupi pemberian kita. Semoga pandangan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, agar kita tidak keliru bertindak hanya karena salah dalam memahami. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-2103727527658950598?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/2103727527658950598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/berlaku-sayang-bukan-berarti-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2103727527658950598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2103727527658950598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/berlaku-sayang-bukan-berarti-tidak.html' title='Berlaku Sayang Bukan Berarti Tidak Hitungan'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8227973015932548840</id><published>2011-04-30T02:36:00.001+07:00</published><updated>2011-04-30T02:51:56.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Wasiat Sang Mamah Pertiwi</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Purnawarman Ibn Atim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Mamah Pertiwi bertemu dan berkumpul dengan para penghuni negerinya, dia pun kemudian mewasiatkan segala kekayaan yang tersimpan di dalamnya untuk dikelola dan dikembangkan hingga darinya bisa menghasilkan segala macam barang yang mampu memenuhi segala kebutuhan mereka dan generasinya sehingga derajat mereka selaku khalifah bisa terlaksana dengan lancar dan mudah. Dan Mamah Pertiwi Indonesia telah meninggalkan pusaka itu dengan amat berlimpah. Sehingga bersorak sorailah para anak-anaknya itu penuh kegirangan. Dalam benaknya sudah tergambar bahwa seluruh kebutuhan dan keinginan hidupnya akan dapat dengan mudah dipenuhi oleh apapun yang ada dan tersedia dari harta pusaka yang didapatnya itu. Rasa kegembiraannya itu pun diluapkannya dalam syair-syair indah, dalam lantunan nyanyian yang membahagiakan, dan dalam kisah-kisah yang menakjubkan. Kala itu, mereka benar-benar tengah jatuh dalam lautan suasana rasa bahagia yang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu demi waktu terus dilalui. Berkat keberlimpahan harta pusakanya itu hidup mereka pun dilewati dengan penuh kedamaian dan ketentraman. Hamparan Lautan yang dalam dan luas, gundukan gunung yang menjulang hijau, pepohonan dan buah-buahan yang tak terkira banyaknya, serta bahan-bahan tambang yang menjadi timbunan harta karun yang tak terhingga nilainya memang sudah menjadi harta yang setiap hari menakjubkan mereka. Keindahan alam dan kenyamanan atmosphere lingkungannya telah membuatnya betah untuk tetap berdiam dan mengelola sekedarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar kesejahteraan dari harta berlimpah itu sampai juga kepada para tetangganya yang hidup di seberang gersang nan tandus. Serigala-serigala Eropa kini mengendus mangsa empuk di rumah tetangganya itu. Maka bersiaplah mereka menjajakinya. Hingga di suatu malam yang suasana Indonesia sedang padam kelam dan gelap gulita oleh malam peradaban, mereka berangkat menyebrangi lautan dan menyelinap ke semak-semak belukar untuk melakukan ekspansi perampokan. Ternyata prediksi mereka benar, anak-anak kaya itu didapatinya tengah tidur lelap dalam buaian mimpi indah yang membahana, hingga serigala-serigala Eropa pun sanggup merauk segala kekayaan yang didapatinya, yang memang amat banyak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah hilir mudiknya serigala-serigala Eropa mengangkut segala macam yang mereka dapati, anak-anak negeri itu hanya mengigau dan mendengkur keras karena terusik berisiknya hilir mudik para pengangkut harta rampokan. Malam itu amat panjang bagi mereka yang terjaga. Namun tidak bagi mereka yang melewatinya dengan tidur pulas hingga tewas. Yang tidur hanya bisa mendengkur dan mimpi indah, meski di samping mereka tengah terjadi perampokan besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu hitam kelamnya malam pun telah berangsur memudar. Di kala waktu malam telah menunjukkan 3.5 ABAD (bukan WIB), sudah sampai saatnya bagi para pemuda untuk memadu cinta dengan Kekasihnya, Alloh Subhanahu wa ta’ala. Maka diiringi nada syahdu nyanyian ayam pejantan, bangunlah para pemuda itu dengan semangatnya. Ditabuhnya genderang adzan,  membangunkan para saudaranya untuk siuman dan kembali memuji Tuhannya. Memang suara Muadzin amat lembut dalam membalut ketegasannya, sehingga menggugah telinga dan hati para pendengarnya untuk kembali membukakan mata mereka. Disibakannya selimut hangatnya kejumudan dan nikmat empuknya sifat taqlid mereka itu untuk bangun berjuang menyongsong terbitnya sang pajar kemenangan. Dilawannya musuh-musuh mereka dengan perkakas seadanya di tangan mereka. Pergerakan atas nama cinta itu tak kenal lelah, hingga membuahkan hasil dengan kocar-kacirnya serigala kelaparan yang semalaman telah merampok harta wasiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi setiap generasi yang bangun kala itu, pengalaman kerampokan tadi menjadi pelajaran sangat berharga yang tidak boleh disiasiakan dan dilupakan begitu saja. Mereka pun berembuk untuk mencari cara-cara terbaik agar kondisi yang telah dialaminya itu tak terulang kembali. Hingga lahirlah sebuah keputusan spektakuler dari salahsatu anggota perkumpulan, bahwa wasiat akan terjaga kalau semua anggota keluarga disatukan dalam naungan NKRI. Anak cucu pertiwi harus bersatu padu secara integral dalam kesatuan yang kokoh bernama NKRI. Peristiwa besar itu buah usulan sang terjaga dan sang muadzin M. Natsir, sehingga dikenallah peristiwa itu dengan nama Mosi Integral Natsir. Mosi itu memang brilian. Dari sana lah lahir pertamakalinya nama dan status Indonesia yang hingga sekarang melekat jadi identitas para anak cucu Pertiwi itu, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang di kemudian hari berkat terbentuknya NKRI ini, Indonesia puntumbuh menjadi anak Mamah Pertiwi yang kuat dan tangguh. Setiap tetangga yang punya niat buruk mengambil kekayaannya kini menjadi sangat sulit untuk menembus kesatuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan penjahat namanya kalau ide-ide dan taktiknya tidak selalu lebih cermat ketimbang pemilik rumah. Di tengah semangatnya menata dan membenahi setiap kekosongan yang dulu sempat tak terkelola secara benar, para perampok itu kini bergerilnya dengan jubah-jubah pahlawan dan topeng-topeng sahabat karib yang seolah-olah tengah ikut membantu dan mendukung para anak Mamah Pertiwi membangun negerinya. Dengan modus operandi itu, setiap kali ada lengah dari pribumi, mereka terus mengambil satu demi satu kekayaan yang ada, hingga tanpa sadar dan tanpa terasa, dari hari ke hari, kekayaan para anak Mamah Pertiwi kini terus berkurang, dikuras oleh para perampok munafik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena para generasi yang bangun itu masih ada, melihat adanya gelagat buruk dari pencuri-pencuri bertopengkan teman itu, mereka pun tak henti-hentinya melantunkan adzan untuk mengingatkan yang lainnya. Namun penjahat tetaplah orang jahat. Dengan berbalik melantunkan isu fitnah dan tuduhan sebagai alibi kejahatannya, Natsir dan teman-teman yang selalu adzan diwaktu itu pun didakwa dengan intimidasi yang tak ada buktinya. Mereka diikat dalam tiang-tiang penjara yang membuatnya tak berdaya. Hingga akhir hidupnya, sosok mereka dikubur dalam-dalam oleh para pencuri biadab itu. Adzan pun sampai beberapa waktu kian sunyi senyap. Andaipun ada, suaranya lirih dan kembali hilang tersilap gongongan serigala pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para genarasi yang bangun di masa perampokan dulu itu telah banyak yang pergi dan bahkan hampir semuanya telah tiada. Kini tinggal generasi mereka yang lemah akan wawasan masa silam sejarah tetuanya, dan para perampok itu tak henti-hentinya terus bergerilya mencuri hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama mereka bekerja berbenah dan membangun, tiba waktunya acara evaluasi itu dilakukan. Betapa terkejutnya kini semua para cucu anak negeri itu. Betapa terkecohnya mereka oleh para bangsat bajingan yang munafik selama ini. Penyesalan pun kini membahana dalam ratapan dan keperihan hidupnya. Nyanyian-nyanyian yang dulu pernah dilantunkan para orang tuanya, kini hanya menjadi penghibur mereka dikala menderita. Situasi kini telah jauh berbeda dengan lantunan ayat-ayat syair itu. Kekayaan lautan hanyalah tinggal hitungan peta semata. Ikan-ikan segar hasil bentangan laut yang luas itu telah tiada. Yang bisa mereka nikmati kini hanya ikan-ikan kecil yang sudah bulanan bahkan tahunan dikeringkan jadi ikan asin. Buah-buahan yang berlimpah dalam daftar pusakanya itu kini hanya bisa mereka nikmati imitasinya semata. Untuk merasakan buah jeruk pun hanya bisa mereka lakukan dengan mentuangkan zat esens atau zat pewarna dan perasanya semata, jeruk aslinya entah ke mana. Kekayaan pusaka yang tersisa kini terasa sudah sirna dari benak mereka. Ikan dan buah-buahan telah dirampas oleh saudaranya yang munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cucu-cucu dari para anak negeri ini dapat mengambil pelajaran berharga dari semuanya, seperti halnya para tetua mereka yang mampu mengambil pelajaran dari kejadian perampokan para serigala Eropa satu abad silam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah wahai pemuda kaya…!! Bawa pusaka Mamah Pertiwi ini ke tempat yang lebih mulia..!! gemakan kembali seruan ibadah memuji Tuhanmu yang mampu memperkuat tekat dan kemampuan para pendahulumu..!!&lt;br /&gt;Bangkitlah....!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8227973015932548840?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8227973015932548840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/wasiat-sang-mamah-pertiwi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8227973015932548840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8227973015932548840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/wasiat-sang-mamah-pertiwi.html' title='Wasiat Sang Mamah Pertiwi'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-7261032194726080040</id><published>2011-04-30T02:26:00.001+07:00</published><updated>2011-04-30T02:36:25.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Autodidak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat Ilmu'/><title type='text'>Potensi Belajar Autodidact Dalam Abad Institusi Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ilmu lahir, pada awalnya, dibidani dari usaha keras manusia memaknai dan mencerna hakikat suatu yang tengah dikajinya. Para penemu ilmu yang tersimpan di jagad raya ini adalah mereka-mereka yang belajar secara keras dengan kemandiriannya. Dari mereka lahir beragam hikmah yang sangat berguna besar bagi kehidupan manusia agar ditengah menjalankan roda kekhalifahannya ini mereka bisa lebih mudah berlaku arif bijaksana terhadap bawahannya. Dengan ilmu, para pengurus kehidupan tanaman (petani) bisa lebih mudah memahami sifat dan tabeat yang diurusnya, sehingga tanaman yang dikelolanya itu bisa memberikan balasan besar bagi dirinya sebagai bentuk terimakasih karena telah merawatnya secara baik. Jadilah para petani berilmu itu menjadi sosok petani sukses, sosok kholifah dibidang pertanian yang mampu mengelola bawahan(tanaman)nya. Dengan ilmu besi dan baja, seorang pandai besi (pembuat pisau, keris, cangkul, sabit, dsb.) bisa membuat beragam perkakas dengan mudah dan lebih baik kualitasnya, lebih arif dan adil dalam memperlakukan besi yang dikelolanya, sehingga tumbuhlah dia menjadi sosok khalifah yang membawahi perbesian yang sukses, yang mampu memakmurkan para besi dalam menguraikan potensi yang dimilikinya. Begitu juga yang dialami oleh para pengelola masyarakat, pengajar, pedagang, pandai batu, dan sebagainya. Dengan ilmu mereka mampu menjalankan propesinya dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formalisasi ilmu pun lahir dari usaha keras para pemegang propesi pendidikan, yang menyimpan perhatian besar terhadap apa-apa yang dianggap paling memudahkan manusia mendapatkan pemahamannya terhadap hal yang akan dikajinya, didalaminya. Dengan usaha mereka itu maka lahirlah sebuah budaya baru. Budaya di mana seseorang tanpa harus bersinggungan langsung dengan objek kajiannya bisa tetap mendalami sifat dan karakter yang dimiliki objeknya itu. Seseorang yang menaruh perhatian besar terhadap sifat dan karakter perkembangan masyarakat, dengan adanya formalisasi pendidikan, ia masih tetap bisa mengkaji dasar-dasar dari sifat dan karakter masyarakat yang dikajinya itu tanpa harus bersinggungan langsung dengan mereka. Bahkan dengan memformalisasikan sifat dan karakter dasar setiap objek kajian berupa rumus-rumus yang telah dibakukan, bagi para pemerhati pendidikan, usaha manusia dalam memahami suatu objek kajian lewat rumus-rumus itu dianggap bisa lebih cepat mendalaminya dibanding  dengan yang melakukannya secara langsung ke sumber kajiannya (autoditact).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perkembangan selanjutnya, banyak institusi pendidikan dan orang yang jadi peserta didik di dalamnya malah mengalami disorientasi tatkala menjalani dan masuk dalam instistusi pendidikan formal itu. Hal ini mungkin saja dikarenakan posisi institusi pendidikan yang dari waktu-kewatu terus mendapat tempat tertinggi di mata masyarakat maupun instansi perusahaan. Sehingga lambat laun, dengan posisinya yang baik itu, malah membuatnya terlena atau hanya dijadikan sebagai jembatan mudah bagi para penggerak dan penikmatnya untuk memperoleh tujuan yang diharapkan. Munculnya sifat itu pada akhirnya menimbulkan dampak yang bukan hanya menjatuhkan posisi institusi itu sendiri, melainkan juga menambah daftar kerugian yang tidak lumayan jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan dengan masuknya mereka ke institusi pendidikan akan lebih diprioritaskan oleh instansi-instansi terkait, kondisi itu malah dijadikan sebagai batu loncatan dalam meraih strata social atau image yang memudahkannya diterima bekerja pada instansi atau perusahaan. Pada akhirnya, tujuan utama diadakannya institusi pendidikan (mempermudah mendapat ilmu dan menjadi khalifah yang arif bijaksana) tidak lagi berjalan secara optimal. Kekecewaan dari berbagai instansi atau perusahaan seringkali muncul ke permukaan akibat dari realitas yang mereka temukan jauh dari harapan. Yang seharusnya mereka menerima para lulusan institusi pendidikan itu adalah mereka-mereka para tenaga ahli yang sudah kompeten dengan bidang yang dibutuhkannya tapi dalam realitanya mereka tetap tidak bisa diandalkan untuk memegang hal itu. Itulah salah satu alasan kenapa perusahaan-perusahaan yang ada sekarang malah bukan melihat ilmu apa yang dijadikan studi prioritas para calon pegawainya, tapi hanya melihat bagaimana pola pikir yang dimiliki mereka, dengan melihat sampai tingkat mana mereka bersekolah. Banyak para pekerja yang menempati posisi tertentu sebenarnya bukan lulusan dari institusi pendidikan terkait profesinya itu. Sarjana pertanian ada yang bekerja diperbankan, sarjana tehnik malah menjadi supir angkot, sarjana pendidikan malah menjadi pengusaha, dan sebagainya. Memang betul dalam kondisi sekarang pendidikan tidak bisa menjamin lulusannya untuk bekerja di bidang yang sama dan, jika melihat tujuan utama diadakannya institusi pendidikan yang dipaparkan di atas, jelas hal itu menjadi cerminan bahwa institusi pendidikan yang ada sekarang sudah tidak bisa diandalkan untuk mewujudkan cita-cita itu, karena sudah menciptakan kultur masyarakat yang kacau, tidak adil, tidak menempatkan sesuatu sesuai tempatnya, yang seharusnya hal itu bisa dihindari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang lulusan keilmuan tertentu menduduki jabatan di luar bidang keilmuannya, maka sudah bisa dipastikan bahwa keberhasilannya dia itu berkat usahanya secara keras dan tertatih-tatih melakukan autodidact menekuni profesinya sekarang. Ditinjau dari sifat efinsiensi jelas kondisi semacam itu akan menimbulkan pemahaman bahwa lebih baik langsung saja dari awal melakukan aktivitas autodidact, karena pada ujung-ujungnya yang sekolah di institusi pendidikan pun akan melakukan aktivitas autodidact itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya disorientasi dalam instansi penidikan (sekolah) akan mengakibatkan dampak yang amat fatal bagi setiap lini profesi yang ada, terutama apabila sudah lahirnya sikap skeptic atau tidak percaya terhadap institusi pendidikan. Perkembangan yang sifatnya negative ini jelas harus secepatnya kita tanggulangi dengan mencari alternative lain yang dapat memberikan cara lebih mudah bagi masyarakat luas dalam mendapatkan pengetahuan ilmu bagi kepentingan kekhalifahannya. Di sisi lain, jika toh pada kenyataannya alternative lain yang dimaksudkan itu belum didapatkan, maka kita harus memberikan ruang terbuka dan leluasa bagi para pencari ilmu yang tidak berhenti hanya karena menemukan realitas institusi pendidikan yang tidak bisa memberikan semua yang diharapkan para pendidiknya, dengan cara berjuang secara autodidact. Inilah jalan terbaik yang ditemukan para generasi Indonesia di masa-masa kebangkitannya. Para pemuda, para ulama, dan masyarakat kecil yang tidak mampu masuk ke institusi pendidikan yang ada karena keterbatasan pinansial dan karena kondisi institusi pendidikannya telah ditunggangi oleh misi-misi diluar ideology mereka, mereka terus melakukan pembelajaran autodidact yang mampu mengeluarkan mereka dari jeratan penjajahan yang selama tiga abad lebih telah menenggelamkan hak eksistensi dan potensi besar jiwa manusiawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, agar masyarakat bisa siap menghadapi atau menempuh jalan autodidact ini, mayoritas masyarakat yang telah sekian lama dibesarkan dalam situasi instan akibat kemudahan teknologi dan produk-produk instan kebutuhan hidupnya yang lambat laun menanamkan dalam pribadi dan sikapnya untuk selalu mendapatkan hal serupa (instan) dalam segala lini kehidupannya, para pemimpin, para ilmuan, dan para pemerhati perkembangan ilmu dan pemerhati perkembangan masyarakat, harus juga berusaha keras memberikan jiwa baru pada masyarakat luas itu untuk kembali menanamkan sifat shabar, istiqamah dan ketekunan yang telah sekian lama memudar dan terkikis dari pribadi dan sikapnya. Mereka juga harus menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya ilmu bukan sekedar untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya semata, tapi untuk tujuan luhur, tujuan yang mengusahakan manusia akan arti haikiki kehidupannya yang mulia, yakni mampu menjaga keseimbangan eko system kehidupan alam raya ini. Para pemimpin juga harus menyadarkan masyarakat umum akan hakikat  ilmu yang sangat penting untuk dimiliki, sebab hanya dengan ilmu seseorang bisa tumbuh menjadi sosok manusia yang adil, arif dan bijaksana, yang lebih dekat pada Sang Penciptanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari sisi segi professionalitas, setiap aktivitas membutuhkan sifat adil dan bijaksana dalam memperbesar dan meningkatkan kualitas yang diusahakannya. Sifat adil dalam usaha adalah menempatkan para tenaga ahli sesuai bidangnya. Dan apabila sifat adil telah diabaikan sehingga sampai pada, sebagaimana sabda Nabi saw.; sebuah urusan dibebankan pada yang bukan ahlinya, maka tinggal tunggulah  kehancurannya, pasti itu terbukti, dan tidak akan ada seorang ahli manapun yang mau menentang sabda itu, lantaran memang tidak ada alasan kuat satu pun yang menunjang untuk melemahkan sabda itu. Sabda Itu merupakan inti dari sifat professional yang memang dibutuhkan oleh setiap lini kehidupan yang digeluti manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jelaslah sudah bahwa pada kondisi-kondisi yang seperti dihadapi oleh kita sekarang ini, di soal institusi pendidikan yang sudah mengalami disorientasi baik dari sisi institusinya maupun peserta didiknya, kedudukan aktivitas belajar secara autodidact menjadi alternative lain yang lebih menjanjikan bagi seseorang yang mendambakan ilmu pengetahuan untuk mendapatkan yang didambakannya itu. Karena perihal ilmu sendiri pada intinya bukan masalah institusi atau bukannya melainkan pencariannya yang sampai sang pencari mendapatkannya, dan bermanfaat bagi dirinya, di saat-saat menjalankan roda kekhalifahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-7261032194726080040?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/7261032194726080040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/potensi-belajar-autodidact-dalam-abad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/7261032194726080040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/7261032194726080040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/potensi-belajar-autodidact-dalam-abad.html' title='Potensi Belajar Autodidact Dalam Abad Institusi Pendidikan'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-9218687295613492885</id><published>2011-04-30T02:14:00.003+07:00</published><updated>2011-04-30T02:25:52.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hak Pegawai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PNS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kewajiban Pegawai'/><title type='text'>PNS, antara Harap dan Benci</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Negeri Sipil atau lebih dikenal dengan singkatan PNS, adalah posisi kerja yang sudah tidak asing lagi ditelinga warga Negara Indonesia. Bahkan mungkin keberadaannya itu di tiap tahunnya semakin dikenal dan menjadi idola papan atas yang banyak digandrungi banyak orang, tua maupun muda. Tiap tahunnya, ribuan orang rela antre untuk berkompetisi merebutkan kekosongannya. Tiap kali dibuka bursa kerja PNS, tak pernah terdengar ada yang gak laku dikunjungi pengunjung. Yang dibutuhkan satu, yang datang seribu. Itulah kira-kira gambaran global posisi dan kondisi PNS dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang menjadi rahasia jitu PNS ini menjadi idola?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, persoalan PNS menjadi sosok idola mayoritas orang Indonesia ini tak habis pikir untuk dimengerti. Bagaimana tidak, ketika kehidupan saya banyak dihabiskan dalam usaha niaga di pasar maupun sebagai penjaga toko sembako, malahan kebanyakan para PNS ini seringkali mengeluhkan upah kerja yang didapatnya. Apa lagi jika telah tiba yang namanya pertengahan atau akhir bulan. Kebiasaan mengambil dulu barang dan bayar belakangan (ngutang/nganjuk) kadang kala menjadi pilihan paling paporit bagi mereka. Saat ditanyakan, ternyata gaji bulanan yang diperoleh dari kantor, tutur mereka, kecil dan sering kali tidak bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di keluarganya. Dalam hal ini saya tidak sedikitpun bermaksud ingin menghinakan atau mengumbar kejelekan para pelaku PNS, karena tidak semua PNS seperti itu, ini hanya luapan ketidak mengertian saya terhadap posisi dan image PNS di mata masyarakat saja. Dan tambah membingungkan lagi kalau sudah datang kabar kalau ternyata ada saja orang yang berani mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah demi menduduki status PNS ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah. Mungkin kepusingan pikiran saya ini, bagi orang-orang lain yang hidup dan hobi di persoalan ini, akan disamakan dengan situasi pusingnya seseorang tatkala memikirkan para pemain sepak bola yang memperebutkan satu bola oleh 22 orang yang padahal dengan jumlah bola yang tersedia cukup banyak dipegang oleh para anak gawang yang kapan saja, jika diminta, siap untuk diberikan, kenapa tidak satu orang pemain memegang satu bola saja selesai kan persoalannya? hehe. Jadi pertanyaan kenapa mau-maunya melakukan itu malah menjadi tertawaan orang-orang. Dan saya tidak mau berpolemik dipersoalan itu, sebab persoalan itu bukan sesuatu yang layak untuk dipolemikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi kebingungan yang lebih pokoknya lagi bagi saya adalah tatkala phenomena yang ada itu dibenturkan dengan persoalan antara hak dan kewajiban, antara posisi dan tanggung jawab, dan antara pilihan dengan konsekuensi yang seharusnya dipegang oleh setiap individu yang mau melangkah ke arah yang lebih baik. Dalam dunia kerja, bagi manusia yang mendambakan keluhuran peradaban hidup bermasyarakat, persoalan yang lebih penting bukanlah persoalan hasil yang didapat, melainkan pertimbangan akan persoalan-persoalan duduk perkara ketiga elemen tadi (hak dan kewajiban, posisi dan tanggung jawab, dan pilihan dengan konsekuensi). Jika hal itu sudah menjadi orientasi seseorang, tentu persoalan “kenapa sampai posisi PNS jadi paporit sementara dalam kenyataannya upahnya sendiri kecil” akan menjadi tanda tanya besar. Dan pertanyaan-pertanyaan dan praduga; kenapa hal itu bisa terjadi, apakah karena adanya motip lain di balik kegemaran masyarakat mendambakan posisi kerja sebagai PNS, ataukah memang motipnya karena memang benar-benar murni ingin bekerja yang, meskipun upahnya kecil, lantaran sulitnya mendapat kerja, berimbas pada kondisi seperti itu?, patut untuk kita ketengahkan. Semoga saja praduga yang pertama tidak sampai terjadi sebab jika saja itu yang terjadi tentu akan membahayakan baik bagi moralitas kerja, maupun bagi kualitas kerjanya. Moralitas kerja akan mempengaruhi pada nilai yang terkandung darinya, yang tentu saja dalam dunia Islam akan terikat pada hukum halal dan haramnya sebuah hasil yang didapat, sementara kualitas kerja akan mempengaruhi pada stabilitas output perjalanan satu usaha, dalam hal ini keberlangsungan usaha pemerintahan yang menyangkut hidup dan matinya, sejahtera dan tidaknya, teratur dan tidaknya, kondisi keberlangsungan orang banyak yang hidup berada di bawah naungan Negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dalam Islam masalah moralitas kerja akan mempengaruhi nilai dari hasil yang didapat?&lt;br /&gt;Sebelum kita sampai pada jawaban pokok dari persoalan itu alangkah baiknya apabila kita paparkan terlebih dahulu ketiga elemen penting yang menyangkut dunia kerja tadi secara ringkas dan sederhana, agar apa yang menjadi konklusi dari jawaban persoalan di atas, nantinya bisa dimengerti secara cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan pertama. Hak dan kewajiban seorang pekerja. Tentu sudah tidak diragukan lagi bahwa persoalan ini sudah kita kenal bahkan mungkin saudara sendiri lebih tahu dibandingkan dengan saya. Hak seorang pekerja tiada lain selain mendapatkan upah yang sesuai dengan proses kerja yang dilakukan, sementara kewajiban seorang pekerja adalah menunaikan semua pekerjaan yang dibebankan kepanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi seorang pekerja adalah seseorang yang sudah memiliki keterikatan sebagian waktu dalam hidupnya untuk dicurahkan untuk bekerja pada perusahaan terkait sebagaimana yang telah disepakati bersama dalam perjanjian awal tatkala terjadinya teken kontrak atau perjanjian kerja. Sementara tanggung jawab yang mesti dijalankannya adalah memenuhi semua yang telah disepakati bersama dalam teken kontrak atau perjanjian di muka tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yang diambil adalah keputusan bulat terhadap salah-satu dari beragam pilihan yang ada, yang sudah seharusnya dijalani. Sementara konsekuensi merupakan dampak yang harus ditanggung secara konsisten akibat dari keputusan kita mengambil pilihan tadi, yang tentu saja dampak atau konsekuensi tersebut seharusnya sudah dipertimbangkan secara matang tatkala kita mau memutuskan satu pilihan yang akan diambil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-9218687295613492885?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/9218687295613492885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/pns-antara-harap-dan-benci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/9218687295613492885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/9218687295613492885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/04/pns-antara-harap-dan-benci.html' title='PNS, antara Harap dan Benci'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-3054391124442525363</id><published>2011-01-15T01:56:00.002+07:00</published><updated>2011-01-15T10:32:56.355+07:00</updated><title type='text'>A. Hassan di antara Natsir dan Soekarno</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;A. Hassan adalah ulama besar yang telah membawa Muslim Indonesia, dan banyak Muslim di beberapa negara muslim lainnya, menemukan kembali berbagai risalah yang telah lama terpendam oleh kejumudan.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/ahmad-hassan-persis-bandung-bang.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1"/&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berdiri hanya bermodalkan kecakapan otodidak, namun semangatnya mendalami Islam dan keradikalannya dalam menelusuri segala sesuatu yang berkembang di masyarakat dengan mengembalikan semuanya ke asal mula ajaran itu bermula (al-Quran dan Sunnah) tanpa takut dihujat oleh manusia manapun, A. Hassan berhasil membuat corak baru dalam mereformasi ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bergerak melakukan &lt;i&gt;reconstruction of religious thought in Islam&lt;/i&gt; (begitu Iqbal mengistilahkan gerakannya yg mirip Hassan), A. Hassan juga melakukan metode pendidikan dan dakwah yg amat unik pd zamannya. Banyak para pemuda yg amat simpati dan tertarik dengan metoda yg digunakannya itu. Para pemuda yg mampuh Hassan pengaruhi, salah satunya adalah Natsir dan Soekarno (dua tokoh &lt;i&gt;pounding father&lt;/i&gt; Bangsa Indonesia yg amat dibanggakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Natsir mungkin setiap orang sudah memaklumi bagaimana idealisme religiusnya dalam setiap pergerakan yg dilakoninya. Namun untuk membicarakan Soekarno sejajar dalam pendidikan agamanya dengan Natsir, mungkin kita akan bertanya-tanya, benarkah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan sejarah sudah membuktikan bahwa Natsir dan Soekarno adalah dua pemuda yang mengalami pendidikan langsung dari A. Hassan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno kala itu adalah seorang pemuda yang otaknya penuh dengan mitologi wayang Jawa, yang memang sudah didapatinya dari ayah dan kakeknya. Dengan latar belakang seperti itu, meskipun dirinya mengakui sebagai muslim, bisa dipastikan bahwa dia amat jauh dari ajaran Islam. Dan dia baru bisa tertarik untuk mendalami Islam adalah setelah dirinya berkenalan dengan Hassan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa jika gurunya sama tapi dikemudian hari kedua pemuda itu malah memiliki ideologi yang amat bertolak belakang (180 derajat)? Untuk menjawab persoalan itu mungkin sudah waktunya bagi kita untuk kembali menela'ah hadits Rasulullah yg mengutarakan bahwa &lt;i&gt;segala amalan itu tergantung pada niatnya!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya (M. Natsir, sebuah biografi, 1990), Ajip Rosidi mengomentari keadaan Soekarno seperti itu. Menurutnya, kedekatan Soekarno dengan Hassan adalah karena keinginannya yang hendak memanfaatkan simpati masyarakat muslim terhadap dirinya, yg memang telah terbangun akibat usaha Hassan yang menerbitkan surat-surat Soekarno dari swaktu dirinya dikurung di penjara Endeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Hassan dalam hal wawasan dan keilmuan Islam memang dapat terlihat dalam pola pemaham Soekarno sewaktu mengkritisi berbagai persoalan syar'i, namun pola yg dipakai berbeda dgn pola yg digunakan Natsir dalam hal yang sama. Dalam penggunaan akal Soekarno terlalu bebas (lebih tepatnya bebas tanpa aturan) bahkan tidak menghiraukan batasan-batasan yg memang harus digunakan dalam mengkritisi dan memahami Islam, sehingga banyak buah pikirnya yg ngawur dan ngelantur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan di Web lain terkait A. Hassan:&lt;br /&gt;1. http://demimasa2.tripod.com/tokoh1&lt;br /&gt;2. http://www.voa-islam.com/news/profile/2010/03/16/3920/a-hassan-ulama-nasional-yang-serba-bisa-mandiri-tegas-dan-gigih-berdakwah/&lt;br /&gt;3. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-3054391124442525363?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/3054391124442525363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/hassan-di-antara-natsir-dan-soekarno_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3054391124442525363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3054391124442525363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/hassan-di-antara-natsir-dan-soekarno_15.html' title='A. Hassan di antara Natsir dan Soekarno'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5316282626959629143</id><published>2011-01-15T01:35:00.006+07:00</published><updated>2011-01-15T08:50:21.804+07:00</updated><title type='text'>Keikhlasan M. Natsir dalam Mendidik Ummat</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCZbddP_MI/AAAAAAAAAJA/QOukB9WsIHA/s1600/Pengajian%2BM.%2BNatsir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCZbddP_MI/AAAAAAAAAJA/QOukB9WsIHA/s400/Pengajian%2BM.%2BNatsir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562114236845391042" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin sangat sukar sekali jika mencari seorang pemuda zaman sekarang yg berani mengikhlaskan seluruh karir dan nasibnya hanya untuk mengabdi pada Islam semisal Natsir. Ketika baru lulus dari skolah menengah atas (AMS), Natsir dipanggil oleh perguruan tinggi RHS untuk melanjutkan studinya di sana, Natsir yg memang dulu bercita2 masuk ke sana tentu sangat bahagia mendapat panggilan itu. Namun tak disangka, sketika itu juga dia malah menolak panggilan itu hanya karena satu alasan, ingin mengbdikan dan menggabungkan diri pd perjuangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh hanya dengan sikap mulia semisal itulah Islam akan dapat bangkit menjadi &lt;i&gt;khalifah fil ard&lt;/i&gt;, dan itu sudah dbuktikan oleh Natsir. Dan Natsir slalu berpesan: &lt;i&gt;"Jadilah sebagai orang yg membuat sejarah, bukan penonton sejarah!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membuka sekolah Pendidikan Islam (PENDIS), seringkali ia menggadaikan perhiasan istrinya (ibu Nur Nahar) hanya untuk membayar biaya sewa gedung sekolah binaannya itu. Sangat paradox sekali dengan mayoritas tabiat para guru skarang yg menjadikan dunia pendidikan sebagai lahan bisnis, tempat mencari keuntungn.&lt;br /&gt;Natsir memang orang yg amat bahagia bisa menemukan istri yg sangat ikhlas seperti dirinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Nahar dulunya adalah tenaga pengajar di sekolah TK milik pemerintah. Dia berani meninggalkan sekolah pemerintah itu saat Natsir mengajaknya bergabung di Pendis. Padahal secara materil tentu bergabungnya dengan sekolah partikelir (swasta) milik Natsir bukan akan menambahnya menjadi sejahtera, melainkan sebaliknya. Tapi ia rela menghadapi masa depan itu dengan hati yang lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada guruku yg bersikap seperti mereka berdua mungkin dulu saya tidak akan benci pada propesi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan membaca kembali sejarah hidup beliau ini, akan lahir generasi-generasi Islam yang potensial, militan dan sedia berjuang membela Islam dengan dasar sikap penuh keikhlasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai guruku, wahai inspirasiku, Semoga engkau slalu mendapatkan limpahan rahman dan rahim-Nya. Amien!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Sumber Photo: &lt;a href='http://www.dewandakwah.org'&gt;www.dewandakwah.org&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5316282626959629143?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5316282626959629143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/keikhlasan-m-natsir-dalam-mendidik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5316282626959629143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5316282626959629143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/keikhlasan-m-natsir-dalam-mendidik.html' title='Keikhlasan M. Natsir dalam Mendidik Ummat'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCZbddP_MI/AAAAAAAAAJA/QOukB9WsIHA/s72-c/Pengajian%2BM.%2BNatsir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1630072915541809116</id><published>2011-01-15T01:31:00.002+07:00</published><updated>2011-01-15T10:31:51.237+07:00</updated><title type='text'>Secarik Kenangan Buat Yang Hilang</title><content type='html'>&lt;div align='center'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kehormatan tlah kuterima darimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya seutas surat, selembar undangan, dan setetes air mata kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sakit, meski perih, hati kan slalu berharap menerimanya, mendoakan kbahgiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya seucap doa. Meski secercah modal kasih-ikhlas, Kuharap kedatanganku melukis kanvas ikhlas yg kau harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun....,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegaibanmu di hadapku. Kpergianmu dari hidupku. Adalah entah, hinaan atau pengabdian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tlah bayar keikhlasan, kelapangan, dan ksucian cinta kasihku, dengan kecewa yang menggores jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smoga pergimu, sikapmu, pengorbananmu tiada kemunafikan yang menyesatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan..&lt;br /&gt;Selamat tinggal...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun adanya Doaku kan selalu menyertai pilihanmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laa Tahzan innallaha ma'anaa!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung&lt;br /&gt;Oktober '04&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1630072915541809116?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/1630072915541809116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/secarik-kenangan-buat-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1630072915541809116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1630072915541809116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/secarik-kenangan-buat-yang-hilang.html' title='Secarik Kenangan Buat Yang Hilang'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-3060575880557388984</id><published>2011-01-15T01:15:00.004+07:00</published><updated>2011-01-15T01:31:00.043+07:00</updated><title type='text'>Do'a, di Antara Psikis, Tempat dan Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCUWSQE0II/AAAAAAAAAIw/jXwJqXh4yrM/s1600/DSCN0820.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCUWSQE0II/AAAAAAAAAIw/jXwJqXh4yrM/s400/DSCN0820.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562108650379858050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saat perjalanan dari Ciparay menuju Soreang, di daerah Banjaran uang ongkos saya sudah habis, sehingga terpaksa harus jalan kaki. Waktu sudah pukul 11 pagi, sementara hari itu adalah hari jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang mengayuhkan kaki, sayapun terus berdoa tanpa henti agar Allah menyampaikan saya ke tempat tujuan dengan bisa melaksanakan shalat jum'at dalam keadaan badan mandi dulu. Saat itu saya adukan pada Allah jikalau saya punya amalan baik maka berikanlah pahalanya waktu itu juga menjadi sebuah uang yang cukup untuk ongkos ke Soreang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kaki sibuk mengayunkan langkah dan tangan sibuk menyeka keringat yang terus mengalir deras, pandangan saya terus arahkan ke panjangnya jalan yang terus akan saya makan sedikit demi sedikit. Tanpa sengaja mata saya tertegun sebentar melihat lipatan kertas yang terselip di rerumputan yang tumbuh di pinggir jalan. Ku hampiri lipatan kertas itu lebih dekat. Setelah dilihat-lihat dengan teliti, ternyata lipatan kertas itu adalah uang sepuluh ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di daerah itu tidak ada rumah maupun orang yang sedang jalan kaki, dalam benak saya mungkin itu adalah pengkabulan Allah terhadap doa saya. Akhirnya saya ambil uang itu. Uang yang sebetulnya melebihi dari jumlah yang saya pintakan kepada Allah tadi. Meskipun hati belum tenang mengambil uang temuan itu, alhamdulillah akhirnya apa yang saya pintakan, saya doakan kepada Allah, akhirnya dapat dipenuhi semuanya... &lt;i&gt;Subhanallah...!!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCUW0OKXTI/AAAAAAAAAI4/YGNj07GpRVI/s1600/DSCN0821.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCUW0OKXTI/AAAAAAAAAI4/YGNj07GpRVI/s400/DSCN0821.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562108659498638642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian kehabisan ongkos seperti itu tidak berakhir sampai di situ. Saat saya hendak berkunjung ke tempat kosan kakak saya di Cibiru, hal itu saya alami lagi. Namun kali ini tidak semujur seperti yang dialami di Banjaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya kehabisan ongkos dari daerah BSM. Saya waktu itu kehabisan ongkos karena saking enaknya belanja buku di Palasari hingga uang yang tersisa hanya seribu rupiah. Takut bayaran ongkos kurang, saya tidak berani turun di Kircon tapi turun di dekat BSM. dari sana saya mesti berjalan kaki ke Cibiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi saya waktu itu sedang suka menjauhi Allah. Saya sering membentak orang tua, sering meninggalkan shalat, dan macam-macam maksiat lainnya. Untuk meminta setulus hati dengan keyakinan akan dikabulkannya doa yang saya pintakan pun rasanya mustahil. Saya kala itu tidak berharap pasti kalau doa saya akan dikabulkan. Perasaan saya juga berbisik kalau saya tidak mungkin memiliki amalan yang dapat dijadikan barteran agar Allah mengabulkan permintaan saya. Hingga akhirnysa sampai Cibiru saya tidak mendapatkan apapun. Saya lalui rute perjalanan dari BSM ke Cibiru dengan jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika direnungkan dari dua pengalaman di atas, saya mengambil hikmah bahwasannya doa itu akan di kabulkan apabila kita memiliki keyakinan Allah swt akan mengabulkannya. Sementara perbuatan dosa itu sebetulnya akan menjadi penghambat dikabulkannya do'a karena akan mempengaruhi psikis kita menjadi pesimis akan kelayakan diri yang hina mendapat pertolongan dari Allah. Di sisi lain, tempat dan waktu juga berpengaruh dalam pengabulan doa. Jika yang kita pintakan itu sangat mendesak sehingga tidak mungkin akan terjadi apabila tidak ada pertolongan atau pengkabulan terhadap do'a yang dipanjatkan, itu akan cepat pula dikabulkan. Sementara apabila kita tidak begitu urgent dan tidak mengancam kegiatan ibadah kepada-Nya, maka tentu hal tersebut akan mudah dikabulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ini hanyalah sebuah renungan yang baru dipandang benar atas pertimbangan logika.. sehingga perlu kiranya dikeritisi pula dari segi hukum syar'inya....&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-3060575880557388984?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/3060575880557388984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/doa-di-antara-psikis-tempat-dan-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3060575880557388984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3060575880557388984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/doa-di-antara-psikis-tempat-dan-waktu.html' title='Do&apos;a, di Antara Psikis, Tempat dan Waktu'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCUWSQE0II/AAAAAAAAAIw/jXwJqXh4yrM/s72-c/DSCN0820.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-3367222821461755088</id><published>2011-01-15T00:34:00.004+07:00</published><updated>2011-01-15T01:12:01.068+07:00</updated><title type='text'>Sosok Guru yang Tak Pernah Bertemu</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Sekolah di Pesantren bagi saya adalah sebuah idaman dari semenjak SD dulu. Namun idaman itu kemudian menjadi sebuah keminderan yang sangat bagi mental saya yang setelah sekian lama terkurung di pondok yang tidak tahu perkembangan dunia luar (Mohon untuk jangan difahami pondok kami sebagai pondok yang tertutup, ini hanya sugesti perasaan saya seorang selama di pondok!!). Saya menjadi sosok manusia kaku untuk bergaul dengan orang lain. Bertahun-tahun saya alami perasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pindah ke Pesantren lain, saya harus sekolah sambil bekerja dengan orang-orang yang hidup di jalanan. Ketika itu saya pun menjadi jauh dengan teman-teman di Pesantren. Saya menjadi tidak nyaman berada di samping mereka. Ustadz-ustadz menjauhi saya. Mereka terus mencurigai saya sebagai orang bejat, karena hidup bergaul dengan orang-orang terminal. Hingga ada seorang ustadz yang setiap hari, selama 2 tahun, suka mengelus punggung saya sambil berucap &lt;i&gt;"Pung cepat-cepat bertobat..!"&lt;/i&gt; Bagi saya waktu itu, kebiasaan ustadz tersebut bukanlah menjadi saran yang mengenakkan, melainkan beban besar bagi mental, karena itu adalah tuduhan melakukan dosa besar yang tidak pernah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun itu bagi saya adalah dilema dalam mencari jati diri. Dilema untuk menyikapi dan mempercayai diri sendiri atau mengamini penilaian orang lain terhadap saya sendiri. Hingga akhirnya dunia luar dan dunia pesantren pun menjadi setengah-setengah saya selami. Jadi ustadz tidak pantas karena tidak bisa baca kitab kuning, sementara menjadi preman juga tidak kesampaian karena tidak bisa berkelahi. Saya merasa hidup ini tidak berguna, tidak memiliki karakter yang menonjol dari yang lainnya. Andai kata waktu itu saya meninggal, mungkin orang-orang tidak merasakan pengaruh apa-apa. Orang lain mungkin akan menganggap hidup saya antara ada dan tiadanya, tiada bedanya....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCNlIUj5II/AAAAAAAAAIo/Q3X7McRko-s/s1600/000025.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCNlIUj5II/AAAAAAAAAIo/Q3X7McRko-s/s400/000025.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562101208830960770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang begitulah hidup. Setiap pase pasti ada masa di mana ada kondisi stagnansi, ada masa keterpurukan, dan ada pula masa kejayaan. Dan itu amat nyata teralami dalam kehidupan pribadi ini. Saat mengalami masa stagnansi dan keterpurukan, saya yakini di saat itu pula kita akan menemukan jalan terbaik yang dapat kita tempuh untuk keluar dari permasalahan itu, dan memperbaikinya hingga kita bisa bangkit kembali menjadi manusia yang berguna, atau minimal menjadi manusia yang optimis menghadapi masa depan. Tentu saja itu harus kita usahakan sendiri sebab bagaimanapun juga &lt;i&gt;"innallaaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim"&lt;/i&gt;. Kita tidak akan bisa merobah keadaan yang sedang dialami, selama kita tidak berusaha merobahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat hidup untuk merobah keadaan hadir setelah saya mengenal seorang cendikiawan Muslim yang amat luas keilmuannya. Beliau adalah bpk. Endang Saefuddin Anshari (Anak dari ulama besar Isa Anshari yang terkenal dengan gelar &lt;i&gt;Singa Mimbar&lt;/i&gt;). Meskipun saya tidak pernah mengenal wajahnya, meskipun saya tidak pernah menjabat tangannya, tapi beliau seolah tiada hentinya memberi pengarahan terhadap jalan hidup dan cara bagaimana menyikapi hidup yang harus saya jalani. Lewat karyanya, beliau bagi saya, seolah Rumi bagi Iqbal yang terus mengarahkan jalan ketika menjelajahi planet-planet &lt;i&gt;&lt;b&gt;Javid Nammah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sedang mengalami keterpurukan dan kebingungan, KH. Endang hadir lewat bukunya yang tidak sengaja saya baca. Uniknya, saya menyukai buku beliau bukan karena melihat tutur kata dalam tulisannya yang bagus, karena memang, dalam buku tersebut, beliau amat jarang menjabarkan persoalan melalui tutur katanya sendiri. Ketertarikan saya pada beliau adalah karena kejeliannya dalam menyusun semua argumen permasalahan, dari sumbernya langsung, dengan simpel tapi membuat orang paham betul akan kesimpulan yang dimaksudkannya. Buku beliau bagai kliping kutipan. Baik filsafat, sains, tafsir, sejarah, hadits, al-Qur'an dan semua argumen-argumen yang kuat, beliau curahkan dalam bukunya. Entah berapa bahasa yang beliau kuasai untuk memahami buku-buku yang beraneka ragam bahasa itu. Entah berapa ribu buku yang beliau baca hingga mampu mengutip puluhan referensi untuk membahas satu bab persoalan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat saya untuk terus belajar mengikuti jejak beliau, semakin meronta bangkit setelah saya tahu bahwa di balik kecendikiaan beliau itu ternyata latar belakang pendidikannya sama dengan saya. Beliau adalah lulusan pesantren. Lulusan pesantren yang sanggup menunjukkan pada dunia bahwa dirinya mampu bersaing dengan semua orang yang lainnya. Dalam pikiran saya, jika latar belakang pendidikan beliau saja sama dengan saya, kenapa saya tidak bisa sama dengan beliau. Akhirnya semangat saya untuk membaca buku-buku yang beliau jadikan reperensi dalam bukunya itu tumbuh demikian subur. Saya juga semangat untuk melanjutkan studi ke perkuliahan, karena memang beliau menjadi besar lantaran melewati dunia kuliah. Semangat itu terus membakar tekat saya sehingga saya nekat, dengan tidak mempunyai uang sepeserpun, saya mendaptarkan diri menjadi mahasiswa baru di UIN Bandung. Dengan memakai kaos oblong dan sandal jepit, saya masuk ke gedung Al-Jami'ah yang para pegawainya tidak memperdulikan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dua tahun saya terus semangat menggali ilmu apa saja yang saya jumpai dalam buku. Tidak perduli orang mau menganggap apa pada saya, yang penting saya &lt;i&gt;happy&lt;/i&gt; menjalani kuliah dengan kesibukan kerja diwaktu lainnya. Penampilan saya seolah &lt;i&gt;tukang beling&lt;/i&gt; (sebutan orang Sunda pada para pemulung) yang tiada malu memunguti semua yang berguna meskipun jorok. Sudah sering saya diusir oleh satpam (penjaga portal kampus) karena mengira saya bukan mahasiswa di sana. Maklum saya ke kampus waktu itu suka bawa becak, kalau pun tidak bawa becak, saya pakai sepeda yang di belakang bagasinya terkait dua kantung karung goni, tempat saya mengemas barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua tahun hidup seperti itu, saya mengalami titik jenuh yang amat sangat. Kuliah tidak lagi se semangat waktu dulu. Tiap semester bolos terus. Hingga IPK anjlok ke titik nadir yang memungkinkan saya hanya bisa mengambil mata kuliah cuma lima SKS setiap semesternya. Dengan kondisi semacam itu, tiada harapan lagi bagi saya untuk menyelesaikan perkuliahan. Tidak ada bayangan bagi saya untuk mampu menyesaikan kuliah yang saya cita-citakan dulu menjadi jembatan raih gelar sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kondisi semacam itu, lagi-lagi pak Endang seakan hadir mencambuk saya, yang tiada semangat itu, untuk lari sekencang-kencangnya, untuk optimis sebesar-besarnya, dengan menghadiahkan sebuah buku yang memaksa saya untuk berkaca pada buku hasil usahanya itu. Bagi orang lain mungkin itu hal sepele, tapi buat saya itu adalah gerakan Pak Endang yang amat final dalam menegur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kurang lebih ceritanya begini....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya bolos kuliah. Berangkat dari tempat kerja dengan pamitan pada bos untuk kuliah. Padahal waktu itu saya malah jalan-jalan ke Pasar buku Palasari. Saya kelilingi setiap toko buku yang ada untuk mencari buku yang menarik hati saya. Setelah lelah berkeliling dan tidak mendapatkan buku yang saya minati, akhirnya saya masuk ke sebuah glosir buku yang paling besar di sana. Saya telisik semua buku yang dipajangkan. Dan saya melihat ada sebuah buku agak tebal yang judul bukunya agak menarik, &lt;i&gt;"Dari Khazanah Dunia Islam"&lt;/i&gt;. Saya buka-buka sebentar buku tersebut. Ternyata isinya merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan kolom yang ditulis oleh seorang penulis yang namanya masih asing dibenak saya. Saya berniat menyimpan kembali buku tersebut. Namun niat itu kembali terhenti setelah tanpa sengaja saya membaca kapernya yang bertuliskan bahwa Editor dan Penyuntingnya adalah Pak Endang. Pak Endang yang selama ini jadi sang Inspirator saya. Tanpa berpikir panjang, saya langsung beli buku tersebut. Untungnya, meskipun buku tersebut agak tebal, mungkin karena terbitan lama, harganya ternyata murah juga. Wal hasil saya gembira karena kelelahan saya akhirnya mendapatkan sesuatu yang mungkin akan bermanfaat bagi bekal saya dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di tempat kerja, saya baca-baca buku tersebut. Ternyata memang isinya sangat menarik. Hampir semua aspek khazanah Islam terkupas habis di sana. Bentuk pengkajiannya yang menggunakan alur bahasa yang mengalir, membuat saya nyaman untuk membaca buku tersebut dari awal hingga akhir. Persoalan-persoalannya pun adalah persoalan-persoalan sederhana. Bahkan yang dulunya saya anggap hal itu sepele, hingga tidak terlalu dipikirka, berkat kejelian penulisnya, persoalan itu kini menjadi wacana pemikiran yang mengasikkan bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua isi buku yang dibaca, tergambar oleh saya betapa penulis buku ini amat luas wawasannya, terutama di bidang seni dan budaya, beliau amat proporsional hingga mampu memisahkan mana lahan kajian fiqih dan mana lahan kajian budaya dan seni. Begitu juga dalam bidang filsafat. Beliau berani menentang seorang Prof. filsafat, yang mengarang buku filsafat Islam, yang menurutnya bertentangan dengan hakikat filsafat Islam itu sendiri. Dengan kecakapan yang dimilikinya itu, saya hampir tidak percaya kalau ternya, semua ilmu yang dikuasainya itu, yang dapat saya bayangkan amat luas itu, adalah hasil dari penjelajahannya secara otodidak atau tanpa pernah belajar di sekolah sama sekali. Bahkan melalui pengakuannya sendiri, sekolah dasar pun tidak pernah ia lakoni. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Subhanallah...!!!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Lebih terperanganya lagi, setelah saya membaca ternyata jabatan beliau adalah dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan juga sebagai Rektor Bagian I Bidang Akademik Universitas Ibn Khaldun, Bogor. Beliaulah yang namanya &lt;i&gt;Ali Audah !!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh betapa malunya hati ini jika bertemu dengan Ali Audah itu. Betapa malunya diri ini yang selalu cepat putus asa ketika mendapat persoalan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, saya seolah dicambuk habis-habisan. Saya merasa ditendang, didorong, ditempeleng, disiksa mati-matian oleh Pak Endang. Pendengaran saya tiada lagi mendengar suara lain selain halusinasi Pak Endang yang terus memaki saya. Saya mengaca akan diri sendiri yang memang hina dimata Pak Endang bila dibanding dengan bapak Ali Audah yang kondisinya sangat jauh dari saya. Ali Audah sangat jauh dari saya, jauhnya sangat kontradiktif sekali. Beliau tidak pernah sekolah, apalagi kuliyah. Sementara saya seorang mahasiswa, seorang anak kuliyahan. Ali Audah amat luas pengetahuannya dan sangat dalam ilmunya, sementara saya amat bodoh, bahasa luar saja, satupun tidak bisa. Jelas sekali... saya kini hanyalah seongok manusia hina yang bergaya hilir mudik di kampus megah, berjaskan almamater universitas, yang otaknya kosong melompong, kalah oleh orang yang tidak pernah duduk dibangku sekolah SD sama sekali......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya sadar juga... mungkin jika saya sekarang ditunjukkan untuk mengaca diri kepada Ali Audah, kemudian saya hanya menjadi orang menyesal dan diam saja dalam jiwa kalah penuh keputus asaan, bagaimana jadinya jika nanti saya ketemu dengan Pak Endang di hari kemudian yang sedang berdiri dihadapan saya yang tertunduk malu.... tiada jauh Pak Endang pasti akan meludahi saya. Tiada kata yang keluar dari hati suci Pak Endang selain sebuah tutur kata yang menghinakan. Dia Mungkin akan bergandengan dengan bapak Ali Audah sambil berkata kepada saya, kepada para mahasiswa yang tidak berguna titel-titelnya bagi kemajuan Bangsa dan Agama... &lt;i&gt;"Itukah yang kalian dulu banggakan..??? Almamater itukah yang menjadi kebanggaan kalian..??? Mana lebihnya nilai mahasiswa dan gelar sarjana kalian, dibanding saya yang tidak sekolah...???"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya sedang menata diri... sebisa mungkin meminimalisir ketinggalan dari kondisi yang dilewati Ali Audah dan Endang Saefuddin Anshari. Guru saya sekarang dua orang itu. Satu seperti kaca cermin dalam mobil yang mengingatkan saya untuk selalu memperhatikan bagian sisi kanan, belakang dan depan mobil saya, sementara satunya lagi seperti kompas dan peta GPS yang terus menuntun saya, mengarahkan saya ke arah mana saya harus menjalankan mobil penalaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah besarnya pengaruh dua sosok guru saya itu. Mereka amat berguna bagi saya, meskipun saya tidak pernah bertemu dengan keduanya, walaupun saya tidak mengenal wajahnya, namun lewat goresan pena keduanya, saya terus berjalan penuh usaha memaknai hidup yang diamanahkan.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saya dan pembaca sekalian dapat mengambil ibrah dari kedua guru saya ini, sehingga mudah-mudahan kita tidak menjadi orang yang tertunduk malu ketika dipersatukan dengan keduanya...&lt;i&gt;Amien..!!!!&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;***(/pungs)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-3367222821461755088?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/3367222821461755088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/sosok-guru-yang-tak-pernah-bertemu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3367222821461755088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3367222821461755088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/sosok-guru-yang-tak-pernah-bertemu.html' title='Sosok Guru yang Tak Pernah Bertemu'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTCNlIUj5II/AAAAAAAAAIo/Q3X7McRko-s/s72-c/000025.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-4850371046133201074</id><published>2011-01-15T00:13:00.003+07:00</published><updated>2011-01-15T10:18:36.013+07:00</updated><title type='text'>Berdakwah lewat sistem aflikatif atau aturan peraturan kepemerintahan</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI merupakan sebuah ormas islam yg seringkali aksinya menimbulkan pro dan kontra bagi yang coba menilainya. Hal itu wajar saja karena di satu sisi memang sebuah ormas semisal FPI ini tidak memiliki wewenang memberi hukuman seperti yg dimiliki oleh pemerintah. Sementara di sisi lain kondisi pemerintah sendiri yg memiliki wewenang menegakkan 'amar ma'ruf nahi munkar itu sendi banyak lamban dan terkadang kelihatan acuh tak acuh, sehingga menimbulkan dorongan bagi orang yg sudah kesal melihat kebiasaan itu untuk bertindak main hakim sendiri.&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left;" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/FPI100127-7.jpg"/&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mengkeritisi kebijakan dakwah organisasi FPI, melainkan mencoba mengambil pelajaran dari phenomena yang berkembang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari phenomena itu setidaknya kita dapat memahami bahwa memang ada dua segmen dakwah yang bisa kita jalankan; dakwah dengan ajakan yang mengedepankan usaha edukatif dan penyadaran (semisal kegiatan yg dilakukan ormas), dan dakwah yang caranya dengan menjadikan kebaikan bersama sebagai yang utama dan dikuatkan dengan peraturan pemerintah yang berimplikasi pada hukuman bagi yang melanggarnya (dakwah dalam wajah kepemerintahan). Itulah kira2 yang pernah kami utarakan dulu di halam ini saat menghayati ayat &lt;i&gt;"waltakum minkum ummatun... al-aayah"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kebiasaan dua organisi ini (ormas dan pemerintah) baik fungsi maupun kedudukannya mesti kita pahami betul agar kita bisa menselaraskan aksi dan amal kita sesuai posisi yang dipijak. Misalnya saja kita tetap tidak bisa dan tidak boleh merumuskan perundang2an yang memaksa orang yg tdk beragama Islam untuk menjadi muslim, meskipun kita berada dalam ruang lingkup pemerintah, karena segmen aqidah (atau istilah khair dalam ayat di atas) bukan berada dalam wilayah yg boleh dipaksakan tapi harus dengan ajakan yg sifatnya tidak memaksa (dlm ayat di atas istilahnya yad'u atau seruan). Sementara kebiasaan baik pada suatu suku yg sudah menjadi tradisi dan etika yg tidak melanggar agama, harus diberlakukan hukum positif agar kebiasaan itu tidak terganti oleh kebiasaan jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menyaksikan kultur budaya yg baik dan sarat untuk dimiliki oleh kita karena mencerminkan bukti amal ajaran agama kita, ternya sedikit demi sedikit hilang disebabkan undang2 yang semestinya menjadi filter penjaga kelestarian kultur baik itu, tidak ada dan siapapun yg melanggarnya tidak bakalan dapat sangsi atau hukuman. Wal hasil, budaya asing meskipun jahiliah dengan mudahnya dapat menggantikan posisi kultur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para aparat pemerintah tentu tahu peran peraturan perundang2an seperti yg dijelaskan tadi, karena peran peraturan pemerintahan itu sudah dijabarkan juga dalam alQur'an selaku kitab agama mayoritas aparat pemerintah kita, maupun dalam karya Sokrates yang merumuskan metode kenegaran yg jadi rujukan utama banyak kalangan. Yang jadi titik pembeda dalam menyikapi harus atau tidaknya sesuatu perbuatan itu diberi sangsi adalah dalam sikap memandang persoalan2 urgensinya hal itu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, tak ayal lagi bahwa, selain kita memang sudah diberi perintah secara jelas menjalan kan dakwah secara sistem pemerintahan, yakni melalui kekuasaan negara, ajaran islam yang amat teliti dalam memperhatikan norma2 positif ataupun negatif juga merupakan cara terbaik bagi sebuah negara untuk membina masyarakatnya agar berada tetap dalam posisi jalur kemanusiannya, tanpa perlu lagi orang islam yang menyadari pentingnya semua itu melanggar wewenang organisasi yg berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua bentuk dan wewenang organisasi dakwah itu tidak bisa kita pilih dan mengambil satu dan meninggalkan yang lainnya melainkan kedua2nya mesti berjalan seiringan. Bagaimanapun gigihnya umat islam zaman orde baru dan lama melakukan dakwah dengan gerakan yg hanya memiliki wewenang yad'u, dengan mudahnya hasilnya dapat disapu dengan mudah oleh budaya luar yang bertentangan dgn agama, karena usaha dakwahnya tidak mendapat dukungan hukum positif pemerintah. Begitu juga pemerintah yg hampa akan usaha dakwah yad'u akan tumbuh menjadi negara tak beradab dan lemah karena aqidah dan pendidikannya tak berjalan. Keduanya adalah dua mata rantai yang tidak bisa dipisahkan dan harus selalu dijalankan usahanya oleh setiap individu muslim sesuai kemampuannya, demi menjaga keseimbangan hidup manusia dalam kemanusiaannya selama iya hidup bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis hanyalah orang yang belajar menuliskan buah fikir dan bacanya. Oleh karenanya tulisan ini tidak luput dari salah dan kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sang.perenung"&gt;Purnawarman&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Sumber Photo: http://matanews.com/wp-content/uploads/FPI100127-7.jpg&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-4850371046133201074?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/note.php?note_id=454104985937' title='Berdakwah lewat sistem aflikatif atau aturan peraturan kepemerintahan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/4850371046133201074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/berdakwah-lewat-sistem-aflikatif-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4850371046133201074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4850371046133201074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/berdakwah-lewat-sistem-aflikatif-atau.html' title='Berdakwah lewat sistem aflikatif atau aturan peraturan kepemerintahan'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-2455800704833248197</id><published>2011-01-14T23:36:00.005+07:00</published><updated>2011-01-15T10:18:36.022+07:00</updated><title type='text'>Makna komunikasi</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTB_-rd-VXI/AAAAAAAAAIg/mmqZSNXMti0/s400/animal002.JPG"/&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Suatu hari di kedai Parizs Susu saya duduk sendirian sambil membuka helai demi helai halaman buku yg sedang dibaca. Tiba-tiba keasikan baca saya terganggu oleh bisingnya suara dua buah kucing yang kedengarannya sedang pada berantem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut terkena amukan mereka, saya hanya memberanikan diri melihat mereka dari jarak agak jauh saja. Saya lakuka itu sebagai sikap siap siaga saya agar tidak sampai saya kena pepatah sunda: bisi kateumleuhan buntut maung. (Hehe.. padahal saya ngeles aja biar tidak dibilang penakut.. :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah lama saya amati, eh ternyata dugaan awal saya itu meleset jauh. Anggapan bahwa kedua kucing itu sedang berantem dan berkelahi itu ternyata salah. Setelah gigitan, erangan dan kejar-kejaran itu cukup lama berlangsung, pada akhirnya ternyata malah jadi hubungan intim.. Ah kirain teh apa.. Kalau tau dari awalmah mungkin saya kaga bakal terjebak nonton fornografi binatang.. Hehe dosa ga ya.. Kaga penting bangeeet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:right;" src="http://images.duniawebid.com/pictures/a0b4aa2d879c5dd0376e8ac6e881528c.jpg"/&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya kemudian jadi berfikir, kok bisa ya dengan perilaku dan nada kasar, sebuah jalinan rasa cinta antar dua kucing itu dapat dikomunikasikan? Anehnya lagi, mereka pada-pada saling mengerti gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah diingat-ingat nyatanya dikalangan kita sendiri kita sering menemukan orang orang asik berkumpul penuh suka ria padahal menurut kita gaya obrolan dan candaan mereka itu tidak menarik, tidak seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di situlah letaknya makna komunikasi. Jika kita sudah mampu berkomunikasi (bisa memahami dan menangkap isi yg sedang ditransformasikan) dengan partner kita, bagaimanapun caranya komunikasi itu dilakukan tentu akan mengantarkan mereka pada suatu kesepahaman yg sama dgn yg dimaksudkan si subjek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada munculnya kesepahaman itu tentu karena kita sudah sering bersama melakukan komunikasi itu. Itulah teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika komunikasi terkena mis-komunikasi, padahal itu dilakukan dengan kawan sendiri, dengan sendirinya, dengan teori di atas, bisa jadi sebenarnya antara kita dan kawan kita itu pada hakikatnya bukanlah teman yg sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Sumber gambar: &lt;br /&gt;http://sites.google.com/site/ayubcharter&lt;br /&gt;http://images.duniawebid.com/pictures&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-2455800704833248197?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/note.php?note_id=454631130937' title='Makna komunikasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/2455800704833248197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/makna-komunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2455800704833248197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/2455800704833248197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/makna-komunikasi.html' title='Makna komunikasi'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/TTB_-rd-VXI/AAAAAAAAAIg/mmqZSNXMti0/s72-c/animal002.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8261817610724009620</id><published>2011-01-14T23:19:00.004+07:00</published><updated>2011-01-15T10:31:51.249+07:00</updated><title type='text'>Panyileukan, Ilmu-mu Terendam</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Pukul tiga sore, langit mulai mendung kehitaman. Angin berhembus kencang menerpa dedaunan pohon lengkeng yang sudah bertahun-tahun terhujam kuat di pelataran Saung Pusakti (Pusat Aktifitas Islam), Panyileukan. Sudah hampir seminggu Panyileukan tidak terguyur hujan lebat lagi, setelah minggu lalu hujan itu merendam setiap rumah yang memadati perkomplekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini mvngkin hujan akan kembali lebat. Tiupan angin yang kencang, awan yang mendung, dan kilatan petir yang datang silih berganti, menunjukkan gejala yang sama dengan situasi hujan yang berhasil merendam Panyileukan beberapa puluh centimetre itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panyileukan memang berada di zona wilayah yang unik. Kenapa tidak, disaat Panyileukan hujan, maka seringkali daerah lain, seperti Gedebage yg tak terlalu jauh jaraknya, malah kering. Tak jarang juga berlaku sebaliknya. Di samping lain, manakala kemarau datang, suhu Panyileukan tak jauh berbeda dengan terik panasnya pesisir pantai, sementara saat tibanya hujan mayoritas rumah penduduk malah terendam banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahunnya, lantai rumah warga harus ditinggikan untuk menghindari banjir. Dan itu terus berulang setiap tahvnnya. Entah karena struktur tanahnya yang terus mengalami pemadatan ke bawah, atau memang karena posisi Panyileukan yang berada pada dataran rendah sehingga air cileuncang tidak bisa mengalir ke luar. Entahlah, hanya pihak pengurus tata kota yang lebih tahu. Yang jelas, aparatur negara yang terkait tata kota, akhir-akhir ini amat terlihat kinerjanya selama ini memang amburadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hujan turun tak jauh dari perkiraan. Meski tak sebesar minggu lalu, butiran-butiran air yang jatuh terbilang cukup besar. Jalan yang terbujur lurus di depan Saung Pusakti, perlahan tergenang. Suasana jalan pun kini sudah berangsur mati. Tak ada satu pun kendaraan yang lewat. Hingar bingar para pedagang yg menjajakan makanannya dalam gerobak dorong pun sudah tak terdengar lagi. Begitu juga tukang baso campur sari, tukang tahu cibuntu, dan para motoris pengantar produk ke warung-warung, yg tiap harinya hilir mudik, meski pakai kendaraan bermotor, kini sudah tak terdengar dan tak terlihat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15:33, air yg menggenangi jalan semakin terus meninggi. Air dari pembuangan blok E, kini mengalir semakin deras. Mungkin jalan depanku ini kini tak jauh berbeda dari situasi sungai yg tengah mengalami bajir bandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Allah.. Haruskah tiap kali hujan Panyileukan seperti ini? Padahal penduduk Panyileukan mayoritasnya adalah kaum elite berpendidikan tinggi. Dari mereka merupakan para pekerja di kantor instansi pemerintah, pemilik maupun pekerja pada perusahaan swasta, guru, bahkan karyawan BUMN. Namun nyatanya kapasitas kecerdasan, posisi jabatan, maupun pendidikan tinggi mereka hanya jadi sedikit mata. Mereka seolah kalah oleh aktifitas mencari nafkah buat kebutuhan perut dan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini air cileuncang sudah mengalir melebihi benteng selokan. Namun aliran air dari blok E, belum jugat reda. Dan wal hasil, kami kini terendam kembali, seperti dahulu yang sering kami alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang berjalan bertahun-tahun lamanya, tidaklah jadi pelajaran atau peringatan penting untuk berubah. Warga sekitar hanya meresponsnya dengan teriakan-teriakan kesal pada setiap motor maupun mobil yang melintas kencang. Warga marah bukan karena tak sanggup antisipasi kebiasaan ini, tapi marah karena air banjir terhempas deras masuk rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara letak daerah dan penduduknya, Panyileukan memang unik. Mungkin karena kandungan makna dari filosopi nama tempatnya, yang dalam bahasa Sunda, panyileukan berarti tempat yang membuat orang susah tidur karena teringat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Panyileukan.. Panyileukan.. Kapan kau dapat mengambil &lt;i&gt;ibrah&lt;/i&gt; (Pelajaran) dari semuanya hingga kau di kemudian hari dapat keluar dari penderitaan ini.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bandung, 15 November 2010&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8261817610724009620?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/note.php?note_id=460655090937' title='Panyileukan, Ilmu-mu Terendam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8261817610724009620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/panyileukan-ilmu-mu-terendam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8261817610724009620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8261817610724009620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/panyileukan-ilmu-mu-terendam.html' title='Panyileukan, Ilmu-mu Terendam'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-424408995209860265</id><published>2011-01-14T23:02:00.002+07:00</published><updated>2011-01-15T10:31:51.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phenomena Sekitar'/><title type='text'>Kebohongan yang Terstruktur</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Tanggal 12 Oktober 2010&lt;/big&gt;, warga komplek Panyileukan kedatangan tamu agung. Bagaimana tidak disebut tamu agung, kalau secara tiba-tiba saja, untuk menyambut kedatangannya, warga berbondong-bondong melakukan sesuatu yg pada hari-hari biasa tak pernah dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua area yang dimungkinkan akan dilalui dan dilintasi bapak wali kota, semaksimal mungkin dibetulkan dan dibersihkan. Pinggir-pinggir jalan yang tadinya ditumbuhi rumput lebat, secara tiba-tiba rumput itu diberangus habis oleh cangkul para pekerja kuli yang disewa warga. Lubang-lubang jalanan yang tentu saja air senang menggenanginya, pun dengan sigap, karena hanya membutuhkan waktu satu hari langsung beres, kembali diaspal. Oh betapa indahnya kala itu.. &lt;i&gt;Monster kuning&lt;/i&gt; (setum) itu akhirnya berkunjung juga ke Panyileukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika kau lihat jalan di pinggir Saung Pusakti (Pusat Aktifitas Islam), tempat selama ini ku berdiam diri, yang di sana ada tokoh yang bakal didatangi bapak wali kota. Kala itu, kayaknya, andaikan saja jalan itu dapat dilap dengan porslant tentu akan dilakukan. Kenapa tidak, tembok selokan saja dipaksa secara mendadak dipoles cat cerah. Begitu juga sampah sampah yang selama ini terapung di pinggiran selokan tak lupa diciduk bersih. Oh.. Indahnya Panyileukan kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Sebulan lamanya setelah moment itu usai, kau kan lihat wajah Panyileukan kembali seperti sedia kala. Jalanan dan selokan kembali tak terurus. Dan yang amat lucunya lagi, jalanan yg waktu itu sempat diaspal dadakan pun kini ikut-ikutan kembali keasalnya. Lubang-lubang jalan itu kembali bermunculan, membuat ikan betrik kembali sorak sorai penuh gembira karena lahan hidupnya kembali luas, seluas jalan Panyileukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Inilah bukti dan gambaran nyata kenapa anggaran pemerintah selalu boros, dan indonesia selalu sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang anehnya, kenapa rakyat yang oleh pemerintah setempatnya tidak diperdulikan, kok mau membantu menutupi kejelekan pemerintahnya itu, dengan melakukan pembohongan secara terstruktur, dari kalangan bawah sampai atas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh masih panjang perjuangan kita ini kawan, jika ingin melihat Indonesia dengan wajah yg jauh berbeda.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bandung 15 november 2010&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-424408995209860265?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/note.php?note_id=460686130937' title='Kebohongan yang Terstruktur'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/424408995209860265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/kebohongan-yang-terstruktur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/424408995209860265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/424408995209860265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2011/01/kebohongan-yang-terstruktur.html' title='Kebohongan yang Terstruktur'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5511538717267398109</id><published>2010-07-11T11:58:00.002+07:00</published><updated>2010-07-11T23:12:25.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masa Depan Islam'/><title type='text'>Kenapa Ummat Islam Belum Bisa Bangkit??</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Pertanyaan "Mengapa Islam belum bisa bangkit??" sebenarnya sudah saya tulis pada tanggal 10 Juli 2010 di &lt;a href='http://www.facebook.com/sang.perenung' target='new'&gt;facebook pribadi saya&lt;/a&gt; dengan tujuan agar para guru dan kawan-kawan saya bisa memberi komentar dan masukan mengenai isi tulisan yang akan saya publikasikan di blog seperti sekarang ini. Alhamdulillah dari catatan itu banyak teman dan guru saya yang memberi respons masukan dan bahkan sampai berdiskusi panjang. Tulisan ini merupakan perpaduan antara inti dari tulisan saya pribadi dan masukan serta koreksi dari teman-teman dan guru-guru saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, selama ini pertanyaan seperti yang ada dalam judul itu terus menghantui pemikiran saya. Namun dikarenakan saya selaku orang yang tidak punya kecakapan baik dalam bidang ilmu agama maupun ilmu-ilmu lainnya, yang bisa dilakukan hanyalah merenungi dan merenungi apa yang ada dalam buku (tentunya buku yang dapat dibaca, sehingga jumlahnya terbatas) maupun di kehidupan realitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya mengamati hal-hal itu secara sederhana, wacana untuk mendorong Islam sebagai ideologi yang berjaya kembali seperti di masa keemasannya dulu, masihlah membutuhkan waktu lama jika tidak kita benahi sedari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang menurut hasil renungan dan masukan pemikiran dari teman-teman dan guru-guru saya menjadi penyebab kenapa Islam sampai sekarang belum bisa bangkit yang kesemuanya itu sangat berpengaruh pada masa depan Islam hari ini sehingga patut dibenahi (ummat Islamnya, bukan Islamnya), jika Islam ingin berjaya baik di Indonesia maupun di dunia. Di antara faktor-faktor itu antara lain: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;Faktor esensial&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pertama: Ummat Islam harus kembali menanamkan rasa bangganya terhadap khazanah kebudayaan, keilmuan dan ajaran agamanya yang amat agung.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kedua : sepanjang embel-embel parasit aqidah (Kemusyrikan) dan parasit ibadah (Perbid'ahan) masih terdapat pada diri-diri ummat Islam, maka selama itu pula kebangkitan Ummat Islam akan terhambat. Untuk melihat secara terperinci mengenai persoalan ini, Kang Anwar sudah membahasnya berikut dengan dalil-dalilnya, silahkan &lt;a href='http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com/2010/06/memurnikan-ketaatan-kepada-allah.html' target='new'&gt;&lt;b&gt;klik di sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ketiga: Keikhlasan harus menjadi kunci utama dalam memperjuangkan Islam, sebab Islam tidak akan bangkit jika tidak diperjuangkan dengan keikhlasan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;Faktor Startegi&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;big&gt; Para politikus Islam belum mempersiapkan hal-hal pundamental yang berhubungan dengan kenegaraan.&lt;br /&gt;Para politikus Islam terus mengkampanyekan Islam (baik lewat politik praktis dalam artian parpol maupun haluan politik seperti HTI) agar menjadi asas negara kita. Hingga sekarang usaha itu masih terus dikampenyakan. Namun sayang, kampanye tinggal kampanye... setelah saya kroscek, dan minta kejelasan mengenai draf susunan perundang-undangan dan ketatanegaraan Islam yang selama ini mereka kampanyekan, nyatanya sampai sekarang belum ada yang bisa memberikan hal itu. Entah karena tidak mau diketahui atau karena memang mereka belum mempersiapkan hal-hal yang urgen untuk ke depan jikalau mereka menang. Kalaupun mereka tidak mau mengasih tahu, bukankah Islam seharusnya terbuka mengenai hukum apapun?? dan kalaupun belum punya, maka Kondisi ini menurut saya harus dibenahi secepatnya. &lt;/big&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Jika ummat Islam yang aktif di partai politik kemudian mengkampanyekan Islam dan pada akhirnya menang, sementara persiapan unsur-unsur utama yang dibutuhkan dalam negara Islam yang dikampenyekan itu belum dipersiapkan, bisa jadi malah akan mencoreng nama baik Islam. Lihatlah nasibnya reformasi, pergerakan berhasil tapi karena ketidak siapannya dalam menyusun konsep bernegara reformasi, hasilnya kacau balau juga seperti sekarang. Alangkah baiknya apabila persoalan konsep negara ini kita benahi dulu, kita susun konsep bernegara secara islami yang benar yang akan kita tegakkan itu, mulai dari UUD dan UU praktisnya (pidana dan perdata), masalah perpajakan, ekonomi, perternakan, pertambangan, dan sebagainya. Dengan mulai dari kita menyusun konsep-konsep kenegaraan Islam itu setidaknya akan meringankan kita saat penyusunan negara secara kongkrit. Selain itu bisa jadi kurangnya minat dari masyarakat bawah itu lantaran mereka tidak tahu gambaran pasti bagaimana negara yang berasaskan Islam itu, sehingga tatkala disodorkan konsep bernegara Islami yang kongkrit, mereka bisa mendapat gambaran yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat model konstitusi Islam sebetulnya sudah disusun jauh-jauh hari oleh Dewan Islam (&lt;i&gt;Lihat&lt;/i&gt;, Ziauddin Sardar, &lt;i&gt;Masa Depan Islam&lt;/i&gt;, Pustaka, Bandung, 1987, hlm: 356-373). Jadi sudah tidak sulit lagi untuk menyusun perundang-undangan negara Islam asalkan kita memiliki kemauan dan kesadaran akan pentingnya hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari usaha ini tentu perdebatan tidak bisa dihindarkan, namun itu lebih baik terjadi sekarang daripada berdebat setelah kita menduduki negara yang waktunya bukan untuk berdebat tapi menjalankan roda pemerintahan. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;big&gt; Perekonomian kita hingga saat ini masih dikuasai oleh pihak non Islam yang berlandaskan pada ideologi kapitalis dan liberalis. Dengan perbedaan landasan itu tentu kita terus merasa tidak aman, bukan hanya karena perbedaan landasan ideologi semata, tapi juga dilantarankan sistem mereka yang terus mengancam dan penuh jebakan yang tidak tentu nasibnya. Dengan kondisi itu kalangan Islam terus berusaha mempromosikan Islam sebagai sistem alternatif dalam berekonomi. Namun pada kenyataannya sistem ekonomi Islam hingga sekarang masih belum bisa menggantikan sistem-sistem yang berjalan itu. Dan mungkin kondisi ini akan terus begini jika kita tidak merubah polanya. &lt;/big&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Apa buktinya kita baru bisa jadi alternatif?? lihatlah masalah perbankan, siapa yang pertama memunculkan ide dan tatacara itu?? lalu kalangan islam?? kalangan Islam baru mengusulkan sistem Islam setelah sistem itu berjalan. Lihat pula masalah asuransi, siapa yang pertama mencetuskan dan menjalankan sistem itu?? lalu Islam?? sistem Islam baru hadir dan diperkenalkan kemudian setelah sistem asuransi itu berjalan.... &lt;br /&gt;Pada akhirnya, Islam baru sebatas jadi ide masukan sementara sentral rujukan tetap saja pola-pola para pencetusnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semua itu harus kita Islamkan, tapi bukan berarti harus terus belakangan dalam segala hal jika kita memang ingin membawa Islam menjadi agama yang kembali berjaya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola yang baru dijalankan ummat Islam selama ini hanya mendudukkan Islam sebagai alternatif. Sistem ekonomi Islam tidak akan menjadi rujukan utama dunia jika posisinya hanya terus menjadi sebatas alternatif. Oleh karena itu, Ummat Islam harus merubah posisi itu menjadi posisi rujukan utama, dan untuk sampai pada posisi itu tentu kita harus menjadi yang terdepan dalam melihat prospek ke depan. Kita harus bisa membaca kebutuhan hidup masyarakat dan kemudian menyusun pola islami untuk memenuhi kebutuhan itu...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara untuk memulai perubahan itu?? Tentu saja, Antara para ahli pemerintah,ulama dan ahli -ahli bidang lainnya dengan rakyat bawah mutlak dalam hal ini dibutuhkan kerjasamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;big&gt;Para Intelektual Muslim, para Ulama dan para aktifis politik hingga sekarang masih terdapat kesenjangan. Malahan seringkali antara ulama dengan aktifis politik saling mencaci dan mengharamkan satu sama lain, sehingga Islam belum bisa berdiri di tanah air yang penduduknya beragama Islam terbesar si dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem-sistem yang berlaku ditengah-tengah kehidupan masyarakat sehari-hari (salah satu contohnya seperti persoalan ekonomi di atas) akan dikuasai oleh sistem Islam jika para fakar dan penguasa bekerjasama dengan para penggerak roda kehidupan rakyat bawah. Rakyat bawah paling tahu apa yang dibutuhkan oleh kehidupan masyarakat karena mereka berinteraksi langsung dengan mereka. Lihatlah lembaga-lembaga ekonomi besar dunia, mereka tumbuh dari ide para penggerak roda kehidupan masyarakat kecil. Di sekitar kita pun demikian. Banyak ide-ide besar lahir dari generasi kita namun karena kurangnya dukungan dan kerjasama baik dari dan dengan fakar Islam maupun penguasa dan pemodal muslim pada akhirnya ide itu jikalau tidak dijual pada pengusaha kapitalis maka tinggalah sebagai ide kecil yang terabaikan...&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat utama saya hanyalah untuk saling introsfekti dan menyadarkan semata, semoga dengan catatan ini kita bisa sesegera mungkin bangkit bersama, membawa manusia pada posisi yang sebenarnya, membawa manusia pada posisi kemuliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaku manusia awam, saya hanya bisa mencoba ikut berkontribusi dalam kebaikan, masalah salah dan kekhilafan pasti ada saja letaknya. Namun harapan besar yang selalu dinanti, semoga usaha ini ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5511538717267398109?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5511538717267398109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/07/kenapa-ummat-islam-belum-bisa-bangkit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5511538717267398109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5511538717267398109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/07/kenapa-ummat-islam-belum-bisa-bangkit.html' title='Kenapa Ummat Islam Belum Bisa Bangkit??'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-9047385259887783066</id><published>2010-06-18T09:43:00.013+07:00</published><updated>2011-09-10T17:30:12.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Lain-lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Free Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Cara Mendapatkan Lisensi Key Antivirus Avira Premium Security Suite Versi 10 Secara Gratis dan Free Download</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;width: 184px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KamODd_z6HQ/TljUbM85lzI/AAAAAAAAAOg/bJP9itdzAIY/s320/avira.jpeg"/&gt;&lt;br /&gt;Avira Premium Security Suite melindungi Anda dengan 15 teknologi keamanan yang berbeda, termasuk &lt;i&gt;firewall&lt;/i&gt; tambahan. Lebih dari itu, Avira juga menjamin sobat-sobat merasakan aman ketika online dengan tersedianya pitur &lt;i&gt;ParentalControl&lt;/i&gt;. Ditambah pitur BackupSystem yang tentunya berguna juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memiliki Avira ini secara genuin biasanya membutuhkan biaya samapai $ 31,59 tapi sekarang Sobat-sobat bisa mendapatkannya selama 6 bulan dengan full lisensi asli (bukan creak) secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam majalah &lt;i&gt;Komputer Shopper&lt;/i&gt; pihak avira menegaskan bahwa mereka memberikan lisensi 180 hari Avira Premium Security Suite benar-benar gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati semua promo ini, sobat-sobat hanya perlu mengikuti langkah-langkah sederhana berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kunjungi link berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://license.avira.com/en/promotion-ja62epxtk94zmruepkzn" target="_blank" rel="nofollow"&gt;https://license.avira.com/en/promoti...xtk94zmruepkzn&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masukkan nama, email, nama negara dan kode keamanan dan tekan enter&lt;br /&gt;3. Ini akan segera mengirim email di Inbox Agan yang berisi link yang akan memberikan lisensi kode.&lt;br /&gt;4. Avira Premium Security Suite 10nya Bisa di-&lt;i&gt;download&lt;/i&gt; &lt;a href="http://professional.avira-update.com/webkits/for-home/isec/avira_premium_security_suite_en.exe" target="_blank" rel="nofollow"&gt;dimari&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Site : &lt;a href="https://www.avira.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;https://www.avira.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber info: http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=178745&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-9047385259887783066?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/9047385259887783066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/06/cara-mendapatkan-lisensi-key-antivirus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/9047385259887783066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/9047385259887783066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/06/cara-mendapatkan-lisensi-key-antivirus.html' title='Cara Mendapatkan Lisensi Key Antivirus Avira Premium Security Suite Versi 10 Secara Gratis dan Free Download'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KamODd_z6HQ/TljUbM85lzI/AAAAAAAAAOg/bJP9itdzAIY/s72-c/avira.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1755106571705606497</id><published>2010-04-20T18:16:00.010+07:00</published><updated>2012-02-11T11:05:10.980+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengertian zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zakat'/><title type='text'>Sejarah, Pengertian, dan Kedudukan Hukum Zakat dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KZDROrOhYOM/TzXoPDLwTQI/AAAAAAAAAT0/oIY3KIjPICM/s1600/sejarah%2Bzakat.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="381" width="375" src="http://4.bp.blogspot.com/-KZDROrOhYOM/TzXoPDLwTQI/AAAAAAAAAT0/oIY3KIjPICM/s400/sejarah%2Bzakat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a href="http://nationalmirroronline.net/thumbnail.php?file=/allah_s_tax_888092043.jpg&amp;amp;size=article_large" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://nationalmirroronline.net/thumbnail.php?file=/allah_s_tax_888092043.jpg&amp;amp;size=article_large" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Pendahuluan&lt;/h2&gt;Zakat merupakan ibadah yang wajib dikerjakan oleh setiap individu muslim yang sudah memenuhi kriteria kewajiban zakat. Syari'at zakat merupakan ibadah dalam bentuk membersihkan setiap kekayaan yang dimiliki oleh individu muslim. Dan seperti yang telah kita ketahui bersama, Zakat sendiri ada yang sifatnya pembersihan jiwa seorang muslim tanpa terkecuali (&lt;i&gt;zakat fitrah&lt;/i&gt;), ada juga yang kewajibannya bersifat pembersihan harta yang diwajiban khusus bagi kalangan tertentu (terikat oleh ketentuan jumlah dan waktu [&lt;i&gt;haul&lt;/i&gt;]) yang sering juga disebut dengan &lt;i&gt;zakat mal&lt;/i&gt; seperti &lt;i&gt;zakat kekayaan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;zakat tijarah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;zakat perhiasan emas&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;zakat harta temuan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;zakat harta galian&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;zakat peternakan&lt;/i&gt;. Dalam tulisan kali ini, penulis mengkhususkan pembahasan selanjutnya pada persoalan zakat dalam artian kriteria yang ke dua ini (&lt;i&gt;zakat mal&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Sejarah Penerapan Syariah Zakat&lt;/h2&gt;Dalam catatan Ma'sum Djauhari, sejarah zakat ini pada mulanya berupa infaq yang harus dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin dan kepentingan pembelaan agama. Sementara jumlah banyak dan sedikitnya sendiri tidak atau belum ada batasan. Baru pada tahun ke dua setelah Hijrah, zakat kemudian dijadikan pokok ibadah yang harus dilakukan oleh setiap muslim apabila telah memiliki harta pada batas-batas yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Djauhari, dalam keterangan Ibrahim dalam bukunya &lt;i&gt;Pengantara Hukum Islam&lt;/i&gt;, zakat diwajibkan setelah turun wahyu sebagaimana tertera di dalam al-Qur'an surah al-Baqarah ayat 277, yang artinya kurang lebih sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh lagi mendirikan shalat dan membayar zakat, untuk mereka itu pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa ketakutan atas mereka dan tiada rasa berduka cita bagi mereka&lt;/i&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan Munawar Kholil di bukunya &lt;i&gt;Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW&lt;/i&gt;, perintah wajib zakat mal ini telah disampaikan semenjak permulaan Islam  (sebelum Hijrah) hanya saja pada saat itu belum ditentukan macam-macam harta maupun kadar harta yang harus dizakati, berupa jumlah zakatnya dan mustahiknya pada saat itu baru diperuntukkan bagi fakir dan miskin saja. Baru pada tahun ke dua Hijriyah, macam-macam harta yang wajib dizakati serta jumlah prosentase zakat dari harta masing-masing, kemudian ditetapkan secara spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dari ditetapkannya bentuk harta yang wajib dizakati adalah setelah turunnya wahyu yang terdapat dalam al-Qur'an surah al-Baqarah ayat 267, (&lt;i&gt;lihat&lt;/i&gt; Ma'sum Djauhari, tt, hlm: 156) yang artinya kurang lebih sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Setelah ayat ini turun kewajiban zakat kemudian dirinci lagi melalui ayat-ayat yang turun kemudian maupun melalui penjelasan dari Rasulullah, sehingga ketetapan wajibnya jakat menjadi kewajiban yang spesipik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Pengertian Zakat&lt;/h2&gt;Secara bahasa zakat berarti membersihkan. Dengan demikian zakat dianggap sebagai pajak keagamaan yang bertujuan membersihkan harta kekayaan seseorang. Menurut Aghnides, zakat berarti pertumbuhan dan perkembangan (seperti kalimat &lt;i&gt;zakat al-zar’&lt;/i&gt; yang berarti zakat hasil tanaman). Pajak tersebut disebut demikian karena zakat mengacu terhadap pertambahan harta kekayaan seseorang di dunia dan memberi manfaat keagamaan (&lt;i&gt;thawah&lt;/i&gt;) di hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari pembahasan fiqh tentang basis-basis keuangan Islam, zakat dan shadaqah digunakan secara bergantian. Namun jika melihat kata zakat, yang berasal dari bahasa Arama, memiliki arti yang lebih spesifik daripada shadaqah –yang diberikan dengan sukarela—dan secara tidak langsung mengungkapkan pemberian yang bersifat amaliah umum. (Irfan Mahmud Ra’ana, &lt;i&gt;System Ekonomi Pemerintahan umar Ibn al-Khatab&lt;/i&gt;, terj. Mansuruddin Djoely, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1990, hlm: 75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terminologis,menurut Akmad Akbar Susamto(ibid), zakat merupakan bagian dari harta yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat, untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya menurut ajaran Islam. Kewajiban zakat sangat fundamental, dan berkaitan erat dengan aspek-aspek ketuhanan maupun sosial ekonomi. Secara sederhana, menurut Ma'sum Dauhari (tt: 155), zakat menurut pengertian secara istilah &lt;i&gt;syar'i&lt;/i&gt; adalah kadar harta yang tertentu, diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-aspek ketuhanan antara lain dapat ditelusuri dalam ayat-ayat al-Qur'an yang menyebut masalah zakat, yang menyebutkan persoalan zakat sebanyak 30 kali dan termasuk di antaranya 27 ayat yang menyandingkan kewajiban zakat bersama-sama dengan kewajiban shalat dalam satu tempat bersamaan (lihat misalnya surah al-Baqarah [2]: 83, 110; An-Nisa[4]:77; At-Taubah [9]:5,11,18,71; Maryam[19]:31,55; Al-Anbiya[21]: 73; Al-Hajj[22]:41; An-Nur[24]:55-56; An-Naml[27]:3; dan Lukman[31]:4). Rasulullah pun menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban yang termasuk pada pilar utama yang menegakkan rukun Islam (sabdanya berbunyi: "Islam adalah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, Engkau mengerjakan Shalat, membayar zakat, dan Shaum di bulan Ramadhan" [H.R. Bukhary dan Muslim]). (&lt;i&gt;ibid&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada beberapa bentuk pajak seperti zakat pernah dipraktekan sebelum datangnya Islam di Arab, yang kemudian diambil alih oleh Islam dan kemudian disesuaikan untuk memenuhi keperluan tertentu, ataukah ini memang sebuah istilah tertentu yang diciptakan Islam? Untuk menjawab persoalan ini, menurut Ra’ana, tidaklah ada informasi yang jelas. Dengan karakter suku-sukunya yang pengembara dan tidak adanya system sosio-ekonomi yang diterima secara luas di negeri tersebut, sulit kiranya bagi kita untuk memastikan apakah ada pajak seperti itu sebelum Islam. Namun Hitti berpendapat, zakat, merupakan istilah pajak yang sudah lama digunakan, berasal dari Arab bagian selatan. Menurut dia prinsif-prinsif dasarnya sesuai dengan zakat, yang menurut Pliny, para saudagar Arab bagian selatan mempersembahkannya kepada Tuhannya sebelum mereka diijinkan menjual rempah-rempah. Namun hal ini masih dipertanyakan sebab dalam faktanya, menurut Ra’ana, jika kita menerima pandangan ini, kita tidak bisa menjelaskan sebab-sebab penolakan suku-suku di seluruh Arab untuk membayar zakat. (Ra'ana, &lt;i&gt;Ibid&lt;/i&gt;., hlm: 76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Kedudukan Zakat Dalam Islam&lt;/h2&gt;Pertanyaan “kenapa mesti ada zakat?” Merupakan permasalahan yang patut diutarakan untuk mendapatkan jawaban atas keberadaan juga fungsi adanya zakat dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori sosiologi, kemiskinan akan berakibat keresahan jika terjadi dalam situasi yang berhadapan secara kontras dengan kemewahan. Kedudukan inilah yang mengantarkan Daniel Lerner dianggap sebagai bapak modernisasi dan sekaligus harus mencabut teorinya beberapa tahun kemudian. Menurut Lerner teknologi modern akan mengubah masyarakat tradisional kearah modern sebab, media massa akan berdiri sebagai pembimbing masyarakat tradisional menuju masyarakat modern dan kemiskinan menjadi kemakmuran. Setelah sepuluh tahun penulisan bukunya, akhirnya dia dipaksa harus mencabut dan merevisi ulang teorinya. Hal ini terjadi lantaran, apa yang jadi kenyataan ternyata malah sebaliknya. Media massa ternyata malah merupakan penyebab terjadinya ekspektasi orang-orang miskin. Lewat media, orang-orang miskin menyaksikan kehidupan yang mempesonakan mereka. Mereka ingin meniru kehidupan seperti itu sementara keadaan pemerintah sendiri tidak dapat memenuhi kebutuhan itu, dan pada akhirnya mereka frustasi. Dalam penuturan Jalaluddin Rahmat, keresahan ini oleh para ilmuwan sosial digambarkan dengan istilah “deprivation”. Dari sifat keresahan ini rentan sekali kaitannya dengan keresahan sosial (social unrest), yang pada akhirnya berujung pada &lt;i&gt;disintegrasi social&lt;/i&gt;.(Lihat. Jalaluddin Rakhmat, 2004: 232-233)  Jika yang muncul demikian maka jelas yang terjadi dalam hubungan kehidupan sosial adalah kekacauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemaparan di atas jelas yang menjadi akar permasalahan kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat adalah adanya kekontrasan antara kemiskinan dan kekayaan. Tanpa adanya persepsi yang menimbulkan kecemburuan sosial, permasalahan social unrest tidak akan terjadi. Oleh sebab itu Islam tidak melarang umatnya untuk mencari kekayaan sebanyak-banyaknya asalkan ia mampu menjaga kestabilan kondisi sosial (mencegah terjadinya social unrest) yakni dengan mendistribusikan kekayaannya kepa-da orang yang kurang beruntung. Dengan kata lain, di tengah kekayaan yang berhasil dikumpulkannya itu, umat jangan lupa mengeluarkan harta haknya para mustahiq zakat, yang utamanya fakir dan miskin. Dalam posisi seperti inilah hukum zakat diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat tujuan zakat dan faktor terjadinya permasalahan hubungan sosial, maka jelas bahwa kedudukan zakat dalam Islam, selain sebagai tempat membuktikan ketaatannya terhadap aturan-aturan Allah SWT., zakat menjadi wahana untuk menetralisir hal-hal yang menyebabkan terjadinya ketidak harmonisan kehidupan bermasyarakat juga kesejahteraan hidup masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan zakat juga mengantarkan orang-orang muslim kearah yang lebih mulia. Dengan kekuatan financial yang dimilikinya, seorang muslim yang sadar zakat dan menunaikan kewajibannya itu, dia telah menguatkan agama dan para saudaranya. Pantas jika Rasulallah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;. menganjurkan kepada para &lt;i&gt;amilin zakat&lt;/i&gt;, atau siapapun yang menerima harta zakat, untuk mendoakan mereka, &lt;i&gt;"allahumma shalli ‘alaihim"&lt;/i&gt;, sebuah doa yang sama dengan yang biasanya diucapkan untuk Rasulallah saw. (&lt;i&gt;shalawat&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan zakat sendiri telah ditetapkan oleh Allah swt baik dalam jumlah pengambilannya maupun post-post tempat dana zakat itu disalurkan. Dengan demikian penetapan-penetapan baik itu pengambilan dari orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat, maupun pendistribusian harta zakat itu sendiri, manusia tidak memiliki kewenangan merumuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persentase yang ditetapkan kewajiban zakat memiliki pertimbangan akan usaha yang dikerjakan untuk mendapatkannya, sehingga dalam bentuk ini, prosentase zakat memiliki perbedaan. Bagi harta yang dihasilkan lewat usaha yang ringan memiliki prosentase yang lebih tinggi dibanding harta yang dihasilkan lewat usaha yang sulit. Sebagai contoh, Islam memberi kewajiban zakat lebih besar pada tanaman yang diairi oleh hujan dibanding dengan tanaman yang diari lewat tenaga sendiri. Begitupula yang terjadi pada harta hasil temuan atau barang tambang yang kedudukan pendapatannya bisa dibilang luar biasa sehingga zakat yang dibebankan adalah 20% dan harta temuan sebesar 50%, meskipun keadaan si penemu memiliki hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang di dalamnya terdapat kewajiban zakat, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Harta simpanan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt; Yaitu harta yang disimpan dan tidak digunakan selama setahun. Di dalamnya termasuk kelebihan pendapatan tahunan yang setelah dihitung pengeluaran setiap tahun. Harta ini tidak diinvestasikan dalam perdagangan atau industri dan tidak pula mengalami perputaran (harta diam) dalam satu tahun. Besar persenan zakat yang harus diambil adalah 2.5% sementara nishab zakatnya adalah dari 40 dirham ke atas.&lt;li&gt;&lt;b&gt;Barang tambang dan harta temuan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Barang-barang ini dikenai kewajiban zakat sebesar 20% bagi barang tambang dan 50% untuk barang temuan.&lt;li&gt;&lt;b&gt;Modal perdagangan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Barang-barang yang diperdagangkan, apapun bentuknya, dikenai kewajiban zakat sebesar 2.5%. zakat tijaroh (jual-beli) dikenakan pada jumlah modal yang digunakan sehingga yang diperintahkan Rasulallah saw adalah mengambil zakat barang dagangan yang hendak dijual. Tatkala Khalifah Umar lewat di depan Abu Amar Bin Hammas yang sedang menjual kulit, beliau berkata: “keluarkan zakat hartamu!”, “Ya amirul mu’minin, ini hanya kulit!” ujar Hammas. Umar berkata: “taksirlah kemudian keluarkan zakatnya!”. (R As-Syafi'I, Ahmad, Abdurrazaq, dan Ad-Daraquthniy). Di kalangan fuqaha hadits ini sangat terkenal dan menunjukan kalau zakat tijarah tidak ada nishabnya.&lt;li&gt;&lt;b&gt;Hewan ternak dan sawa’im&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Binatang, baik yang sedang digembala maupun yang hendak dijual, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2.5% tapi binatang yang dipelihara selain tujuan itu tidak dikenakan zakat.   Sebelum masa khalifah Umar, masa Rasulallah saw dan Abu Bakar, kuda tidak dimasukan pada hewan yang mesti dizakati dikarenakan pada masa itu kuda dipelihara bukan untuk mata pencaharian (berternak atau dijual belikan), sementara umar menetapkan zakat atas hewan kuda lantaran pada zamannya, kuda sudah menjadi hewan ladang mata pencaharian masyarakat. Dengan demikian maka, hewan terkena zakat jika didalamnya dijadikan lading pencarian pengahasilan (berternak atau jual beli). Jumlah zakat yang diambil dari hewan ternak ini adalah berpareasi dan keterangan lebih lengkapnya dapat dilihat dalam hadits dari Shahabat Anas di kitab fiqih &lt;i&gt;Bulughul Maram&lt;/i&gt;.&lt;li&gt;&lt;b&gt;Emas dan perak&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Emas dan perak, baik mentahan ataupun sudah dibentuk, merupakan barang wajib zakat. Meskipun sebenarnya kedua barang ini berbeda dengan barang dagangan lain, penentuan nishabnya biasanya disamakan dengan barang dagangan. Besar persenan zakat dari barang ini adalah 2.5%&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tanaman hasil pertanian&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;Istilah yang dipakai dalam zakat ini biasanya dengan kata ‘usyr atau 1/10  hal ini disebabkan jumlah zakat yang dibebankan berbeda dengan jumlah yang ditetapkan pada barang lain sehingga menjadi ciri khas. Ketentuan jumlah 1/10  atau 10% jika tanaman pertanian dihasilkan dengan pengairan yang tidak membutuhkan tenaga atau biaya besar. Sedangkan bagi kondisi sebaliknya, zakat yang dibebankan adalah 5%. Adapun nisabnya tergantung jenis tanaman itu sendiri, jika jumlah hasil panen mencapai 5 wasq atau sekitar 18 mound. (Irfan Mahmud Ra’ana, &lt;i&gt;ibid&lt;/i&gt;, hlm: 77-97, dengan beberapa tambahan dari sumber lainnya) &lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Bahan Bacaan&lt;/h3&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Irfan Mahmud Ra’ana, &lt;i&gt;System Ekonomi Pemerintahan umar Ibn al-Khatab&lt;/i&gt;, terj. Mansuruddin Djoely, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1990&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jalaluddin Rakhmat, &lt;i&gt;Islam Aktual: Refleksi Sosial Seorang Cendikiawan Muslim&lt;/i&gt;, Mizan, Bandung, 2004&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahmad Hassan, &lt;i&gt;Pengajaran Shalat&lt;/i&gt;, Diponegoro, Bandung, 2004&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibn Hajar al-Astqalany, &lt;i&gt;Bulughu Al-Maram&lt;/i&gt;, al-Hidayah, Surabaya, tt&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H. Mahmud Aziz Siregar, MA., &lt;i&gt;Islam Untuk Berbagai Aspek Kehidupan&lt;/i&gt;, Tiara Wacana Yogya, Jogjakarta, 1999&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akmad Akbar Susamto, &lt;i&gt;Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak; Sebuah Tinjauan Makroekonomi&lt;/i&gt;, SIMPONAS 1: Sistem Ekonomi Islam, P3EI-FEUII, Yogyakarta 13-14 Mart 2002&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ma'sum Djauhari, &lt;i&gt;Antaran Sejarah Muslim&lt;/i&gt;, Aji Sakti, Jakarta, tt&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1755106571705606497?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/1755106571705606497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/sejarah-pengertian-hukum-dan-kedudukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1755106571705606497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1755106571705606497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/sejarah-pengertian-hukum-dan-kedudukan.html' title='Sejarah, Pengertian, dan Kedudukan Hukum Zakat dalam Islam'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KZDROrOhYOM/TzXoPDLwTQI/AAAAAAAAAT0/oIY3KIjPICM/s72-c/sejarah%2Bzakat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1092638080140621330</id><published>2010-04-16T02:21:00.006+07:00</published><updated>2012-02-11T11:10:58.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom tasawuf dan akhlak'/><title type='text'>Tasawuf dan Akhlak Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fBS_-Xti2iM/TzXqR9MmuLI/AAAAAAAAAUA/hivs2MNgnpA/s1600/Tasawuf.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="325" width="319" src="http://1.bp.blogspot.com/-fBS_-Xti2iM/TzXqR9MmuLI/AAAAAAAAAUA/hivs2MNgnpA/s400/Tasawuf.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Dahulu saya melakukan diskusi panjang dengan seseorang terkait tema kedudukan ilmu tasawuf dalam Islam. Diskusi itu saya tidak lanjutkan berhubung jalan diskusi tersebut akan terlalu alot jika di dalamnya masih harus mengurai persoalan-persoalan mendasar yang terkait –yang mau tidak mau harus difahami terlebih dahulu jika hendak mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai persoalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari adanya diskusi tersebut, saya sadar betapa banyaknya ummat Islam yang belum memahami secara proforsional apa dan bagaimana kedudukan tasawuf dalam Islam. Masih banyak orang Islam yang memaknai ilmu ini bukan dari sisi filosofisnya sehingga pemahaman yang sebenarnya menjadi tertukar dengan phenomena yang ada. Untuk itu, meskipun saya bukanlah ahli dibidang ini, saya memiliki keinginan untuk berbagi sedikit pengetahuan saya terkait hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung kendala blogspot adalah tidak tersedianya kamar-kamar tersendiri bagi tema-tema berbeda, ruang ini penulis desain sebagai ruang untuk menghimpun postingan penulis terkait berbagai tema-tema &lt;i&gt;tasawuf&lt;/i&gt; dan akhlak yang nantinya, dengan mengklik judul tema-tema terkait saudara sekalian akan dihantarkan pada posting yang membahasnya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Persoalan Mendasar Seputar SUFISME&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema terkait tasawuf yang sudah penulis rilish antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/apa-itu-tasawuf.html'&gt;Apa Itu Tasawuf&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/sejarah-munculnya-kesadaran-sufisme.html'&gt;Sejarah Munculnya Kesadaran Tasawuf dalam Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Tema yang penulis sodorkan kepada pengunjung setia mungkin belum bisa memberikan kepuasan, berhubung belum finalnya pembahasan yang kami ketengahkan. Semoga ketidak puasan pengunjung sekalian akan menjadi pemecut bagi penulis untuk terus aktif memperjuangkan aktifitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari besarnya kekeliruan yang timbul dari berbagai kekurangan penulis tersebut di atas, metode yang diketengahkan, penulis usahakan sebisa mungkin diambil dari sumber-sumber referensi utama, yang dipakai oleh para ilmuan sebagai rujukan utama dalam mengkaji dan menelaah persoalan ini. Dan jika dalam tulisan penulis ini terdapat kekeliruan dan kekurangan, dengan lapang dada dan tangan terbuka, forum komentar yang tersedia di blog tercinta ini penulis persilahkan untuk diisi dengan cara-cara yang tentu saja menjunjung tinggi nilai ilmiah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan yang bisa saudara sekalian baca untuk memperdalam persoalan ini antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mohammad Iqbal (1992): &lt;i&gt;Metafisika Persia; Suatu sumbangan untuk Sejarah Filsafat Islam&lt;/i&gt;, Mizan, Bandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abul Qasim Abdul Karim Hawazin Al-Qusyairy An-Naisaburi (2002): &lt;i&gt;Risalah Qusyairiyah; Sumber Kajian Ilmu Tasawuf&lt;/i&gt;, terj: Umar Faruq, Pustaka Amani, Jakarta&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Persoalan Terkait Akhlak Islami&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak dalam ajaran Islam tidak bisa dipisahkan dari ajaran-ajaran lainnya. Islam harus dilihat dari konsep kesatuan yang utuh jika hendak diketahui hakikat Islam sebenarnya, termasuk ajaran akhlak. Banyak Qaul yang mengecam orang yang ahli ibadah mahdhah tapi mengesampingkan akhlak di kehidupan sehari-harinya. itu berarti, kedudukan akhlak dalam Islam ini benar-benar menjadi suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari konsep ajaran islam yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1092638080140621330?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1092638080140621330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1092638080140621330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/tasawuf-dan-akhlak-islam.html' title='Tasawuf dan Akhlak Islam'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fBS_-Xti2iM/TzXqR9MmuLI/AAAAAAAAAUA/hivs2MNgnpA/s72-c/Tasawuf.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5075316410673070542</id><published>2010-04-16T01:53:00.003+07:00</published><updated>2010-04-16T02:17:34.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tasawuf'/><title type='text'>Apa Itu Tasawuf?</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Secara bahasa, banyak sekali pendapat berbeda dari para ulama Islam maupun para orientalis dalam memberikan definisi bahasa isi, terlebih dalam memaparkan dari mana asalnya akar kata tasawuf ini. Karena tasawuf merupakan disiplin ilmu yang datang dari perkembangan Islam, untuk kesempatan kali ini, marilah kita telusuri makna tasawuf ini dari sudut pandang orang Islam yang memang mendalami ilmu tasawuf itu sendiri, agar apa yang kita pahami merupakan pemahaman yang utuh sesuai dengan yang dimaksudkan ilmu tasawuf itu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ulama Islam yang consent terhadap ilmu ini, salahsatunya adalah imam al-Qusyairi (W. 465H/1073M.). Dengan karyanya yang mendalam terkait pendeskripsian ilmu tasawuf, &lt;i&gt;Risalah al-Qusyairiyyah&lt;/i&gt;-pun menjadi rujukan utama bagi para ilmuan muslim maupun orientalis saat menelusuri hakikat mendasar dari ilmu ini. Imam al-Qusyairi dalam hal ini membantah pendapat-pendapat yang tidak mendasar baik dari sisi penyandaran akar kata, maupun makna yang bertolak belakang dengan yang dimaksudkan sesungguhnya oleh para sufi. Berikut bantahan-bantahan imam Qusyairyy terhadap pendapat-pendapat yang melenceng dari makna dan eksistensi dari tasawuf yang sesungguhnya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“… ucapan yang mengatakan, &lt;i&gt;‘ini dari bahan wol (shuf)’&lt;/i&gt;, jika kata itu diambil dari kata tashawwafa. Artinya, memakai baju wol, sebagaimana kata &lt;i&gt;taqammasha&lt;/i&gt; (dari kata qamis) yang berarti memakai baju gamis. Ini dari satu sisi [saja karena] orang-orang Arab tidak mengkhususkan makna &lt;i&gt;tashawwafa&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;‘mengenakan pakaian wol’&lt;/i&gt;. Ada yang mengatakan ‘mereka (&lt;i&gt;mutashawwifah&lt;/i&gt;) adalah orang-orang yang dinisbatkan pada sifat masjid Rasulullah saw. padahal penisbatan pada sifat ini bukan untuk para sufi.’ Sedangkan pendapat yang mengatakan, kata &lt;i&gt;tashawwuf&lt;/i&gt; itu diambil dari kata &lt;i&gt;ash-shaofa&lt;/i&gt; yang berarti ketulusan, kata-kata ini sangatlah jauh jika ditinjau dari pecahan kata asli menurut bahasa Arab. Ada orang yang yang mengatakan &lt;i&gt;tashawwuf&lt;/i&gt; berasal dari kata &lt;i&gt;shaff&lt;/i&gt; (barisan) terdepan di hadapan Allah karena ketulusan hatinya, makna ini memang benar, namun dari segi bahasa tidak sesuai dengan penisbatan pada kata &lt;i&gt;shaff&lt;/i&gt;.” &lt;/blockquote&gt; &lt;div align='right'&gt;(Al-Qusyairi, 2002: 415)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan makna tasawuf seperti semuanya itu sebenarnya kurang tepat karena dalam pandangan Imam al-Qusyairi makna yang seutuhnya dari kata ini adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Nama ini (&lt;i&gt;tasawuf&lt;/i&gt;) telah melekat pada kelompok ini, sehingga dikatakan, dia seorang &lt;i&gt;sufi&lt;/i&gt;. Jika kelompok mereka itu &lt;i&gt;Shufiyah&lt;/i&gt; (orang-orang sufi), maka jika seseorang telah mencapai nama ini, dia itu disebut &lt;i&gt;mutashawwif&lt;/i&gt;. Bentuk pluralnya &lt;i&gt;mutashawwifah&lt;/i&gt;. Nama ini menurut bahasa Arab bukan termasuk kias atau &lt;i&gt;istiqaq&lt;/i&gt; (kata pecahan atau jadian). Nama ini semacam julukan.” (ibid)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, saat istilah tasawuf kita perbincangkan, maka makna yang dimaksudkan dari istilah itu jangan difahami sebagai pecahan-pecahan dari akar kata lagi, melainkan semata-mata menjadi sesuatu keutuhan dari ilmu tasawuf itu sendiri. Hal ini mesti dilakukan karena tasawuf sekarang, dalam perkembangan bahasa, bukan lagi sebagai kiasan atau kata pecahan dari yang lainnya, melainkan sebuah nama, sebuah julukan.  Dengan kata lain, kata tasawuf atau sufi tidak ada bedanya dengan kata professor, faqih, atau ulama, yang semuanya memiliki criteria dari sifat-sifat yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun titik tekan yang terkandung dari penjelasan al-Qusyairi di atas hanyalah pada posisi dan kedudukan istilah tasawuf. Sementara jika mendeskripsikan sebuah istilah hanya berbentuk seperti ini, tentu akan banyak orang yang masih bertanya-tanya, berhubung belum terakomodasinya sebuah rangkaisan penjelasan yang sepenuhnya menggambarkan hakikat dari yang diuraikan. Untuk itu, karena tasawuf adalah kedudukan yang apabila orang menduduki kedudukan itu mendapat julukan, maka hanya sifat-sifat orang yang menduduki kedudukan itulah yang menjadi deskripsi dari istilah julukan itu. Oleh karenanya, imam alQusyairi dalam memaparkan penjelasan kata tasawuf tidak lah melalui metode definitive, melainkan menghimpun berbagai penjelasan dari para pemuka tasawuf terkait penjelasan mereka terhadap kata tasawuf itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kemungkinan yang dapat penulis cermati dari al-Qusyairi terkait hal ini. Pertama, karena ini memang merupakan ciri khas dari metode dan gaya penulisan dari al-Qusyairi. Dan Kedua, al-Qusyairi hendak memberikan gambaran yang utuh terkait pemaknaan tasawuf sehingga, dengan metode kodifikasi semua pendapat para pemuka tasawuf, para pembaca tidak lagi terjebak pada pemahaman tasawuf secara parsial, yang memang jika itu yang dilakukan oleh pembaca dikhawatirkan akan mendapat pemaknaan yang tidak semestinya terhadap tasawuf.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika unsur yang kedua yang jadi acuan al-Qusyairi dalam menuliskan makna tasawuf ini, alangkah besarnya jasa beliau dalam memberikan gambaran yang utuh bagi siapa saja yang hendak memahami eksistensi tasawuf. Hal itu menjadi amat besar maknanya, Karena kita tahu, jikalau seseorang yang awam pada tasawuf kemudian hanya membaca tasawuf dari satu orang semata, kita dapat memperhatikan bagaimana mudahnya mereka memberi kesimpulan yang tidak semestinya dan tidak pada tempatnya, atau bahkan mengikuti langkah sufi yang dibacanya tanpa pertimbangan matang hingga berujung pada arah kesesatan. Dengan memposisikan diri sebagai orang yang mengkodifikasi, yang tentunya juga ditunjang dengan kejelian beliau dalam menyimpan sebuah fatwa pada tempat dan makna fatwa itu dimaksudkan oleh yang memfatwakan, al-Qusyairi berhasil dalam memberikan gambaran yang utuh dari tasawuf itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penulis mengamati beragam fatwa dari para pemuka tasawuf yang dikutip oleh al-Qusyairi, selintas antara fatwa dari pemuka yang satu saling bertentangan dengan fatwa dari pemuka tasawuf yang lainnya. Namun jika kita memposisikan pola nalar kita pada Islam yang sesungguhnya mencakup aspek-aspek kehidupan, peribadatan, ketauhidan dan pemikiran mendasar, yang kesemuanya itu mewarnai pergolakan dari para sufi, penulis pun pada akhirnya dapat menyadari sedikit makna yang terkandung dalam pemaparan alQusyairi itu. Jika kita hendak mengambil sebuah kesimpulan sederhana dari penjelasan-penjelasan yang dihimpun oleh alQusyairi itu, maka tasawuf itu bermakna sebagai disiplin ilmu yang dimaksudkan untuk mendalami, menghayati, dan menjalankan sepenuhnya ajaran Islam, dalam setiap prilaku sehari-hari, peribadatan, ketauhidan dan filsafat. Dengan begitu, teranglah bagi kita, bahwa tasawuf pada dasarnya memang merupakan sebuah ikhtiar dari kaum muslimin dalam merealisasikan sifat ihsan dalam serba kehidupannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5075316410673070542?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5075316410673070542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/apa-itu-tasawuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5075316410673070542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5075316410673070542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/apa-itu-tasawuf.html' title='Apa Itu Tasawuf?'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1341262614920558603</id><published>2010-04-16T01:07:00.002+07:00</published><updated>2010-04-16T01:52:00.011+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Munculnya Kesadaran Sufisme</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika kita mencari akar sejarah dari mana asalnya kemunculan tasawuf ini, maka saat itu kita mendapati banyak pendapat yang diuraikan oleh para orintalis yang katanya berusaha mendalami hal-hal ini secara objektif. Misalnya saja, Von Kremer dan Dozy yang menganggap bahwa Sufisme Persia berasal dari Vedanta India; Merx dan Nicholson yang menganggapnya sebagai berasal dari Neo-Platonisme; sedangkan Prof. Browne sekali waktu menganggapnya sebagai reaksi Arya terhadap agama Semit yang tak beremosi. (Lihat Iqbal, 1992: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya karya orientalis yang mengupas &lt;i&gt;sufisme&lt;/i&gt; dalam Islam, sehingga sedikit banyaknya telah mempengaruhi sebagian besar sudut pandang para cendikiawan Islam saat ini. Berbagai argument seringkali didasarkan pada penilaian yang diberikan oleh para orientalis, yang dibalik semua hasil penelitian para orientalis itu, metode penelitian dan pemaknaannya berdasar pada filosofi yang diyakininya padahal belum tentu filosofi berfikirnya itu benar-benar dapat diterapkan pada satu objek kajian yang dihadapinya. Oleh karenanya, mestilah ada sebuah alternative jalan penyelesaian yang komprehensif dalam menemukan sebuah keputusan logis dari objek kajian yang dimaksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Iqbal, seorang intelektual Muslim abad 20 yang berasal dari belahan India (yang sekarang Pakistan), sangat menyadari hal ini. Sehingga dia mengkritik pedas kebiasaan para orientalis yang banyak memberikan pemahaman yang menyesatkan itu. Menurut Iqbal, tidaklah benar memahami munculnya tasawuf semata-mata atas pengaruh yang ditimbulkan dari luar. Padahal fakta fundamental yang berlaku adalah &lt;i&gt;“pikiran manusia mempunyai suatu individualitas yang mandiri, dan dengan membangkitkan inisiatifnya sendiri, secara bertahap dapat berkembang dari dirinya, kebenaran-kebenaran yang bisa diantisipasikan oleh pikiran-pikiran lain bertahun-tahun yang lalu.”&lt;/i&gt; Untuk mendapatkan sebuah gambaran dan pemahaman utuh terkait suatu phenomena yang terjadi disuatu tempat, dengan fakta fundamental itu, kita mesti menyadari bahwasannya “tak ada ide yang dapat menangkap jiwa suatu bangsa, kecuali dalam arti ide itu adalah milik bangsa itu sendiri. Pengaruh-pengaruh luar kiranya [hanyalah] membangkitkannya dari ketidaksadarannya yang dalam.” Dengan kata lain, “pengaruh-pengaruh itu, bisa dikatakan, tidak dapat menciptakannya dari ketiadaan.”(ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berkehendak untuk mengetahui dari mana asal kemunculan tasawuf ini, lanjut Iqbal, janganlah kita ikut menapaki jalan para orientalis yang mendasarkan atas teori-teori yang “dibuat di bawah pengaruh suatu paham kausalitas yang pada dasarnya adalah palsu.” Untuk menghindari hal itu, lanjut Iqbal, setidaknya ada enam factor yang mesti kita fahami terlebih dahulu sebagai latar belakang keadaan yang memang mendorong dan mempengaruhi kemunculannya ilmu tasawuf di sekitar penghujung abad ke-8 dan paruh pertama abad ke-9. Enam paktor itu antara lain:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ol&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bilamana kita mempelajari sejarah masa itu, kita menemukannya sebagai suatu masa yang lebih kurang diwarnai keresahan politik. Paruh kedua abad ke-8, di samping revolusi politik yang mengakibatkan jatuhnya Umayyah (tahun 749 M.), penganiayaan terhadap para Zendik, pemberontakan kaum mustajilah Persia (Sindbah 755-756; Ustadhis 766-768; nabi berselubung dari Khurasan 777-778M.) yang, dengan memanfaatkan kepercayaan rakyat, menyelubungi … proyek-proyek politik, di bawah kedok ide-ide keagamaan. Selanjutnya, pada permulaan abad ke-9, kita menemukan putra-putra harun (Ma’mun dan Amin) terlibat dalam suatu konplik; dan kemudian lagi kita melihat zaman keemasan literature Islam yang sangat terganggu oleh pem-berontakan-berkepanjangan Babak yang beraliran Mazdak (816-838 M.). Tahun-tahun permulaan kekuasaan Ma’mun menimbulkan fenomena social lain yang besar arti politiknya, yaitu perbedaan pendapat Syu’ubiyyah (815 M.), yang berkembang seiring dengan muncul dan berdirinya keluarga-keluarga Persia yang mandiri, seperti Tahirit (820 M.), Saffarid (868 M.), dan Dinasti Samanid (874 M.). Karena itu, paduan kekuatan-kekuatan ini dan kondisi-kondisi lain yang serupa sifatnya yang telah ikut mengarahkan semangat pengabdian, dari arena keresahan yang berkepanjangan, ke suasana damai bahagia dari suatu kehidupan bertafakur yang senantiasa mendalam. Watak Semitis kehidupan dan pemikiran zahid-zahid Muslim awal ini berangsur-angsur diikuti oleh panteisme yang sedikit banyak berwarna Arya, yang perkembangannya sebenarnya berjalan sejaajr dengan kemerdekaan politik Persia yang bergerak maju secara perlahan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kecenderungan skepsits Rasionalisme Islam yang menemukan pernyataan awal dalam puisi Basysyar ibn Burn, penganut skeptisme Persia yang buta, yang menyembah api, dan mencemooh semua bentuk pemikiran non-Persia. Benih-benih yang Skeptisme yang tersembunyi dalam Rasionalisme pada akhirnya mengundang suatu sumber-superintelektual pengetahuan yang menyatakan dirinya di dalam Risalat al-Qusyairi (986 M.).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kesalehan tanpa emosi dari berbagai mazhab Islam, seperti mazhab Hanafi (Abu Hanifah, meninggal tahun 767 M.), mazhab Syafi’i (Al-Syafi’i meninggal tahun 829 M.), mazhab Maliki (Al-Maliki, meninggal tahun 795 M.), dan mazhab Hambali yang antropomorfis (Ibn Hambal, meninggal tahun 855 M.) –musuh tersengit pemikiran bebas – yang menguasai umat sesuadah wafatnya Al-Ma’mun.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Perdebatan keagamaan di antara para wakil berbagai kredo dikobarkan oleh Al-Ma’mun. terutama perbedaan pendapat mengenai teologi yang sengit antara  Asy’ari dan para pendukung Rasionalisme yang cenderung tidak hanya  mengurung agama di dalam batas-batas sempit mazhab, tetapi juga merangsang mencuatnya pertengkaran sectarian.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pelembutan-berangsur semangat keagamaan disebabkan oleh kecenderungan rasionalistis pada periode awal Abbasiyah, dan tumbuh cepatnya kekayaan yang cenderung menghasilkan kemerosotan moral dan pengabaian terhadapa kehidupan beragama di lapisan atas Islam.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hadirnya agama Kristen sebagai suatu ideal praktis kehidupan. Pada pokoknya kehidupan actual rahib Kristen, bukannya ide-ide agamanya, yang sangat melukai “orang-orang suci” Islamawal yang pengabaiannya terhdap dunia, menurut keyakinan saya, benar-benar bertentangan dengan semangat Islam. (Ibid, 1992: 86-87)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang terjadi disekitar tumbuhnya sufisme di atas, jelaslah bahwa factor yang menjadi penyebab kemunculannya tasawuf bukan atas dasar pengkajian terhadap ajaran-ajaran eksternal semata, melainkan tumbuh dari dalam diri ummat Islam, seiring dengan penyebarluasan Islam yang tumbuh dan berkembang tanpa batas teroterial. Dan seperti Iqbal tuturkan, di bawah pengaruh Dzu’n-Nun al-Misry, Sufisme mulai mengalami sistematisasi dan menjadi semakin mendalam dan anti skolastis yang bertentangan dengan intelektualisme kering Asy’ari. (Ibid, 1992: 65)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1341262614920558603?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/1341262614920558603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/sejarah-munculnya-kesadaran-sufisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1341262614920558603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1341262614920558603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/sejarah-munculnya-kesadaran-sufisme.html' title='Sejarah Munculnya Kesadaran Sufisme'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-5280044478472476967</id><published>2010-04-16T00:06:00.002+07:00</published><updated>2010-04-16T00:12:46.045+07:00</updated><title type='text'>Duduk Perkara Tekat Islami</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika sebuah harapan terwujudnya perbaikan dalam hidup bermasyarakat menjadi konsent dalam cita-cita dan keinginan kita, berbagai halangan dan rintangan bukanlah menjadi sebuah batu penghalang jalan atau duri yang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia malahan menjadi sebuah spirit yang terus memacu semangat agar kita terus berjuang tiada henti. Itulah sebuah spirit yang hidup dari tekat jiwa yang tulus dan suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah Bilal &lt;i&gt;r.a.&lt;/i&gt; yang bagaimanapun beratnya siksaan yang diterima tatkala mempertahankan tekat jiwanya yang ikhlas, semangatnya malah terus besar, imannya kian membara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok pula Ali &lt;i&gt;r.a&lt;/i&gt; yang tatkala kesucian jiwanya terancam oleh noda amarah hewani, tekatnya untuk memancung lawan seketika itu juga ia batalkan. Posisi Iman terkadang menjadi bara yang terus menyalakan jiwa semangat tanpa kenal lelah dan menyerah untuk terus bergerak melawan kesewenang-wenangan dan kesesatan. Dan dilain waktu ia juga seketika menjadi Air yang menyejukkan sekaligus memadamkan gelora jiwa ketika jiwa sudah keluar dari kodrat manusia yang berperadaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terwujudnya sebuah sosio kultur yang berperadaban, suara dakwah akan terus menggema meski dalam kondisi perjalanan yang jauh dari kata layak untuk hidup. Bagi Sang Pendakwah, tekatnya tidak akan pudar sehingga kemenangan menjadi panji kejayaan.. atau hancur dalam jalan perlawanan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sang pendakwah, jalan hidupnya memperjuangkan Islam bukan untuk mencari keuntungan pinansial, tapi mencurahkan semua kemampuan, termasuk pinansial yang dimilikinya untuk dicairkan menjadi amunisi yang melesatkan cita-cita para pendahulunya menyibakkan kejumudan dan kekacauan hidup manusia dan membawanya kearah yang lebih mulia...!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Web kami tumbuh dan berkembang tidak keluar dari dunia dakwah yang memang menjadi sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap Insan saliman...!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-5280044478472476967?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/5280044478472476967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/ketika-sebuah-harapan-terwujudnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5280044478472476967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/5280044478472476967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/04/ketika-sebuah-harapan-terwujudnya.html' title='Duduk Perkara Tekat Islami'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-9195782879109932732</id><published>2010-03-30T18:25:00.002+07:00</published><updated>2010-03-30T20:48:48.387+07:00</updated><title type='text'>UNTUK KEDUA KALINYA, DIA PUN HADIR KEMBALI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Ketika usia mulai beranjak remaja, kepekaan hati pun mulai tumbuh menghasilkan warna keindahannya. Ketidak pedulianku pada wanita, berangsur hilang berganti sebuah kehendak untuk berbagi dan ingin memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tentu saja waktu itu belum terpikir sedikitpun untuk membawanya ke mahkamah suci, namun rasa itu sudah berhasil membuat hidup ini mulai mengalami hari-hari penuh keresahan. Rasa cinta yang kian hari kian besar, membuat aktifitas sekolah menjadi tiada arah. Jalan Pikiran saat di kelas pun berlaga seolah menjadi seorang sutradara film Indonesia yang membuat cerita hanya untuk cinta. Seluruh gerak-gerik tubuh yang dihasilkan seakan hanya untuk menarik perhatian seorang wanita yang menjadi idaman. Setiap perkataan yang keluar seakan hanya untuk menjebak perhatiannya.&lt;br /&gt;Berbulan-bulan diri ini terus terjerembab dalam palung rindu yang tak terurai. Beragam Ilmu-ilmu yang tertera di dalam buku pelajaran, seakan tiada berarti jika tiada dia di sisi. Tujuan hidup kala itu hanya dia, dan aku tak tahu, entah kemana yang lainnya ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun rasa sakit, kecewa, resah, bahkan marah, sering menjadi kondisi yang pasti ada di dalamnya, tapi rasa itu terasa indah. Rasa itu menawan setiap insan, sehingga anak muda yang baru mengenalnya pun tiada yang luput dari daya pikatnya. Tiada yang sanggup menghindari pesonanya. Beribu lantunan music dan lagu pilu, mencoba menggambarkan penderitaan cinta, namun hal itu tidak lah menjadi sebuah peringatan yang mengendurkan minat orang untuk masuk ke dalamnya. Beragam buku novel telah diterbitkan untuk mengisahkan rasa kecewa saat menjalani cinta, bukan lagi menjadi rumusan rambu peringatan yang berarti mencegahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena cinta adalah kekecewaan, entah karena cinta adalah penderitaan, entah karena cinta adalah penyesalan, atau apalah itu. Yang jelas, di kala sebuah lantunan sendu sedan sebuah lagu terlantun, dikala rentetan sebuah kata-kata puisi dan novel ketragisan cinta terbaca, dan di saat bioskop-bioskop dan layar televisi menyiarkan film-film kesedihan atas nama cinta, yang dicerna oleh sang pendengar, sang pembaca, dan sang penonton, bukanlah kisah bergenre horror; melainkan sebuah lukisan kisah yang indah, yang disebut rom&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;antic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah suasana yang kurasakan saat itu. Nalar intelek dan hatiku tiada lagi berjalan saling mengingatkan. Beragam potensi daya cerna akal tak dapat mengganggu keberlangsungan suasana hati yang mendorong indera mata, telinga, bibir, tangan dan kaki berusaha untuk masuk dalam scenario cinta. Kedudukan Hati waktu itu seolah menjadi raja yang menaklukkan akal pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sulit jika sekarang aku harus mencerna sebab musabab kejadian masa lampau itu. Bahkan jika terkait cinta, mungkin kejadian sekarang atau yang akan datang, bisa jadi merupakan situasi yang sebetulnya dalam keterjebakan di lobang yang sama. Mungkin karena cinta bukan untuk dirumuskan, tapi untuk dirasakan. Mungkin juga karena cinta bukan untuk diwaspadai, tapi untuk dijalani. Mungkin juga karena cinta bukan pelajaran, tapi penghayatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu keadaannya, aku sadar bahwa haruslah ada jalan yang pasti untuk mengendalikan cinta. Agar ia tidak berlaku semena-mena ketika menguasai kita. Dan itu yang mesti dicari rahasianya, agar rasa yang sedang menggebu karena hadirnya kembali sosok bidadari masa lalu ini, tidak kembali melenggang liar di semak belukar yang menyimpan ranjau kesengsaraan cinta, yang sempat menderai air mata dan kepiluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah sakit atas penolakannya yang filosofis. Kesakitan itu pernah membuat aku ber’azam diri untuk tidak memperjuangkan cinta lagi kepadanya. Tapi entah mengapa, di saat dia kembali hadir dan menebar pesona keindahannya, rasa sakit yang selama bertahun-tahun masih terngiang itu, seketika berganti rupa menjadi warna-warni cinta yang kembali bersemi. Kesakitan itu seolah telah ditelan bumi, hanyut oleh hujan sehari, meski akarnya yang tajam telah lama menghujam erat di elan pital hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai kau tahu di sana, sadarilah bahwa mungkin ini titik nadir hatiku. Ketajaman lakumu waktu dulu dalam mengiris perasaanku, belum cukup untuk membuat hati ini menolak kehadiranmu. Seperti cintanya seorang muslim kepada Tuhannya, meskipun harus nyawa dan kesakitan yang jadi pembuktian lewat jihadnya, itu akan dengan senang hati menjadi saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat hanya cinta yang bisa bicara, hanya sebaris kalimat kepasrahan yang terucap dalam bibirnya . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Hanya kesadaranmu yang ku nanti menjadi penerang jalan hidup ini. Hanya kepekaan nuranimu yang ku tunggu di sini. Sebab aku tak kuasa menghindar lagi. Sebab kamu, logikaku tlah menjadi budak kuasa hati yang terus berujar puji dan harap kepada mu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;i&gt;Bandung, 28 Maret 2010&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-9195782879109932732?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/9195782879109932732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/untuk-kedua-kalinya-dia-pun-hadir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/9195782879109932732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/9195782879109932732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/untuk-kedua-kalinya-dia-pun-hadir.html' title='UNTUK KEDUA KALINYA, DIA PUN HADIR KEMBALI'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-4410348007980805160</id><published>2010-03-22T15:05:00.006+07:00</published><updated>2010-03-30T20:51:50.761+07:00</updated><title type='text'>Harus Beda di Bidang Apa Kita?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat pulang dari kampus, hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya. sekedar untuk menunggu hujan reda, sejenak saya pun berteduh di sebuah saung, pinggir jalan. Di saung itu sudah ada seorang pemulung yang juga kebetulan sama-sama berteduh. Kemudian saya amati apa yang dikerjakan oleh seorang pemulung itu dikala mengisi waktu senggangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil duduk-duduk si emang itu dengan asyiknya menata dan mengepaki barang hasil pulungannya. Wajahnya terlihat bahagia sekali. melihat penomena itu, saya pun bertanya pada si emang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Wah si emang kayanya lagi bahagia nih, lagi hasil besar ya mang?"&lt;/span&gt; kata saya sambil melihat-lihat barang hasil temuannya. Si emang pun dengan nada yang memang bahagia, menjawab sapaan saya itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Alhamdulillah Sep dinten ayeunamah rada lumayan.. hehe!&lt;/span&gt;. Melihat kebahagiaannya itu, sayapun menjadi terpancing juga untuk membalas roman kebahagiaannya, lalu perbincangan itupun kembeli hening. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela keheningan perbincangan kami, si emang terus melanjutkan aktifitasnya. Sementara saya merenungi hikmah apa sebenarnya yang dapat saya petik dari waktu senggang itu. Tidak berapa lama berfikir, saya pun mengamati perilaku si emang pemulung itu. Saya coba masuk pada pola pikir si emang terhadap barang hasil cariannya. Dari sana kemudian saya mendapat gagasan mengenai apa sebenarnya yang harus menjadi pembeda antara saya selaku mahasiswa dengan si emang yang pemulung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari barang hasil temuannya yang mayoritas kertas dan buku-buku usang itu, saya menjadi terpikir kalau ternyata pola pikir saya dan si emang memang berbeda. Ketika saya mendapati sebuah buku, lama atau pun baru, respon awal tentu sama dengan Si Emang, BAHAGIA. Namun apa yang akan dilakukan selanjutnya, tentu berbeda. Jika saya yang menemukan, maka yang terlintas dalam pemikiran saya adalah pertanyaan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;apa yang ada di dalam buku itu&lt;/span&gt;, sehingga pada akhirnya saya pasti akan mencoba untuk membaca isinya. Namun Lain halnya dengan Si Emang pemulung, ia mungkin malah berpikiran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;berapa keuntungan jika buku itu dia jual&lt;/span&gt;, sehingga yang dia lakukan kemudian adalah mencoba menimbangnya, atau menawarkan pada orang lain untuk dijualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari peristiwa tersebut saya mendapat hikmah mengenai harus apa sebetulnya peran saya agar beda dengan yang bukan saya. Harus apa yang dilakukan seorang yang mengenyam perguruan tinggi, dengan yang hanya lulus di bangku SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pemikiran luhur, Apakah kita itu harus beda dari segi macam kerja? ataukah harus beda dari segi makna dan pemaknaan kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita hati-hati dalam mamknai hidup, hati-hati memaknai peran diri, dan berhati-hati dalam mengambil pemaknaan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan sampai hanya karena kita kuliahan, kemudian kita menjadi orang yang susah hidup karena tidak mau menggarap pekerjaan orang rendahan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ke depan, banyak sarjana Indonesia yang lebih kreatif sehingga tidak lagi sebuah Keegoisan dan rasa jaim menjadi akar masalah pengangguran yang dewasa ini selalu menjadi pemandangan mengharukan .... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;semoga....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-4410348007980805160?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/4410348007980805160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/harus-beda-di-bidang-apa-kita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4410348007980805160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4410348007980805160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/harus-beda-di-bidang-apa-kita.html' title='Harus Beda di Bidang Apa Kita?'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-4750706563086140628</id><published>2010-03-22T06:46:00.009+07:00</published><updated>2010-03-31T06:59:42.103+07:00</updated><title type='text'>All About Me</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7KQJV47T6I/AAAAAAAAAC0/H0JAf5VPBvY/s1600/Pung+Letto.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7KQJV47T6I/AAAAAAAAAC0/H0JAf5VPBvY/s400/Pung+Letto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454580588868226978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Innallaaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim..."&lt;/i&gt; (al-aayah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku dilahirkan pada tanggal 01 Januari 1986 di Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang selalu diceritakan oleh kedua orang tuaku, di awal kelahiranku, ayah membriku nama Suarman. Namun entah mengapa setelah beberapa bulan berjalan, namaku kemudian diganti dengan nama PURNAWARMAN. Namun kata ibuku, suatu malam dia bermimpi didatangi oleh seorang lelaki yang berperawakan tinggi besar nan gagah. Orang itu menyuruh agar ibuku mengganti nama aku dengan nama PURNAWARMAN. Kata orang itu (dalam mimpi itu) nama Suarman kurang cocok untuk aku sehingga harus diganti dengan nama yang diusulkannya. Ibuku sendiri tidak tahu nama apa itu, begitu juga dengan ayahku. Tapi mereka pun keesokan harinya langsung mengganti namaku dengan nama yang sampai sekarang masih aku sandang. Mereka baru tahu bahwa itu adalah salahsatu nama dari raja Kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat, setelah waktu berselang lama. &lt;br /&gt;Sejarah kelahiranku Unik ya... &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif" width=18 height=18 border=0&gt;.. Siapa dulu donks.. Purnawarman..&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif" width=30 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dilahirkan dari kedua orang tua yang sangat penyayang dan amat peduli pada pendidikan anak-anaknya. Meskipun saat kecil aku terbilang anak yang menderita kelambatan dalam berjalan dan bicara, tapi orang tuaku terus mendorong aku untuk belajar sampai aku menjadi anak yang setara dengan anak-anak lain yang sebaya denganku. Konon katanya, di umur 2 setengah tahun, aku baru bisa mengucapkan sepatah-duapatah kata. Di usia anak-anak normal sudah bisa lari-lari, aku masih merangkak. Berkat besarnya kasih sayang yang terus orang tuaku curahkan, aku bisa keluar dari kekurangan itu, dan bisa bersaing dengan teman-teman yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, di tempat air hujan jatuh dari genting rumah, tanah-tanah berlubang memercikkan warna-warna intan berkilauan. Dan saat magnet ku sentuhkan di atasnya, mereka menempel erat ikut terjebak oleh daya tariknya. Aku sangat takjub memperhatikan penomena alam tersebut, sehingga dengan asyiknya tanah itu aku mainkan. Maklum, Kala itu aku masih berumur 3th.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asyik-asyiknya bermain tanah, ayah dan ibuku datang menghampiri. Mereka berdua mengajakku berbincang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebiasaan orang tua kepada anak kecilnya, mereka bertanya kepadaku perihal cita-cita apa yang dimiliki olehku di kehidupan ini. Karena usiaku yang masih relatif kecil, tentu jawaban yang keluar kala itu adalah jawaban mengenai penomena kehidupan yang dipandang amat takjub, yang sangat ingin dimiliki oleh pribadinya. Hal seperti itulah yang aku ungkapkan secara spontan dan tulus kepada kedua orang tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengamatanku waktu itu, yang amat menakjubkan dari kehidupan adalah sosok Kang Ujang, seorang pedagang ayam kampung yang amat jujur. Dia berjual beli tidak lepas dari sifat kejujuran mengenai berapa harga jual dan berapa dia mengambil keuntungan. Harga ayam yang akan dibelinya pun seringkali dengan penawaran tinggi dari yang lainnya. Masyarakat sekita rumahku pada senang kepada beliau. Hampir satu kampung, tempatku tinggal, masyarakat tidak mau menjual ayam peliharaannya selain ke Kang Ujang. Mereka pun tak henti-hentinya memuji sipat jujur Kang Ujang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kecil yang berfikiran jernih, mengamati kehidupan sosial seperti itu, amat tertarik, dan tertanam dalam pribadiku bahwa sosok orang seperti Kang Ujang itulah manusia yang senangi oleh manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terkadang pemikiran anak kecil yang jernih itu suka keluar dalam ucapan instan, sederhana, asal keluar apa yang dimaksud. Dia tidak perlu menjelaskan apa yang ada dibenak pemikirannya yang sangat brilian karena terbatasi oleh pembendaharaan bahasa yang dimilikinya. Mungkin karena sebab itulah sehingga aku waktu itu, menjawab pertanyaan kedua orang tuaku, bukan dengan perkataan ingin menjadi orang jujur, ingin menjadi orang yang disenangi orang lain, atau ingin menjadi pedagang yang jujur nan sukses. Yang aku jadikan jawaban kala itu malah ingin menjadi &lt;i&gt;Tukang Ayam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He..he..he.. kedua orang tuaku sontak tertawa mendengar jawabanku yang simpel itu. Mendapati tertawaan orang tuaku itu, aku tidak marah atau lantas mengganti cita-citaku. Karena itu adalah datang dari pengamatan terdalam, karena itu sesuatu yang memang benar, sampai usia sekolah dasar kelas tiga, pengemasan bahasa untuk menggambarkan cita-citaku itu masih dipertahankan. Baru pada usia Sekolah dasar kelas 4 aku mulai membungkusnya dengan ungkapan yang bisa menggambarkan gagasan yang sebenarnya aku miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih jika aku ingat kejadianku kala itu, aku juga sering tertawa sendiri mengenang kepolosan sendiri di masa kanak-kanak. Kepolosan yang menjadi karakter mendasar dari sosok anak kecil yang masih hidup dalam suasana ke&lt;span style="font-style:italic;"&gt;fitrah&lt;/span&gt;annya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah...&lt;/i&gt; dengan cita-cita yang aku dapati dari kondisi kongkrit, buah dari kejelian pengamatan balitaku itu, aku masih bisa hidup dan meniti kehidupan dengan lancar. Meski harus dengan kerja keras, meski terkadang harus dihadapi dengan tangisan untuk mempertahankan cita-cita itu, aku bisa lebih dari teman-teman seusiaku di kampung. Untuk orang kecil yang tidak punya sokongan pinansial yang cukup untuk melanjutkan sekolah, bila dibanding dengan teman-temanku yang sesama, Aku memiliki kelebihan dalam mendapatkan kemudahan. Aku mendapat kemudahan kuliah, meski waktu itu aku tidak memiliki uang untuk mendaftar. Aku juga masih bisa kuliah, malah bisa langsung mendapat pekerjaan, di masa semester satu, yang dapat menghasilkan uang untuk bayaran kuliahku. Itu semua karena cita-citaku. Itu semua karena dambaanku. Untuk menjadi orang jujur yang disenangi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan sampai saat ini orang-orang di sekitarku tetap selalu mendoakan kebaikan, senantiasa memberikan kebaikan dan nasihat yang shaleh kepadaku. Agar aku tetap selalu &lt;i&gt;istiqamah&lt;/i&gt; dalam kebaikan. Agar aku selalu bisa memperbaiki kekurangan. Agar aku senantiasa dimudahkan dalam menambah jaringan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terimakasih Ayah dan Ibuku...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terimakasih Kakak-kakak dan adik-adikku...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terima kasih teman-teman setiaku...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terimakasih para guru yang selalu memberikan masukan kasih-sayang, memberi asupan gizi kerohanian dan wawasan keilmuan pada jiwa dan akalku....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kebaikan kalian semua Allah SWT mencatatnya sebagai amal shaleh yang mulia... &lt;i&gt;Amien&lt;/i&gt;!!!!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung 22 Mart 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-4750706563086140628?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/4750706563086140628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/about-me.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4750706563086140628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/4750706563086140628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/about-me.html' title='All About Me'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7KQJV47T6I/AAAAAAAAAC0/H0JAf5VPBvY/s72-c/Pung+Letto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-1546848670809109238</id><published>2010-03-21T10:03:00.007+07:00</published><updated>2010-03-30T23:29:39.343+07:00</updated><title type='text'>Peran Manusia dalam Kehidupan Dunia (season 1)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Berdirilah tegak memperjuangkan pendirian selama hidupmu! &lt;br /&gt;Sesungguhnya hayat itu hanya berarti bila diisi dengan pendirian dan perjuangan!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(SYAUQY BEIK)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manusia dianugerahi hidup bukan hanya sekedar untuk hidup. Ia memiliki misi dan visi yang sebenarnya harus dikerjakan. Untuk kesempatan kali ini, mari kita ungkap terlebih dahulu mengenai apa itu visi hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dijelaskan dalam kisah awal penciptaannya, Visi hidup manusia adalah sebagai KHALIFAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah sendiri mengandung beragam makna. Ia bisa bermakna sosok yang mengganti peran Allah SWT dalam mengelola bumi. dalam makna khalifah ini Ia bisa memperlakukan seluruh makhluk sesuai dengan yang dikehendakinya. Batu tidak akan melawan saat dirinya dijadikan kaca, racun tidak ada kemampuan mengelak saat dirinya dibuat menjadi obat, hutan belantara dialih pungsikan menjadi kota, dan sebagainya. Dalam puisinya, Iqbal lukiskan hal ini dengan begitu dalam dan indah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;div align="center"&gt;Tuhan dan Manusia&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Tuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ku bentuk dunia ini dari lempung yang satu dan sama&lt;br /&gt;Kau bikin Iran, Ethiopia dan negeri Mongol,&lt;br /&gt;Dari tanah Kubuat besi, murni tanpa campuran&lt;br /&gt;Kau buat pedang, anak panah dan senjata&lt;br /&gt;Kau bikin kapak, untuk menebang pohon yang Kutumbuhkan&lt;br /&gt;Dan membuat sangkar untuk burung-burung-Ku yang berkicau bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manusia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kau mencipta malam, aku mencipta lampu yang meneranginya&lt;br /&gt;Kau buat lempung, kubikin darinya cawan minuman&lt;br /&gt;Kau bikin hutan liar, gunung dan padang rumputan&lt;br /&gt;Kucipta kebun, taman, jalan-jalan dan padang gembala&lt;br /&gt;Kurubah racun berbisa jadi minuman segar&lt;br /&gt;Akulah yang mencipta cermin cerlang dari pasir&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;Dalam &lt;i&gt;"Fayam-i Masyriq"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal utama untuk menjalankan fungsi indera yang dimilikinya, manusia oleh Allah SWT dibekali dengan pengetahuan yang besar mengenai semua makhluk yang ada di dunia. Inilah yang bermakna dari wahyu yang mengatakan bahwa Allah mengajari Adam semua nama-nama. Nama dalam logika saintifik adalah kandungan ilmu yang mencakup eksistensi yang terkandung dalam sebuah benda dan fenomena. Nama adalah rangkuman dari beragam ilmu yang dimiliki makhluk, sehingga dengan bekal ini manusia dapat mengatasi beragam kejadian yang menimpanya, juga dapat membuat sesuatu yang baru dari bahan-bahan dasar yang tersedia di makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk menjalankan posisi ini, manusia mesti memahami terlebih dahulu bagaimana peran Allah dalam mencipta dan mengelola makhluk-Nya. Manusia harus memahami bagaimana hukum konsistensi antara satu ciptaan dengan ciptaan lainnya sehingga tidak terjadi ceos di mana-mana. Inilah sebabnya kenapa Allah SWT. tiada henti-hentinya mengingatkan manusia agar terus bertafakur, membaca, dan merenungi ayat-ayat yang tersebar di alam. Al-Qur'an adalah wahyu yang membentuk pola pikir kearah yang benar, sementara alam adalah wahyu Allah yang membimbing manusia agar mereka bisa merealisasikan paradigma dan pola pikirnya itu dalam kehidupan realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna lain yang terkandung dalam kedudukan khalifah adalah sebagai pemimpin. Dalam makna ini manusia memiliki visi membawa seluruh makhluk pada tata aturan yang seimbang, sesuai dengan yang digariskan Tuhan. Jika Tuhan menggariskan hukum konsistensi pada semua makhluknya, maka harus seperti itulah hukum yang diterapkan oleh manusia pada bawahannya. Jangan sampai kebijakannya kalah bagus dari makhluk bawahannya. Karena apabila kebijakan yang kita buat lebih kacau dari yang dilakukan oleh makhluk bawahan kita, padahal kita sudah diberi daya nalar dan kreasi yang tinggi, bagaimana bisa salah apa yang digambarkan oleh Allah SWT. bahwa derajatnya akan lebih hina dari makhluk bawahannya. dengan kata lain, akan menjadi makhluk paling hina!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini adalah sebagian kecil dari makna yang terkandung dari kedudukan khalifah yang dibebankan pada kita semua. Masih banyak makna-makna lain yang mesti kita fahami terlebih dahulu agar kita berjalan sesuai posisi hidup kita di dunia. Namun meskipun baru sebagian kecil saja yang kita ungkap, sudah cukup menggambarkan bagaimana tingginya peran dan kedudukan yang semestinya disadari dan kemudian dilakukan oleh kita semua.&lt;br /&gt;Lantas kenapa kita masih juga membatasi diri dengan mitos dan filsafat hidup yang mengekang kemajuan diri, jikalau toh hakikat diri yang sebenarnya adalah amat tinggi?&lt;br /&gt;Mari kita maknai hidup ini dengan posisi kita sebagai manusia seutuhnya. Jangan terjebak dengan pemikiran yang menganggap indahnya hidup binatang yang memang tidak memiliki visi besar dalam hidupnya seperti kita!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT. senantiasa memberi petunjuk hidayah kepada kita semua..!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-1546848670809109238?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/1546848670809109238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/peran-manusia-dalam-kehidupan-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1546848670809109238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/1546848670809109238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/peran-manusia-dalam-kehidupan-dunia.html' title='Peran Manusia dalam Kehidupan Dunia (season 1)'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-8038525955342834171</id><published>2010-03-06T08:54:00.003+07:00</published><updated>2011-07-11T17:05:02.891+07:00</updated><title type='text'>Contact Me</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiem...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Blog ini saya buat sebagai media pribadi dalam meng explor berbagai macam kajian dan wacana yang sedang saya geluti. Hal ini sebagai wujud dari kehendak pribadi dalam memenuhi panggilan Agama yang saya anut, yang mewajibkan setiap pemeluknya untuk menyampaikan apa yang diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai hal, tentu saya selaku manusia memiliki banyak kekurangan. Sehingga meskipun saya sudah melakukan semaksimal mungkin untuk meminimalisir kesalahan dalam membuat artikel yang dipublikasikan, sangat mungkin isinya terdapat kekeliruan sehingga melenceng dari yang semestinya. Oleh sebab itu, saya memohon kepada saudara sekalian untuk memberikan masukan dari apa yang telah saya publikasikan tersebut. Masukan itu dapat saudara kirimkan dalam kotak komentar, atau jika ingin melakukannya secara pribadi tanpa mau terbaca oleh halayak ramai, saudara dapat mengirimkannya melalui kolom pesan di bawah ini, dengan memasukan alamat email saudara, agar saya bisa menindak lanjutinya...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolom ini juga bisa saudara gunakan sebagai surat permohonan untuk merilis karya saudara, curhatan dan pertanyaan, ataumaupun permohonan kerjasama dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan adanya kolom semisal ini apa yang selama ini saudara butuhkan atau jadi unek-unek saudara, kini dapat tersalurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahman-rahim-Nya, serta maghfirahnya kepada kita semua!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allahu ya'khudzu biaidinaa ilaa maa fiehi khairun lil Islam wal Muslimien!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Cinta Penuh Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href='http://www.facebook.com/Masyumi21'&gt;&lt;b&gt;Purnawarman&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form method="post" action="http://www.emailmeform.com/fid.php?formid=631912" enctype="multipart/form-data" accept-charset="UTF-8"&gt;&lt;table cellpadding="2" cellspacing="0" border="0" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;/font&gt; &lt;div style="" id="mainmsg"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;table cellpadding="2" cellspacing="0" border="0" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Your Name &lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData0" size="30"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Your Email Address &lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData1" size="30"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Subject &lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData2" size="30"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Message &lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;textarea name="FieldData3" cols="60" rows="10"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt;&lt;table id="captcha_table" cellpadding=5 cellspacing=0 bgcolor="#E4F8E4" width="100%"&gt;&lt;tr id="captcha_table_header_tr" bgcolor="#AAD6AA"&gt;&lt;td id="captcha_table_header_td"class="label" colspan="2"&gt;&lt;font color="#FFFFFF" face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Image Verification&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="captcha_table_img_td" class="captcha" style="padding: 2px;" width="10"&gt;&lt;img src="http://www.emailmeform.com/turing.php" id="captcha" alt="captcha"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="field" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;font color="#000000"&gt;Please enter the text from the image&lt;/font&gt;:&lt;br&gt;&lt;input type="text" name="Turing" value="" maxlength="100" size="10"&gt; [ &lt;a href="#" onclick=" document.getElementById('captcha').src = document.getElementById('captcha').src + '?' + (new Date()).getMilliseconds()"&gt;Refresh Image&lt;/a&gt; ] [ &lt;a href="http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;pt=popup" onClick="window.open('http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;pt=popup','_blank','width=400, height=500, left=' + (screen.width-450) + ', top=100');return false;"&gt;What's This?&lt;/a&gt; ]&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;&lt;input type="text" name="hida2" value="" maxlength="100" size="3" style="display : none;"&gt;&lt;input type="submit" class="btn" value="Send email" name="Submit"&gt;    &lt;input type="reset" class="btn" value="  Clear  " name="Clear"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=2 align="center"&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div&gt;&lt;font size="1" face="Verdana" &gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-8038525955342834171?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/feeds/8038525955342834171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/contact-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8038525955342834171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/8038525955342834171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/contact-me.html' title='Contact Me'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1781927657613915702.post-3263538422790241174</id><published>2005-03-21T12:43:00.001+07:00</published><updated>2010-03-30T21:05:07.381+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S6WzaU4_FRI/AAAAAAAAABk/1u-M4SRn_xg/s1600-h/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S6WzaU4_FRI/AAAAAAAAABk/1u-M4SRn_xg/s320/Picture1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450960188867548434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menghubungi kami!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt;, dalam waktu dekat ini, jika tidak ada halang merintang, pesan saudara bisa kami tindak lanjuti secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita selalu memiliki kekuatan dan semangat untuk memperbaharui wawasan dan keimanan kita.....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan Mudah-mudahan Allah SWT. selalu mencurahkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rahmah&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rahiem&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;maghfirah&lt;/span&gt;-Nya kepada kita semua... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;amien&lt;/span&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1781927657613915702-3263538422790241174?l=media-purnawarman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3263538422790241174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1781927657613915702/posts/default/3263538422790241174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-purnawarman.blogspot.com/2010/03/terima-kasih.html' title='Terima Kasih'/><author><name>Purnawarman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03431390787971454517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S7IcgWlfSxI/AAAAAAAAABw/xVFyQjI8jQg/S220/Piure1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OcKaOUKZVOc/S6WzaU4_FRI/AAAAAAAAABk/1u-M4SRn_xg/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
